avatardisplay_general
DISITU
22 Sep 2018

Cara Terbaik Gadai Sertifikat Rumah Di Bandung

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201809/180922/Disitu_Artikel_180921_2.jpg

Ingin cari cara gadai sertifikat rumah tanpa ribet di Bandung? Dalam transaksi gadai, sebenarnya Anda punya banyak pilihan. Dengan banyaknya jumlah gadai, promosi, dan sistem yang ditawarkan, Anda punya kesempatan menentukan sendiri. Mana sistem gadai yang paling cocok untuk Anda.

Di Indonesia, ada 2 jenis gadai yang paling mainstream, yakni gadai konvensional dan gadai syariah. Gadai konvensional telah lebih awal diterapkan di Indonesia, hukum yang digunakannya lebih komprehensif untuk semua kalangan. Sementara itu, gadai syariah baru-baru ini terkenal, dengan hukum dikhususkan untuk golongan yang menerima hukum Islam. Tapi sebenarnya, mana sistem yang lebih baik? Mana sistem yang paling dapat menjamin gadai sertifikat rumah tanpa ribet di Bandung? Ini informasinya.

Perbedaan Sistem Konvensional Dan Syariah Dalam Gadai Sertifikat Rumah Tanpa Ribet Di Bandung

Gadai konvensional dan gadai syariah memiliki landasan konsep yang berkebalikan. Meskipun dalam penerapannya, sebenarnya gadai konvensional dan gadai syariah hanya berbeda di akad dan kehati-hatian kalimat. Supaya pertimbangan Anda bisa lebih jauh, berikut kami terangkan lebih detil tentang perbedaan gadai konvensional dan syariah :

Gadai Rumah

1. Konsep

Konsep dasar gadai konvensional berdasarkan pada undang-undang yang ditetapkan oleh pemerintah (dengan kata lain, manusia). Di Indonesia, peraturan gadai konvensional ditetapkan oleh UU No. 9 tahun 1969 tentang Pegadaian. Sedangkan landasan gadai syariah diambil dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Dalam Islam, gadai merupakan transaksi yang dianjurkan sehingga banyak terdapat dalil menerangkan langkah-langkahnya. Tapi dasar utama penerapan gadai syariah yang utama adalah QS. Al-Baqarah ayat 283.

Gadai Rumah

2. Tata Cara Transaksi

Sebenarnya dari segi tata cara transaksi, gadai konvensional dan syariah tidak menawarkan cara yang terlalu berbeda. Perbedaannya hanya terletak di keberadaan akad. Dalam gadai syariah, transaksi gadai antara nasabah dan penerima gadai dilakukan dengan adanya akad. Akad merupakan pernyataan ijab (menyerahkan) – qabul (menerima) atas barang yang dijadikan marhun (jaminan). Akad dalam gadai syariah ada 2 jenis, yakni akad rahn dan akad ijarah.

Gadai Rumah

 3. Bunga

Ini merupakan perbedaan terbesar antara gadai konvensional dan gadai syariah. Dalam gadai konvensional, pengenaan bunga merupakan hal yang wajar. Karena anggapannya, bunga merupakan biaya karena penerima gadai telah meminjamkan uang. Atau jika tidak demikian, anggapannya uang memiliki Future Value, yang membuat nilai uang saat ini akan turun di masa depan. Sementara berbeda jauh dengan syariah. Gadai syariah tidak menarik bunga semacam itu.

Gadai Rumah

 4. Pembayaran Biaya

Dalam gadai konvensional, pembayaran biaya-biaya dibedakan dengan bunga yang telah diambil. Namun dalam gadai syariah, pembayaran biaya-biaya tersebutlah yang ditarik oleh penerima gadai. Sebagai “balas jasa” karena telah memeliharakan barang gadai, maka penerima gadai akan menetapkan biaya pemeliharaan. Biaya ini bisa ditimpakan di 2 waktu. Pertama, di awal penyerahan barang gadai (akad rahn). Kedua, di akhir saat barang gadai akan ditebus (akad ijaroh).

Gadai Rumah

5. Keleluasaan

Secara jenis dan sebaran transaksi, gadai konvensional tidak seluas gadai syariah. Berdasarkan kesepakatan ulama, gadai syariah dalam penerapannya dapat diperluas dengan menggunakan berbagai akad. Misalnya seperti akad musyarokah, wadi’ah, dan mudharabah. Kebebasan jenis akad ini memberikan kemudahan bagi nasabah. Misalnya, nasabah ingin transaksi gadainya berakad mudharabah. Maka penerima gadai tidak perlu menetapkan biaya pemeliharaan. Karena biayanya telah didapat dari bagi hasil yang diterima dalam akad.

Gadai Rumah

6. Jaminan Keamanan

Untuk jaminan keamanan secara legal, saat ini peraturan pemerintah yang ditetapkan untuk gadai syariah belum sekuat gadai konvensional. Ini menjadi kelemahan bagi orang-orang yang ingin melakukan gadai syariah. Jika suatu saat ada kerancuan dalam pelaksanaan sistem syariah dalam pegadaian, maka pemecahannya belum bisa mendetail. Karena hukum gadai syariah di Indonesia masih bersifat global