15 February 2018 00:00

Arti Pinjaman Syariah,Yuk Kita Bahas Lebih Dalam Mengenainya

DISITU

https://images.disitu.com/artikel/351 Arti Pinjaman Syariah Yuk Kita Bahas Lebih Dalam Mengenainya.jpg

Uang dan pinjaman. Dua istilah tersebut saling menyatu dan hampir tidak bisa dipisahkan. Bagaikan keping logam, uang berada disisi satu, dan disisi satunya lagi ada pinjaman. Kini, semakin bertambahnya pemahaman masyarakat tentang syariah islam, bertambah pula produk-produk yang berlandaskan syariah islam. Seperti layaknya pinjaman. Pinjaman kini berkembang pula, yaitu pinjaman berlandaskan syariah islam yang biasa disebut dengan pinjaman syariah. Berikut ini penulis akan membahas apa sih arti pinjaman syariah itu? Lalu dimana letak perbedaannya dengan pinjaman konvensional?

Mengenal Lebih Dalam Arti Pinjaman Syariah

Pinjaman syariah meruapakan kredit yang diberikan kepada nasabah dengan syarat utama akad jual beli (murabahah) dengan sistem pembayaran cicilan sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati antara bank dengan nasabah. Syarat-syarat kredit ini berlandaskan prinsip syariah. Hal ini berlaku bagi instansi pemerintah, individu bahkan untuk perusahaan. Prinsip dalam pinjaman syariah adalah saling menguntungkan. Serta tidak boleh ada salah satu atau kedua belah pihak yang dirugikan.

Dalam pinjaman syariah diatur dengan tegas, uang pinjaman itu harus digunakan untuk keperluan yang halal-halal saja. Tidak diperkenankan pinjaman syariah digunakan untuk membiayai selain halal atau yang melenceng dari persetjuan antara nasabah dan lembaga yang memberikan pinjaman. Jadi, sebelum memberikan pinjaman, lembaga tersebut dengan tegas menanyakan digunakan untuk apa uang pinjaman tersebut. Jangan sampai digunakan untuk membiayai hal-hal yang dilarang oleh prinsip syariah.

Apabila dalam pinjaman konvensional, kita mengenal bunga. Dimana nasabah harus mengembalikan pokok pinjaman ditambah bunganya. Namun dalam pinjaman syariah tidak ada bunga. Karena bunga itu tidak diperbolehkan, dianggap riba. Di pembiayaan syariah tidak ada bunga, melainkan menggunakan akad murabahah, ijarah wa iqtina, dan musyarakah mutanaqishah.

Pada pinjaman konvensional, nasabah sendiri yang harus menerima resiko kalau tidak bisa membayar cicilan. Namun, pada pinjaman syariah, apabila nasabah mengalami resiko maka resiko itu tidak hanya ditanggung sendiri oleh nasabah, melainkan lembaga yang meminjamkan uang tersebut juga ikut menangung resiko. Disini keuntungannya. Beban yang berat akan terasa ringan bila ditangung bersama-sama. Sebelum nasabah mengalami resiko, ada perwakilan dari lembaga yang meminjamkan dana tersebut untuk mengawasi kinerja nasabah agar tidak menderita resiko kerugian.

Pada pinjaman syariah status kehalalannya tidak diragukan lagi. Jelas halal. Karena disini lembaga yang meminjamkan uang akan menayai dengan jelas uang tersebut akan digunakan untuk apa. Apabila digunakan untuk hal-hal yang membawa kebaikan dan hal-hal yang mengarah kehalalan maka nasabah akan diberikan pinjaman. Begitu juga sebaliknya. Bila ternyata dalam wawancara anatara nasabah dan lembaga, ternyata diketahui bahwa uang tersebut akan digunakan untuk hal-hak yang tidak jelas, atau hal-hal yang haram, maka lembaga tersebut tidak akan memberikan pinjaman kepada nasabah.

Bila dilihat dari dokumen-dokumen yang dipersyaratkan, antara pinjaman syariah dan pinjaman konvensional memang ada kesamaan. Bila akan mengajukan pinjaman, harus melengkapi persyaratannya. Seperti fotocopy slip penghasilan atau gaji, fotocopy kartu tanda penduduk (KTP), fotocopy kartu keluarga (KK), dan dokumen tambahan lain yang dipersyaratkan oleh masing-masing lembaga.

Itulah ulasan singkat mengenai arti pinjaman syariah. Semoga kita semua dapat menggunakan fasilitas ini. Pilihan bijak, yaitu meminjam dengan menggunakaan pinjaman syariah. Yang jelas terbukti kehalalannya dan sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Di pinjaman syariah tidak ada satu pun pihak yang dirugikan. Sehingga aman untuk nasabah maupun untuk lembaga yang meminjamkan uang.

cari-kredit-DISITU-pilihanmu