avatardisplay_general
DISITU
12 Oct 2018

Fitur Keamanan pada Pecahan Uang Baru Indonesia

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201810/181012/Fitur%20Keamanan%20pada%20Pecahan%20Uang%20Baru%20Indonesia.jpg

Uang adalah alat utama dalam transaksi jual-beli. Setiap orang pasti membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan untuk tabungan hari tua. Uang sendiri seringkali dianggap sebagai tolak ukur kesejahteraan masyarakat. Karena nilai uang yang sangat penting inilah, banyak oknum yang memalsukan uang demi keuntungan pribadi. Banyak orang yang tidak bisa membedakan uang asli dengan yang palsu.

Karena itulah Bank Indonesia selalu meningkatkan pengaman pada uang rupiah seperti yang dilakukan pada uang baru yang diluncurkan tahun 2016. Menurut BI, edisi uang rupiah terbaru ini dibuat dengan sistem keamanan yang lebih kuat sehingga jauh lebih sulit untuk dipalsukan. Saking amannya, uang rupiah baru ini disebut sebagai uang teraman di dunia. Berikut adalah fitur keamanan dan bagaimana cara mengenalinya.

Color Shifting

Keuangan

Color shifting atau perubahan warna memungkinkan masyarakat untuk mengetahui keaslian uang dari perubahan warna yang terjadi jika uang baru dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Fitur ini termasuk fitur Level 1 (terbuka) di mana unsur pengaman dapat dideteksi secara langsung tanpa bantuan alat. Jadi, masyarakat dapat mengenali keaslian uang dengan mata telanjang.

Rainbow Feature

Keuangan

Sama halnya dengan Color Shifting, Rainbow Feature adalah unsur pengamanan yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Ketika uang dilihat dari sudut pandang tertentu, Anda akan melihat gambar tersembunyi multi warna berupa angka nominal.

Latent Image

Keuangan

Anda bisa melihat gambar tersembunyi berupa angka nominal di bagian belakang dan teks BI pada bagian depan jika uang dilihat dari sudut pandang berbeda.

Ultra Violet Feature

Keuangan

Jika ketiga fitur keamanan sebelumnya bisa dilihat dengan mata, UV fitur ini merupakan fitur keamanan level 2 yang hanya bisa dilihat dengan kaca pembesar di bawah sinar UV. Sebenarnya pada uang rupiah sebelumya, fitur ini sudah ada tetapi untuk uang baru, desain UV lebih diperkuat lagi. Biasanya toko-toko mengecek keaslian uang dengan cara ini karena tidak memungkinkan untuk menerawang atau melihat uang per lembar secara detail.

Rectoverso

Keuangan

Fitur pengaman uang baru berupa Rectoverso bisa dilihat dengan cara diterawang di mana akan terbentuk gambar saling isi berupa logo Bank Indonesia. Fitur ini sudah banyak diterapkan pada uang kertas negara-negara di dunia. Rectovorso merupakan teknik cetak khusus yang dibuat dengan alat cetak presisi tinggi. Karena uang dengan unsur Rectovorso cukup sulit untuk dibuat, uang baru Indonesia pun sangat sulit dipalsukan.

Tactile Effect

Keuangan

Fitur keamanan Tactile Effect ditujukan untuk penyandang tuna netra. Pada uang rupiah edisi lama pun, fitur ini sudah ada. Tetapi pada uang baru, BI melakukan perubahan desain pada blind code dengan menyempurnakan tactile effect atau efek rabaan sehingga lebih mudah dirasakan oleh penyandang tuna netra. Selama ini mereka seringkali menjadi sasaran penipu. Namun sekarang, penyandang tuna netra tidak perlu khawatir lagi karena uang baru dilengkapi dengan blind code yang lebih terasa ketika diraba.

Selain keenam fitur pengaman uang baru tersebut, ada juga fitur standar yang sudah ada sejak dulu yaitu benang pengaman dan tanda air berupa gambar pahlawan. Dengan adanya fitur-fitur pengaman, diharapkan angka pemalsuan uang dapat ditekan. Masyarakat sendiri diharapkan agar lebih berhati-hati dan bisa mengecek keaslian uang baru yang mereka dapat. Hampir semua fitur keamanan yang dijelaskan di atas dapat dilihat dengan mata telanjang sehingga mempermudah masyarakat untuk mengecek secara langsung,