avatardisplay_general
DISITU
09 Sep 2018

5 Cara Agar Gadai Sertifikat Rumah Diterima Bank

https://disituapi.azureedge.net/A/Img/1809/180909/5 Cara Agar Gadai Sertifikat Rumah Diterima Bank.jpg

Bank dalam prakteknya sebagai pelayan masyarakat tentu saja memiliki sistem yang profesional. Dari cara ini, bukan rahasia lagi jika bank bisa mendapat keuntungan yang lebih besar. Dalam mendapat keuntungan, bank terkadang selektif dalam mengelola kredit yang akan diberikan kepada calon peminjam. Yang membuat bank menjadi selektif karena mereka menganut prinsip 5C. Sudah tentu bank juga menerapkan 5C kepada calon peminjam yang melakukan gadai sertifikat rumah ke bank.

Calon peminjam sering kali juga terganggu dengan prinsip 5C yang diterapkan bank. Bank biasanya akan menanyakan informasi yang sangat detail. Hal ini tentu ada alasannya. Alasannya adalah bank sangat ketat dalam memberi aturan kepada calon peminjam. Tentu saja hal ini sangat berkaitan dengan prinsip 5C.

Ketahui Dahulu 5 Prinsip Bank Ini Agar Gadai Sertifikat Diterima

Beberapa bank di Indonesia menerapkan prinsip ini. Yang mana jika calon peminjam sesuai dengan prinsip 5C, maka bank akan lebih mudah untuk menerima pengajuan kredit. Termasuk gadai sertifikat rumah ke bank. Berikut ini merupakan prinsip 5C yang sebenarnya merupakan akronim:

1. Character

Prinsip yang satu ini bisa dilihat dari wawancara pihak bank dengan calon peminjam. Wawancara yang diberikan biasanya mengenai latar belakang, pola dan kebiasaan hidup, dan berbagai pertanyaan lain. Calon peminjam harus memberikan latar belakang yang jelas. Selain itu, calon peminjam harus menjawab pertanyaan dari bank secara jujur. Prinsip dari Character pada intinya adalah menilai calon peminjam bisa dipercaya atau tidak dalam menjalin kerja sama.

2. Capital

Yang kedua dari prinsip 5C adalah Capital. Prinsip ini erat kaitannya dengan keadaan aset dan kekayaan yang dimiliki calon nasabah. Dari penilaian tersebut, pihak bank bisa menentukan layak atau tidak calon peminjam bisa melakukan pinjaman. Kemudian bank juga menentukan berapa besar kredit yang akan diberikan bank kepada calon peminjam. Untuk itu, calon peminjam harus menjelaskan kekayaan secara lengkap dan detail. Hal ini tentu saja agar bank bisa menerima pengajuan pinjaman kepada calon peminjam.

3. Capacity

Prinsip selanjutnya adalah Capacity. Bank akan menilai kemampuan calon peminjam dalam menjalankan keuangan yang ada. Selain itu, bank juga akan menilai calon peminjam dari segi pendidikan. Jika calon peminjam pernah mengalami masalah dalam keuangan, hal ini tentu saja menjadi acuan bank dalam menerima pengajuan pinjaman. Oleh karena itu, calon peminjam perlu menjalankan keuangan sebaik mungkin agar pengajuan gadai bisa diterima.

4. Condition

Biasanya prinsip ini dipengaruhi oleh faktor dari luar. Kondisi perekonomian sangat berpengaruh bagi kedua belah pihak. Untuk memperlancar kondisi ini, tentu saja pihak bank harus melakukan komunikasi kepada calon peminjam secara lancar. Agar pihak bank bisa mempertimbangkan untuk menerima pengajuan kredit. Bicarakan kepada pihak bank jika terkendala masalah dalam urusan yang berkaitan dengan gadai sertifikat rumah.

5. Collateral

Yang terakhir merupakan prinsip yang harus diperhatikan. Ketika calon nasabah tidak dapat memenuhi kewajiban dalam mengembalikan pinjaman, maka bank bisa menyita aset yang dilakukan sebagai jaminan. Dalam sebuah kasus misalnya, calon peminjam melakukan gadai sertifikat rumah ke bank. Namun calon peminjam tidak bisa mengembalikan pinjaman dalam waktu yang telah ditentukan. Maka, bank berhak untuk menyita sertifikat rumah yang digadaikan ke bank. Maka dari itu, bayarlah pinjaman sesuai waktu yang ditentukan. Hal ini juga berpengaruh bagi bank jika calon peminjam ingin mengajukan gadai sertifikat.

Penyebab ditolaknya pengajuan adalah calon peminjam tidak memenuhi prinsip 5C. Oleh karena itu, calon peminjam harus mempelajari prinsip 5C ini. Dengan memahami dan mempelajari prinsip 5C, siapa tahu calon peminjam bisa mengajukan gadai sertifikat lagi apabila permohonan sebelumnya belum diterima.