avatardisplay_general
DISITU
08 Sep 2018

5 Hal Dalam Menggadai Sertifikat Rumah Jakarta

https://disituapi.azureedge.net/A/Img/1809/180908/5 Hal Dalam Menggadai Sertifikat Rumah Jakarta.jpg

Banyak cara untuk mendapatkan pinjaman uang. Salah satu dari sekian banyak pilihan yaitu gadai sertifikat rumah. Cara ini banyak diambil oleh kebanyakan orang jika merasa membutuhkan sejumlah uang yang cukup banyak dalam waktu yang singkat. Gadai sertifikat rumah biasanya merupakan persyaratan pinjaman uang di bank atau lembaga keuangan yang menggunakan agunan.  Namun tentunya Anda menginginkan agar dana yang Anda ajukan cepat cair. Tapi tidak semudah itu karena proses persetujuan dari pihak bank atau lembaga keuangan membutuhkan waktu dan ketelitian. Tidak sembarang orang bisa meminjam uang di bank karena bisa saja dikarenakan riwayat pinjaman sebelumnya macet. Padahal kredit macet tersebut tidak di bank yang saat ini Anda ajukan pinjaman. Untuk itu Anda perlu mengetahui beberapa hal berikut sebelum gadai sertifikat rumah Jakarta.

1. Lokasi Rumah Yang Diajukan Sebagai Agunan

Memang benar jika sertifikat rumah jika digunakan sebagai agunan mempunyai daya jual yang tinggi. Karena nilai bangunan rumah cenderung lebih besar jika dibandingkan dengan kendaraan atau aset lainnya misalnya apartemen jika di agunkan. Namun tidak semua bangunan rumah dapat dijadikan agunan. Karena pihak bank atau kelembagaan keuangan akan berpikir dua kali jika bangunan rumah yang diagunkan tidak strategis. Tidak strategis nya rumah dinilai dari lokasinya berada di daerah rawan banjir atau tidak, dekat dengan sutet, pemakaman,gang sempit, bahkan rumah bekas pembunuhan. Merupakan contoh lokasi rumah yang dianggap tidak strategis oleh bank. Untuk itu pastikan terlebih dahulu lokasi rumah yang akan Anda agunkan strategis atau tidak. Apabila lokasi rumah Anda salah satu dari contoh diatas. Maka kemungkinan besar agunan yang Anda ajukan akan ditolak.

2. Pilih Bank Atau Lembaga Keuangan Yang Terpercaya

Ada banyak sekali bank atau lembaga keuangan yang menerima gadai sertifikat rumah Jakarta. Namun sebelum menentukan ada baiknya Anda mencari informasi sebenar benarnya. Mengenai bank dan lembaga keuangan mana saja yang sudah terdaftar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini bertujuan agar aset yang Anda ajukan tersimpan dengan baik dan lebih aman tentunya. Serta pilihlah bank atau lembaga keuangan yang memberikan tawaran terbaik dengan bunga yang paling rendah.

3. Perhatikan Persyaratan Yang Diminta

Jika Anda memutuskan untuk gadai sertifikat rumah Jakarta. Maka Anda harus memenuhi syarat-syarat yang diminta oleh pihak bank. Biasanya bank atau lembaga keuangan memberikan syarat apabila ingin menggadaikan sertifikat rumah maka paling tidak penghasilan Anda kira-kira 4 juta. Namun setiap bank atau lembaga keuangan memiliki patokan nya masing-masing dan tentunya berbeda. Hal lainnya yang perlu diperhatikan yaitu umur. Karena debitur disyaratkan minimal berusia 21 tahun dan batas maksimal nya 65 tahun. Dan harus merupakan Warga Negara Indonesia yang sudah memiliki pekerjaan tetap.

4. Tentukan Besarnya Pinjaman Yang Akan Diajukan

Jangan tergiur dengan penawaran pinjaman pihak bank yang terlalu tinggi. Memang gadai sertifikat rumah Jakarta memiliki nilai besar jika dijadikan agunan. Namun dikhawatirkan apabila Anda terlalu banyak mengambil pinjaman maka Anda tidak bisa membayar cicilan tiap bulannya. Untuk itu ambil pinjaman sesuai kebutuhan saja. Hal ini akan mengurangi resiko kredit Anda macet. Karena apabila Anda tidak bisa membayar dalam jangka waktu yang ditentukan pihak bank berhak menyita aset yang Anda ajukan secara sah.

5. Memiliki Komitmen Dalam Membayar Cicilan

Anda boleh saja senang ketika pengajuan pinjaman Anda diterima. Namun sebulan terhitung dari pencairan dana Anda harus mulai membayar cicilan tiap bulannya. Jangan sampai Anda memiliki tunggakan dalam membayar cicilan. Karena dikhawatirkan pihak bank akan menyita aset yang digunakan untuk mengajukan pinjaman. Anda harus bisa menghitung kemampuan Anda dalam membayar cicilan per bulannya. Jangan gunakan uang dari hasil pinjaman untuk memenuhi kebutuhan yang tidak perlu. Gunakan uang tersebut secara bijak sesuai dengan kebutuhan mendesak Anda.