avatardisplay_general
DISITU
12 Feb 2018

Angsuran Pinjaman Syariah Dikupas Lebih Detail Disini

331 Angsuran Pinjaman Syariah Dikupas Lebih Detail.jpg

Sekarang dengan perkembangan zaman semuanya menjadi dipermudah. Begitu pun dengan manusia. Manusianya pun juga berubah. Manusia inginnya serba yang cepat. Begitu pula dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Misal dalam keuangan. Bila manusia menghendaki sesuatu, misalnya untuk membeli atau merenovasi rumah. Manusia yang dalam sekarang ini belum memiliki uang, bisa berusaha dengan mengajukan pinjaman. Mungkin meminjam kepada rekan bisnis, teman dekat, kerabat atau bahkan meminjam pada lembaga keuangan. Dalam artikel kali ini Kami akan membahas tentang angsuran pinjaman syariah.

 Mungkin Anda heran dengan kalimat “Angsuran Pinjaman Syariah”? Kalo “Angsuran pinjaman” Anda mungkin sudah sering mendengarnya. Kalau kita melakukan pinjaman pada lembaga keuangan konvensional atau situs yang menyediakan peminjaman keuangan konvensional maka akan ada istilah angsuran pinjaman. Angsuran pinjaman yaitu besarnya cicilan uang yang dibayarkan setiap bulan atau setiap tribulan untuk melunasi pinjaman atau hutang kita. Berbeda dengan bila kita melakukan pinjaman pada lembaga keuangan syariah atau situs yang menyediakan peminjaman uang secara syariah maka akan dijumpai istilah angsuran peminjaman syariah. Maknanya sama dengan angsuran pinjaman pada konvensional, bedanya kalau di angsuran peminjaman syariah berlandaskan syariat islam.

Angsuran peminjaman syariah ini ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, yaitu antara peminjam dengan yang meminjamkan uang. Kami ambil contoh disini, Anda membutuhkan uang seratus juta, lalu Anda sepakat akan mengembalikan dana tersebut dalam jangka waktu 10 tahun. Maka angsuran tiap tahunnya sebesar sepuluh juta rupiah (Rp 100.000.000 : 10 tahun). Atau bisa juga sebesar Rp 833. 500 setiap bulannya (Rp 10.000.000 : 12 bulan). Praktis kan hitungannya. Untuk masalah jangka waktu ini bisa ditentukan secara kesepakatan antara Anda dengan lembaga yang meminjamkan uang.

Hal yang perlu Anda, bila Anda melalukan pinjaman dengan nominal yang besar, misalnya diatas dua puluh juta rupiah, Anda akan dikenakan biaya asuransi jiwa dan kerugian untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada nasabah di kemudian hari. Kedua, Anda akan dikenai biaya notaris untuk kepengurusan bangunan. Biaya notaris ini dikenakan pada Anda bila Anda meminjam uang diatas lima juta rupiah. Kemudian juga Anda akan dikenakan biaya materai. Materai ini ditempelkan di surat persetujuan antara peminjam dan lembaga yang meminjamkan uang.

Bila Anda melakukan peminjaman syariah, Anda pun harus mengikuti prosedur peminjamannya. Baik itu untuk keperluan masalah persyaratan maupun untuk untuk masalah angsurannya. Satu hal penting yang bisa menjadi catatan penting, bila Anda melakukan peminjaman pada lembaga tempat meminjamkan uang, Anda harus taat pada aturannya terutama tertib dalam membayar angsurannya. Karena bila Anda lalai pada angsuran disini, misalkan Anda lupa untuk mengangsur atau terlambat mengangsur kalau di angsuran pinjaman konvensional Anda akan dikenai denda. Lalu apabila sudah habis masa mengangsurnya dan Sewaktu-waktu Anda membutuhkan kucuran dana lagi, pihak yang meminjamkan uang akan sulit memberikan pinjaman pada Anda.

Pada angsuran peminjaman syariah, bila Anda lalai dalam mengangsur atau terlambat dalam mengangsur. Akan ada petugasnya yang mengingatkan Anda, bahkan akan mendatangi rumah Anda. Disini kemudahan dan keuntungannya bagi Anda. Mereka akan menanyakan kepada Anda mengapa lalai atau terlambat mengangsur. Apa kendalanya. Dari kendala yang dihadapi oleh nasabah mereka akan berusaha untuk memahaminya dan harap maklum dengan kondisi nasabah. Itulah gambaran mengenai angsuran peminjaman syariah. Semoga bisa menambah wawasan untuk Anda.

disitu-selalu-siap-melayani-anda