avatardisplay_general
DISITU
03 Dec 2018

Cara Jual Motor Bekas dengan Harga Tinggi di Jakarta

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201812/181203/Banner/Cara Jual Motor Bekas dengan Harga Tinggi di Jakarta.jpg

Ibukota DKI Jakarta terus mengalami pertumbuhan populasi yang sangat pesat. Fenomena kemacetan dimana-mana tidak dapat menyangkal fakta membludaknya penduduk di ibukota. Banyak orang bilang bahwa masalah utama kemacetan di Jakarta adalah semakin banyaknya pengguna kendaraan roda dua dan empat. Tidak ada yang salah dengan pernyataan tersebut, karena keberadaan KRL dan Transjakarta ternyata belum banyak membantu dalam mengurangi kemacetan. Masih banyak orang bersikeras menggunakan kendaraan pribadi untuk berangkat ke kantor. Jumlah motor dan mobil juga bertambah, seiring dengan menjamurnya ojek aplikasi. Terkadang, banyak orang sudah mulai jenuh karena harus repot naik motor sendiri untuk menuju ke tempat tujuan. Beberapa dari mereka memutuskan untuk menjual motor, dan menggunakan jasa ojek aplikasi dan kendaraan umum seperti Transjakarta yang sudah cukup nyaman dan cepat mencapai tujuan. Tetapi, mereka ragu dengan harga jual motor bekas Jakarta. Calon penjual merasa telah menghabiskan banyak uang untuk angsuran dan biaya perawatan, namun mereka tidak ingin harga jual motor mereka terjun bebas. Pun, mereka paham bahwa harga motor seken pasti turun.

Jika Anda  adalah salah satunya, maka Anda harus cermat dalam mengamati naik turunnya harga motor bekas. Memang, ada beberapa merk motor yang selalu memiliki daya jual tinggi, seperti Honda dan Yamaha. Sedangkan Kawasaki dengan jenis tertentu memang masih memiliki nilai jual tinggi, meskipun terkadang banyak orang ragu untuk membelinya. Hal ini karena spare part asli dari motor merk ini cukup sulit dicari.

jakarta

Jika Anda pemilik motor Honda, terutama motor matic, Anda cukup beruntung. Harga motor bekas Jakarta untuk Beat, Vario dan Scoopy dari berbagai CC masih cukup tinggi. Harga motor seken untuk Beat di Jakarta masih berada di kisaran Rp 10.000.000 hingga Rp 13.000.000 untuk keluaran tahun 2011 keatas. Sedangkan untuk Vario CW di bawah tahun 2010, harga masih berkisar pada angka Rp 5.500.000 sampai Rp 6.000.000. Sedangkan motor seperti Supra X keluaran tahun 2010, misalnya, berharga sekitar Rp 6.000.000.

Bagi Anda pemilik motor dengan merk lain, jangan berkecil hati. Motor milik Anda dapat dijual dengan harga yang pantas. Tetapi, Anda pun harus memerhatikan kondisi fisik serta tampilan motor secara keseluruhan. Kesan pertama selalu penting, meski kenyamanan berkendara juga menjadi pertimbangan.

jakarta

Jika Anda selama ini sudah melakukan perawatan motor secara berkala, Anda bisa menjual harga motor bekas Anda dengan harga yang pantas, dan hindari orang-orang yang menawar dengan harga terlalu murah. Perawatan motor tidak murah, dan Anda masih berhak untuk melepas motor kepada mereka yang bisa membeli dengan harga yang tidak jauh dari penawaran Anda.

Perhatikan pula kelengkapan surat tanda nomor kendaraan atau STNK. Pajak mati dapat mengurangi nilai jual motor Anda, sebagus apapun kondisinya. Pasalnya, banyak orang menghindari ribetnya proses perpanjangan STNK, apalagi perbaharuannya, karena proses tersebut membutuhkan KTP dari pemilik asli motor yang bersangkutan. Memang, ada 'jalan pintas' untuk memperlancar transaksi, namun hal ini banyak dihindari. Tentu tidak disarankan pula, bukan? Apalagi, butuh biaya lebih untuk mengurusnya.

jakarta

Motor bekas Jakarta masih banyak diminati, karena beberapa pendatang sangat memerlukan motor seken, dimana mereka memiliki sejumlah uang tunai, dan tidak dapat mengajukan kredit karena kendala kepemilikan KTP. Biasanya, mereka cenderung untuk membeli motor seken dengan performa mesin yang bagus. Mereka tidak perlu ribet untuk menyewa ojek aplikasi,  karena mungkin tingkat mobilitas mereka yang tinggi.

Mulai sekarang, patut kiranya memerhatikan perawatan motor secara berkala. Selain karena jaminan nilai jual yang tinggi, perawatan motor rutin pun dapat menguntungkan pengguna yang pasti terhindar dari resiko berkendara di jalan raya. Bahkan saat kita tidak hendak menjual motor kita, kita tetap harus memerhatikan performa mesin, penampilan fisik serta legalitas dari STNK dan BPKB motor, demi kebaikan kita sendiri.