avatardisplay_general
DISITU
12 Apr 2018

BI Checking Berubah Jadi SLIK OJK, Simak Selengkapnya

https://disituapi.azureedge.net/artikel/660 BI Checking Berubah Jadi SLIK%20OJK Yuk Simak Selengkapnya.jpg

Mulai 2 Januari 2018, operasional sistem BI Checking resmi pindah ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namanya menjadi SLIK OJK. Kini nasabah yang mencari atau mau mengubah data histori kredit perlu datang langsung ke kantor OJK di Jakarta atau di daerah.

Sistem informasi debitur saat ini punya nahkoda baru. Sistem ini telah diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), regulator lembaga keuangan bank dan non bank termasuk bursa. Penyerahan sistem ini secara resmi dilakukan pada akhir Desember 2017, dan secara operasional berlaku efektif mulai 2 Januari 2018.

Sebelumnya sistem informasi debitur diurus oleh Bank Indonesia dengan nama Sistem Informasi Debitur (IDI). Istilah nasabah dan pelaku industri keuangan yang amat terkenal hingga saat ini ialah BI Checking. Istilah ini mengacu kepada database nasabah pemohon kredit yang terkumpul di Bank Indonesia (BI).

Bagi nasabah, sistem informasi debitur memiliki dua fungsi: pertama, mengetahui histori kredit sebelum kamu mengajukan pinjaman atau kartu kredit ke bank. Kedua, memperbaiki histori kredit jika kamu masih tercatat memiliki histori kredit buruk (blacklist) dengan cara menunjukkan bukti dari bank bahwa kamu sudah melunasi kredit namun catatan kreditmu di sistem ini masih belum berubah.

Kini sistem informasi debitur ini telah berubah menjadi SLIK atau Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Semua fungsinya sama dengan BI Checking. Hanya nama layanan yang berubah. Bahkan unit khusus yang menangani laporan pelaku industri keuangan dan melayani permintaan nasabah yang datang masih berada di komplek Bank Indonesia di Jalan Thamrin. Tepatnya di Menara Gedung Radius Prawiro Lt. 2, Komplek Perkantoran BI. Padahal kantor pusat OJK berada di lapangan banteng, dekat Kementerian Keuangan. Tepatnya di bekas kantor Kementerian BUMN lama dan Bappepam LK.

Apa itu SLIK OJK

SLIK OJK adalah sistem layanan informasi nasabah atau debitur yang disediakan oleh OJK untuk para pelaku industri keuangan, bank maupun non-bank seperti lembaga pembiayaan maupun Bank Perkreditan Rakyat, dan nasabah perbankan yang ingin mendapatkan informasi status kredit di sistem perbankan/keuangan.

Baca Juga: Kartu Kredit Cicilan 0% Syarat Mudah Pilihan HaloMoney.co.id di 2018

Dengan sistem ini pelaku industri keuangan memberikan laporan berkala tentang informasi debitur kredit kepada OJK. Nasabah juga bisa mendapatkan informasi di dalam SLIK melalui staf OJK.

SLIK OJK banyak dimanfaatkan langsung oleh pelaku industri jasa keuangan untuk memberikan laporan sekaligus melihat data nasabah pemohon kredit sebelum lembaga keuangan memberikan kredit. Pelaku industri keuangan bisa memanfaatkan situs SLIK OJK di https://slik.ojk.go.id/slik. Selain itu bisa melalui aplikasi Informasi Debitur, disingkat iDeb.

Jika catatan kreditmu baik dan ingin ajukan pinjaman online, manfaatkan layanan perbandingan dan pengajuan pinjaman di HaloMoney.co.id. Bunganya bersaing karena semua pinjaman di HaloMoney.co.id adalah produk dari bank. Ajukan sekarang.

Cara Mendapatkan Informasi Debitur di SLIK OJK

Bagi nasabah yang ingin mendapatkan informasi kredit pribadinya tidak bisa menggunakan situs SLIK dan aplikasi. Nasabah harus datang ke layanan SLIK OJK di Jl Thamrin Jakarta jika kamu berada di Jakarta dan sekitarnya. Jika kamu berada di daerah, datanglah ke kantor-kantor OJK terdekat.

Sebenarnya layanan SLIK OJK bisa melalui telpon ke nomor hotline 157 (sebelumnya 1500655). Nomor hotline ini hanya memberikan informasi dasar, bukan detail. Sebaiknya kamu perlu datang langsung ke kantor OJK, mengingat kamu harus memberikan dokumen pribadi seperti indentitas pribadi.

