avatardisplay_general
DISITU
08 Oct 2018

Asuransi JNE saat Kirim Paket, Perlu atau Tidak?

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201810/181008/Kirim%20Paket%20dengan%20Asuransi%20JNE,%20Perlu%20atau%20Tidak_.jpg

Banyaknya situs belanja online tentu mendorong masyarakat untuk semakin aktif bertransaksi. Mudahnya membeli atau menjual barang dari satu kota ke kota lain membuat lalu lintas pengiriman barang semakin tinggi.

Salah satu jasa ekspedisi dan pengantaran barang yang sudah dikenal di Indonesia adalah JNE. Perusahaan yang telah didirikan sejak November 1990 ini memang telah menjadi pilihan banyak masyarakat Indonesia untuk mengantarkan berbagai barang ke seluruh pelosok Indonesia.

Asuransi

Kualitas pengiriman serta beberapa pilihan kecepatan pengantaran membuat banyak masyarakat mempercayakan barangnya pada JNE. Meskipun demikian tentu sebuah jasa pengiriman tetap saja memiliki risiko kerusakan pada barang yang diantarkan.

Karena itu agar barang berharga Anda terhindar dari risiko rusak atau hilang, salah satu pelayanan yang disediakan oleh JNE adalah asuransi barang. Dengan asuransi JNE pengirim dapat meminta klaim atau ganti rugi atas kehilangan atau kerusakan terhadap barang dan dokumen dalam perjalanan melalui JNE.

Layanan asuransi JNE ini terbilang penting terlebih jika barang yang Anda kirimkan memiliki nilai lebih dari Rp 1 juta. Selain itu asuransi terhadap barang yang dikirimkan melalui JNE juga disarankan pada benda atau dokumen yang memiliki nilai 10 kali lipat dari ongkos pengiriman yang dibayarkan. Jadi jika Anda mengirimkan barang senilai Rp 400 ribu dengan ongkos kirim Rp 9 ribu, maka barang tersebut sebaiknya diasuransikan.

Cara Penghitungan Biaya Administrasi JNE

Lalu bagaimana cara menghitung besaran asuransi yang harus dibayarkan melalui JNE? Melansir dari situs Harga, untuk melihat berapa biaya asuransi yang harus dibayarkan, JNE memiliki sistem penghitungan sebagai berikut:

(0,2% X Harga Barang) + Rp 5.000,-

Sebagai contoh Anda mengirimkan ponsel dengan harga Rp 4 juta, maka biaya penghitungannya adalah:

(0,2% X Rp 4.000.000,- ) + Rp 5.000,- = Rp 13.000,-

Itu berarti besaran uang asuransi yang harus Anda bayarkan adalah Rp 13 ribu. Cukup murah bukan? Namun perlu diingat, tidak semua barang bisa menggunakan perhitungan di atas untuk biaya asuransi.

Beberapa barang lain seperti dokumen berharga diberikan peraturan khusus dimana nilai tanggungan yang diberikan hanya sebesar nilai pembuatan kembali dokumen tersebut bukan nilai asli dari dokumen. Beberapa barang berharga yang terkena aturan ini adalah

STNK Motor

Rp 1.000.000,-

STNK Mobil

Rp 2.000.000,-

BPKB Motor

Rp 3.500.000,-

BPKB Mobil

Rp 2.500.000,-

Ijazah

Rp 200.000,-

Paspor

Rp 500.000,-

Dokumen Penting Lain

Rp 2.000.000,- / dokumen

Surat Tanah Asli

Rp 2.000.000,-

Sarang Burung Walet

Harga barang ditambah surcharge 200% dari tarif publish. Bila terjadi kerugian, akan dikenai biaya pengurangan 10% atau minimum Rp500.000 per kejadian

 

Jika sudah mengetahui bahwa barang yang akan Anda kirim memiliki nilai tinggi, ada baiknya asuransikan barang tersebut untuk menghindari kerugian materi akibat kerusakan atau kehilangan.

Sementara itu untuk proses klaim, ada beberapa dokumen perlu Anda siapkan agar klaim bisa dicairkan. Dokumen yang Anda perlukan antara lain bukti pengiriman yang sah, bukti asuransi, dan invoice/ faktur barang yang dikirimkan.

Selain itu Anda juga perlu mengisi form klaim dengan menggunakan data diri yang sah. Selain cara tadi Anda juga bisa datang langsung ke kantor pusat, cabang, atau sub-JNE. Jika menemui kesulitan jangan ragu untuk bertanya pada customer service di email customercare@jne.co.id atau hubungi langsung di nomor telepon 021 2927 888