avatardisplay_general
DISITU
14 Sep 2018

5 Kiat Gadai Sertifikat Rumah Non BI Checking Termudah

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201809/180914/5%20Kiat%20Gadai%20Sertifikat%20Rumah%20Non%20BI%20Checking%20Termudah.jpg

Pinjaman non BI checking merupakan salah satu pinjaman yang paling banyak dicari saat ini oleh banyak orang. Karena merupakan salah satu solusi dalam mengajukan gadai sertifikat rumah non BI checking. Hanya dengan menggunakan agunan sertifikat rumah Anda sudah bisa memperoleh uang untuk menggerakkkan usaha ataupun membayar segala kebutuhan Anda dan keluarga. Pada umumnya masyarakat yang mengajukan pinjaman dengan gadai sertifikat rumah bertujuan agar memperoleh pinjaman dalam jumlah yang besar. Karena sertifikat rumah memiliki nilai jual yang paling tinggi daripada properti lainnya. Setiap pengajuan pinjaman biasanya memiliki salah satu persyaratan yaitu BI checking. Namun saat ini juga ada perusahaan yang memberi pinjaman tanpa BI checking. Berikut kiat agar proses pengajuan diterima di perusahaan non BI checking.

1. Menyiapkan Dokumen           

Sebagai debitur Anda seharusnya menyiapkan terlebih dahulu perlengkapan dokumen yang dibutuhkan. Setiap lembaga pemberi pinjaman memiliki syarat sendiri-sendiri. Pastikan secara betul bahwa Anda memahami apa saja dokumen yang dibutuhkan untuk gadai sertifikat rumah non BI checking. Karena perusahaan sudah memberi kemudahan untuk Anda dalam meminjam. Ada baiknya Anda juga lebih serius dalam mengajukan pinjaman. Agar pihak perusahaan dapat mempercayai Anda sebagai nasabah nya.

2. Kesesuaian Jumlah Pinjaman Dengan Kemampuan

Walaupun nilai jual sertifikat rumah Anda memiliki jumlah yang besar. Namun jangan pernah tergiur dengan jumlah uang pinjaman yang ditawarkan perusahaan. Diperkirakan juga kemampuan keuangan Anda. Pastinya pihak pemberi pinjaman juga akan mempertimbangkan hal ini. Karena pihaknya juga tidak mau rugi dalam memberikan pinjaman. Apabila debitur ternyata tidak mampu membayar cicilan tiap bulannya. Pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan pihak pemberi pinjaman agar sama-sama memahami.

3. Normal Funding

Merupakan program jaminan gadai sertifikat rumah non BI checking. Normal funding sendiri merupakan pembiayaan yang pelunasan nya menggunakan sistem kredit. Serta kredit bulanan dan poin kredit nya konsisten tiap bulannya. Jadi diharuskan debitur membayar cicilan bulanan beserta bunganya setiap bulannya. Tidak seperti pegadaian yang bisa melakukan pembayaran bunga saja setiap bulannya. Untuk itu sebelum melakukan proses pinjaman ada baiknya Anda memahami prosedur pembayarannya juga.

4. Agunan Tidak Dalam Masalah

Pastikan sertifikat yang akan dijadikan agunan tidak dalam proses sengketa. Sengketa yang yang dimaksud adalah permasalahan dalam hal kepemilikan akta maupun perizinan bangunan. Jika sertifikat ingin dijadikan agunan sebaiknya dicek terlebih dahulu perizinan nya. Agar mudah diterima oleh pemberi pinjaman. Agar proses pengajuan nya juga cepat tidak terkendala suatu hal. Maupun tidak diterimanya agunan. Karena hal sengketa tadi. Dan apabila terjadi permasalahan dalam kepemilikan akta perlu diselesaikan secepatnya dengan yang bermasalah. Agar tidak mengganggu prosesnya pinjaman. Karena pihak pemberi pinjaman juga tidak mau apabila sertifikat yang dijadikan agunan memiliki masalah. Karena pihak nya berfikir panjang apabila si debitur tidak mampu membayar cicilan tiap bulan maka agunan tersebut akan di lelang. Pada proses lelang sertifikat harus memiliki  riwayat yang jelas karena pihak yang mau membeli pasti juga mengecek kebenarannya dari barang lelang tersebut. Dan tentu pihak pemberi pinjaman akan rugi besar jika barang lelang tersebut tidak laku.

5. Tidak Memiliki Tunggakan Di Bank Atau Leasing

Hal ini sangat berpengaruh besar terhadap diterima atau tidaknya pengajuan pinjaman. Walaupun tidak menggunakan BI checking. Namun perusahaan tetapkan akan melakukan penelusuran. Apakah nasabah nya memiliki tunggakan di bank bank lain atau leasing lain. Alasan melakukan penelusuran ini yaitu agar mengurangi resiko terjadinya kredit macet. Karena pihak pemberi pinjaman memberikan pinjaman kepada debitur tidak secara cuma-cuma. Pihak pemberi pinjaman memberikan pinjaman juga dikarenakan ingin mendapat keuntungan.