avatardisplay_general
DISITU
11 Sep 2018

Alasan Bank Menolak Gadai Sertifikat Rumah Malang

https://disituapi.azureedge.net/A/Img/1809/180912/Alasan Bank Menolak Gadai Sertifikat Rumah Malang.jpg

Gadai sertifikat rumah di bank merupakan salah satu langkah yang banyak dipilih orang dengan maksud untuk mengajukan pinjaman. Cara semacam ini sering kita lihat hampir di setiap kota termasuk Malang. Namun, tidak semua proses gadai bisa berjalan lancar karena beberapa alasan. Lantas apa alasan bank bisa menolak permintaan gadai sertifikat rumah Malang? Jawabannya ada di bawah ini.

1. Riwayat Kredit Tidak Baik

Alasan bank menolak proses gadai sertifikat rumah Malang yang pertama adalah jika pemohon memiliki riwayat kredit yang kurang baik. Hal ini cukup beralasan karena secara umum orang yang sering menunggak kredit merupakan orang yang kurang bertanggung jawab. Melihat resiko semacam ini, pemberi pinjaman pasti akan berpikir ulang untuk mengabulkan permohonan pinjaman dana. Hal ini dikarenakan pihak bank juga tidak mungkin  mau mengambil resiko dengan memberikan pinjaman kepada orang yang memiliki riwayat kredit macet selama beberapa kali. Maka dari itu untuk yang ingin melakukan gadai, koreksi diri terlebih dahulu. Jika sering melakukan kredit macet, maka tidak usah mengajukan permohonan pinjaman karena jelas hal itu akan sia sia saja.

2. Reputasi Tempat Bekerja Buruk

Alasan kedua bank menolak pengajuan gadai sertifikat rumah adalah jika reputasi tempat Anda bekerja buruk. Hal ini cukup beralasan karena perusahaan yang memiliki reputasi kurang baik, pasti berisiko melakukan kredit macet. Bukan hanya perusahaannya saja, namun para pegawainya juga dikhawatirkan terkena imbasnya. Melihat fenomena semacam ini, bank pasti lebih selektif dalam memberikan pinjaman kepada calon nasabahnya. Hal ini dikarenakan pihak bank pati sudah paham jika suatu perusahaan mengalami kebangkrutan atau melakukan kredit macet, maka pegawainya akan berusaha mencari pinjaman di bank. Jika sudah begini, jelas pihak yang bersangkutan tidak akan memberikan pinjaman karena berisiko kredit yang mereka lakukan macet. Maka dari itu mengecek reputasi tempat kerja itu penting sebelum menggadaikan barang.

3. Gaji Terlalu Sedikit

Alasan lain bank menolak pengajuan gadai Anda adalah jika gaji yang Anda terima terlalu sedikit. Secara umum, besarnya gaji merupakan hal yang selalu ditanyakan oleh pihak kreditur termasuk bank. Hal ini cukup beralasan karena besarnya gaji cukup berpengaruh pada proses kredit dana yang Anda pinjam. Tidak hanya itu gaji yang didapat juga nantinya akan disesuaikan dengan jumlah pinjaman yang akan Anda ajukan. Semakin sedikit gaji yang Anda terima, maka kemungkinan untuk mendapatkan pinjaman dana juga semakin sedikit. Hal ini dikarenakan pihak bank juga tidak berani mengambil resiko dan sangat dikhawatirkan Anda akan melakukan kredit macet.

4. Data Yang Diserahkan Tidak Lengkap

Data yang diserahkan tidak lengkap juga bisa menjadi alasan bank menolak pengajuan gadai Anda. Hal ini jelas karena data sangat diperlukan dalam proses gadai dan dari situlah segala hal yang berkaitan dengan proses pengajuan dana pinjaman berasal. Secara umum, data yang diperlukan dalam proses gadai adalah data seputar identitas diri Anda. Mulai dari nama, alamat, umur, pekerjaan, dan lain sebagainya. Hal ini biasanya akan ditanyakan atau dibutuhkan ketika Anda sudah menyetujui proses gadai yang sudah dijelaskan oleh pihak customer service. Dan usahakan untuk memberi data yang lengkap karena setelah semua data Anda isi, akan dicek oleh bank. Jika ditemukan data yang salah atau tidak valid, jelas pengajuan pinjaman dana Anda akan ditolak oleh bank.

5. Status Pekerjaan

Alasan bank menolak permintaan gadai sertifikat rumah Malang yang terakhir adalah tergantung dari status pekerjaan Anda. Secara umum, dalam dunia kerja ada dua status yang disandang oleh pegawai yaitu tetap dan kontrak. Untuk pegawai dengan status kontrak, biasanya akan kesulitan ketika ingin mengajukan pinjaman dana. Hal ini bisa saja terjadi karena bank khawatir jika sewaktu-waktu Anda menjadi pengangguran dan melakukan kredit macet setelah masa kontrak berakhir.