avatardisplay_general
DISITU
01 Dec 2018

5 Kesalahan Fresh Graduate dalam Mencari Pekerjaan

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201812/181201/Banner/5 Kesalahan Fresh Graduate dalam Mencari Pekerjaan.jpg

Mencari pekerjaan merupakan sebuah tantangan terlebih bagi seorang fresh graduate. Dengan pengalaman kerja yang belum banyak serta ketatnya persaingan kerja membuat seorang fresh graduate harus memiliki nilai jual saat melamar pekerjaan.

Sayangnya, banyak fresh graduate yang masih mengeluh sulit mendapat kerja meskipun memiliki gelar dan pengalaman kerja cukup banyak. Nah, bagi Anda yang tengah merasakan ini, bisa jadi tanpa disadari Anda melakukan 5 kesalahan berikut ini:

 

  1. Tidak menulis CV dengan baik

informasi

CV atau Curriculum Vitae merupakan persyaratan wajib dalam melamar kerja karena disitulah perusahaan dapat melihat gambaran pengalaman Anda. Sebagai modal untuk mencari pekerjaan, tentu Anda wajib menyiapkan CV dengan baik. Tuliskan kontak, keterampilan, serta setiap pengalaman yang pernah dilakukan beserta sedikit penjelasan tentang jobdesc Anda. Melansir situs LinkedIn, kebanyakan fresh graduate membuat CV seadanya sehingga tidak membuat pihak perusahaan tertarik membacanya. Tidak perlu memenuhi CV Anda dengan berbagai warna, cukup buat satu lembar CV dengan desain yang menggambarkan kepribadian Anda serta memiliki isi yang ringkas, jelas, dan tidak ada kesalahan penulisan (typo).

 

  1. Menggunakan alamat email yang tidak profesional

informasi

Kesalahan lain fresh graduate dalam mencari pekerjaan adalah mengirimkan surat lamaran dengan nama email yang tidak aneh/tidak jelas. Memang, Anda memiliki hak untuk membuat email dengan nama apapun, namun untuk mencari pekerjaan sebaiknya gunakan alamat email yang menunjukan nama Anda seperti “Diodamara@gmail.com”. Hindari penggunaan alamat email yang tidak profesional seperti “fortunecookies@yahoo.com” atau “ilovecats@gmail.com” karena pihak perusahaan dapat menilai Anda hanya main-main saja.

 

  1. Tidak melampirkan cover letter atau portofolio

informasi

Saat ini banyak sekali perusahaan yang meminta cover letter atau portofolio sebagai persyaratan selain CV. Namun nyatanya, masih banyak fresh graduate yang tidak melampirkan kedua dokumen tersebut karena dianggap tidak penting atau tidak membaca persyaratan dengan jelas. Sebaiknya jangan sepelekan kedua dokumen tersebut! Cover letter merupakan surat pengantar yang biasanya berisi penjelasan darimana Anda mengetahui lowongan serta mengapa perusahaan harus memilih Anda. Sementara itu portofolio merupakan dokumen yang berisi hasil kerja Anda seperti foto, tulisan, hasil desain. Dengan melampirkan kedua dokumen ini, nilai Anda akan bertambah di mata perusahaan karena ada hasil kerja yang dapat menjadi penilaian.

 

Baca juga: Pilihan Tempat Kredit Motor Baru Honda Secara Online

 

  1. Mengirimkan surat lamaran berulang kali

informasi

Ketika surat lamaran tidak mendapat respon selama beberapa minggu, beberapa pelamar akan langsung mengirimkan ulang lamaran berkali-kali. Anda mungkin berpikir hal tersebut akan membuat pihak perusahaan melihat lamaran Anda. Padahal nyatanya tidak demikian. Mengirimkan banyak lamaran pada satu perusahaan yang sama apalagi disertai pesan yang terlalu berharap justru dapat membuat alamat email Anda diblokir. Lebih baik sebelum mengirimkan lamaran, Anda periksa kembali CV dan kelengkapan dokumen sehingga pihak perusahaan akan menerima surat lamaran yang sempurna.

 

  1. Berpakaian tidak tepat saat wawancara kerja

informasi

Setelah surat lamaran Anda berhasil mendapat perhatian dari pihak perusahaan, kandidat yang memenuhi syarat akan diundang untuk menjalani sesi wawancara. Ingat, sesi wawancara merupakan tahap yang sangat penting dan krusial karena di sinilah perusahaan dapat menilai kepribadian Anda secara langsung. Karena itu, selain membawa CV dan segala dokumen pelengkap, persiapkan juga diri Anda dengan memilih pakaian yang tepat. Agar tidak salah dalam berpakaian, ada baiknya kenali dulu jenis perusahaan yang akan Anda datangi. Jika perusahaan terkesan serius, baiknya gunakan pakaian formal seperti kemeja, namun untuk perusahaan yang bergerak seperti di bidang kreatif, Anda dapat mengenakan pakaian yang lebih casual.