avatardisplay_general
DISITU
15 Nov 2018

Asuransi Syariah, Penerapan Hukum Asuransi Dalam Islam

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201811/181115/Banner/Asuransi%20Syariah,%20Penerapan%20Hukum%20Asuransi%20Dalam%20Islam.jpg

Sudah banyak asuransi syariah yang tersedia di Indonesia, dengan berbagai produk-produk asuransi yang bisa didapatkan dengan mudah melalui perusahaan-perusahaan asuransi swasta. Namun, sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa asuransi syariah adalah haram dan tidak diizinkan bagi masyarakat Muslim. Hal ini tentunya tidaklah benar, karena konsep-konsep dari asuransi syariah tidak berfokus pada urusan bisnis semata.  

Asuransi Syariah adalah asuransi yang menerapkan hukum -hukum dari agama Islam yang bertujuan untuk saling tolong-menolong dan melindungi peserta asuransi melalui dana yang dikumpulkan. Dana ini akan dikelola sesuai prinsip dalam agama Islam, dan juga di awasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk menghindari penyalahgunaan dana. 

Asuransi ini menggunakan konsep transparansi dalam pengelolaan dana asuransi dengan perjanjian di awal yang jelas. Dana ini akan dikelola secara transparan oleh perusahaan asuransi melalui investasi syar’i dengan berlandaskan prinsip syariah. Dalam hal ini, perusahaan asuransi hanya memiliki hak untuk mengelola dana, dan tidak memiliki dana tersebut. Hasil pengelolaan dana ini akan dibagikan secara merata kepada setiap peserta dan perusahaan asuransi itu sendiri.

Prinsip yang sama juga di pegang pada pengelolaan risiko yang dilakukan di dalam asuransi Syariah, yaitu prinsip sharing of risk. Pada prinsip ini, resiko dibebankan atau dibagi kepada perusahaan dan peserta asuransi itu sendiri. Hal ini berbeda dengan asuransi konvensional yang memberlakukan sistem transfer of risk, di mana resiko dibebankan kepada pihak perusahaan asuransi yang bertindak sebagi penanggung di dalam perjanjian asuransi tersebut.

asuransi-syariah

Dana Tabarru atau yang biasanya dikenal sebagai premi dalam asuransi konvensional adalah kumpulan dana yang dikumpulkan peserta yang bertujuan untuk membayar santunan kepada peserta yang mengalami masalah. Pengelolaan dana pada asuransi ini dilakukan secara Islami yang meniadakan bunga asuransi (Riba), tujuan-tujuan investasi pada bidang perjudian (Maisir), dan menghindari ketidakjelasan (Gharar).

Terdapat pemisahan dana dalam penggunaan dana pada asuransi syariah, yakni dana Tabarru dan dana peserta. Hal ini menghindari adanya dana yang hangus bagi para peserta. Jika salah satu peserta asuransi tidak dapat melanjutkan pembayaran dana maka peserta berhak berhenti berasuransi dengan mendapatkan dana yang telah dikumpulkan selama ini, dengan potongan kecil sesuai dengan perjanjian yang ada.  

Hal ini sangat berbeda dengan asuransi konvensional yang tidak memiliki pemisahan dana. Dana yang terkumpul adalah sepenuhnya milik perusahaan, dimana perusahaan dapat menginvestasikan dana secara bebas. Hal ini membuat dana atau premi yang telah dibayarkan setiap bulannya akan hangus jika peserta asuransi konvensional memutuskan asuransi yang sedang dijalankan.