avatardisplay_general
DISITU
14 Oct 2018

Asuransi Syariah dan Konvensional Apa Bedanya

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201810/181014/Asuransi%20Syariah%20dan%20Konvensional%20Apa%20Bedanya.jpg

Jenis investasi kini beraneka macam bahkan sekarang bisa dalam bentuk produk asuransi. Rata-rata nasabah asuransi menerima dua produk yakni asuransi kesehatan hingga santunan kematian atau dalam bentuk investasi lainnya. Maka dari itu kini ada dua jenis asuransi yakni konvensional dan syariah. Tentu saja antara asuransi syariah dan konvensional memiliki perbedaan sehingga harus dicermati bagi calon nasabah.

 

Kebutuhan asuransi memang sangat penting akan tetapi, ketahuilah secara mendetail seperti apa perbedaan antara asuransi konvensional dan syariah yang sampai sekarang masih menjadi bahan pertimbangan bagi calon nasabah.

 

Dari Dewan Pengawas

Asuransi

Pada tipe asuransi konvensional tidak terdapat Dewan Pengawas Syariah, akan tetapi pada jenis syariah sudah terdapat Dewan Pengawas Syariah yang memiliki tugas mengawasi produk yang dipasarkan bahkan dari sisi pengelolaan dana investasinya, sehingga bisa dikatakan lebih aman dan sesuai dengan syariat.

 

Ada Tidaknya Akad Tabarru

Asuransi

Berikutnya pada bagian Akad Tabarru sudah terdapat pada jenis asuransi konvensional, akan tetapi pada tipe syariah juga memberikan perbedaan dimana akad tabarru masih ditambah lagi dengan beberapa tipe yakni akad tijarah, mudharabah, wadiah, syirkah, wakalah bil ujrah, dan midharabah misyatarakah, sehingga lebih lengkap dan mendetail.

 

Sisi Perhitungan Dana Investasi

Asuransi

Masih ada perbedaan antara asuransi syariah dengan tipe konvensional terutama pada sisi perhitungan dana investasinya. Hingga sekarang pada tipe syariah memperlihatkan perhitungkan dana investasi berdasarkan bagi hasil sehingga terbebas dari gharar ataupun riba maysir. Sedangkan dari tipe konvensional masih menggunakan sistem bunga sebagai perhitungan investasinya.

 

Kepemilikan Dana

Asuransi

Jika dalam asuransi konvensional memperlihatkan kepemilikan dana berdasarkan besaran dana yang terkumpul dari peserta sehingga menjadi hak perusahaan sepenuhnya. Namun pada tipe syariah sedikit berbeda dimana kepemilikan dana menjadi hak peserta bahkan dari pihak perusahaan hanyalah sebagai pengelola dana saja.

 

Baca juga: Empat Jenis Investasi yang Aman dan Menguntungkan

Status Dana Hangus

Asuransi

Mungkin Anda masih penasaran dengan bagian dana hangus yang sering terjadi pada jenis asuransi konvensional. Memang dari tipe konvensional sudah mengenal dana hangus, akan tetapi pada tipe asuransi syariah sendiri tak mengenal dana hangus sehingga sangat menguntungkan bagi nasabah.

 

Pembayaran Klaim

Asuransi

Dari aspek pembayaran klaim juga tidak sama dimana asuransi jenis konvensional memberikan pembayaran klaim dari rekening dana perusahaan, sedangkan pada tipe syariah sendiri menggunakan metode pembayaran klaim dari dana tabarru. Sudah jelas perbedaan di kedua asuransi bahwa pembayaran klaim masih memberikan keuntungan kepada pihak nasabah.

 

Pembagian Keuntungan

Asuransi

Untuk sektor pembagian keuntungan juga menghadirkan banyak perbedaan dimana pada tipe asuransi syariah masih menggunakan metode pembagian bagi peserta dengan perusahaan sesuai bagi hasil yang sebelum ditentukan pada awal-awal proses menjadi nasabah. Sedangkan pada tipe konvensional juga memberikan pembagian keuntungan yang mana seluruhnya menjadi hak perusahaan.

 

Konsep Akuntansi

Asuransi

Tidak cukup pada sisi pembagian keuntungan saja, untuk tipe asuransi konvensional juga menghadirkan konsep akuntansi accrual basis, akan tetapi pada tipe asuransi syariah juga menghadirkan sistem akuntansi cash basis sehingga jelas-jelas memberikan perbedaan.

 

Kewajiban Membayar Zakat

Asuransi

Sudah bisa kita prediksi dimana pada tipe asuransi konvensional tidam diberikan beban untuk membayarkan zakat, akan tetapi pada tipe asuransi syariah sendiri sudah ada kewajiban membayar zakat sehingga terlihat berbeda.

 

Ada beberapa hal penting di dalam asuransi syariah kemudian hal menarik di dalam asuransi konvensional juga bisa menjadi bahan pertimbangan. Kedua asuransi tersebut sama baiknya maka dari itu Anda harus mencermati semua aspek penting di dalamnya.