Hingga saat ini layanan online belum tersedia. Di situs OJK belum tersedia formulir berisi informasi debitur, sebelum kamu datang ke unit layanan SID. Padahal dalam layanan SID sebelumnya, nasabah bisa mengirim email berisi permintaan informasi beserta identitas terlebih dahulu ke Bank Indonesia, lalu kamu mendapatkan konfirmasi bahwa datanya tersedia. Setelah itu kamu datang ke kantor unit informasi debitur.

Jadi saat ini mau tidak mau kamu harus datang ke kantor OJK di Jakarta atau daerah untuk mendapatkan informasi kredit kamu. Berikut tatacara permintaan informasi debitur yang diatur oleh OJK berdasarkan aturan terbaru:

Kamu datang ke kantor OJK di kantor pusat atau di daerah yang terdekat dengan tempat tinggalmu (daftar lengkap kantor OJK ada di bagian bawah tulisan ini)

Siapkan dokumen pendukung permintaan informasi bagi pemohon perseorangan: KTP untuk WNI, dan passpor untuk warga asing.

Pemohon yang ingin mendapatkan informasi debitur badan usaha, menyiapkan: Fotokopi identitas badan usaha dan identitas pengurus dengan menunjukkan identitas asli badan usaha berupa:

* NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) badan usaha

* Akta pendirian perusahaan

* Perubahan anggaran dasar terakhir

OJK akan memeriksa dan meneliti dokumen dan data di sistem informasi debitur. Jika sesuai, staf OJK akan mencetak informasi debitur/nasabah yang meminta informasi.

OJK menyerahkan hasil informasi kepada pemohon informasi beserta tanda terima yang ditandatangani oleh pemohon informasi.

Berikut ini infografis yang dibuat oleh OJK:

Perbedaan SLIK (iDeb) dengan Sistem Informasi Debitur (IDI Historis)?

Perbedaan iDeb dan IDI historis antara lain:

Pada iDeb, informasi agunan berelasi dengan fasilitas yang dijamin dengan agunan tersebut sedangkan pada IDI relasi agunan ke debitur.

Histori kolektibilitas dan hari tunggakan pada iDeb ditampilkan 12 bulan, sedangkan pada IDI histori ditampilkan 24 bulan.

Berikut ini informasi lengkap seputar SLIK OJK yang kini menggantikan BI Checking:

Alamat kantor OJK di pusat dan daerah

Kantor OJK di pusat dan daerah mencapai 35 kantor, usai diresmikan pada awal Januari 2014. Kantor tersebut tersebar di kota-kota besar dan menengah di Indonesia. Kantor-kantor itu terdiri atas enam kantor regional OJK (KROJK) dan 29 kantor OJK (KOJK) di daerah.

Berikut ini rinciannya:

  1. Kantor pusat OJK berlokasi di Gedung Sumitro Djojohadikusumo di Kompleks Perkantoran Kemenkeu, Jakarta.

  2. Kantor Regional 1; DKI Jakarta, mencakup wilayah kerja Jabodetabek, Provinsi Banten, Lampung, dan seluruh provinsi di Kalimantan. Sedangkan kantor OJK berada di Kota Banjarmasin, Bandar Lampung, Pontianak, Samarinda, dan Palangkaraya.

  3. Kantor Regional 2; mencakup wilayah kerja Provinsi Jawa Barat. Adapun lokasi kantor OJK di Kota Cirebon dan Tasikmalaya.

  4. Kantor Regional 3; Surabaya, mencakup wilayah kerja Provinsi Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara. Lokasi kantor OJK berada di Denpasar, Kupang, Mataram, Malang, Kediri, dan Jember.

  5. Kantor Regional 4; Semarang, mencakup wilayah kerja Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Dengan lokasi kantor OJK di Kota Solo, Yogyakarta, Purwokerto, dan Tegal.

  6. Kantor Regional 5; Medan, mencakup wilayah kerja Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Riau, Jambi, Bengkulu, dan Kepulauan Riau. Adapun okasi kantor OJK di Kota Banda Aceh, Padang, Batam, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, dan Palembang.

  7. Kantor Regional 6; Makassar, mencakup wilayah kerja seluruh provinsi di Sulawesi, Maluku, dan Papua. Dan lokasi kantor OJK tingkat kota ada di Kota Jayapura, Ambon, Manado, Palu, dan Kendari.

Wirausaha-Sukses