avatardisplay_general
DISITU
04 Sep 2018

Informasi Sebelum Gadai Sertifikat Rumah Di Leasing

https://disituapi.azureedge.net/A/Img/1809/180904/Informasi Sebelum Gadai Sertifikat Rumah Di Leasing.jpg

Walaupun leasing tidak banyak memiliki layanan ini karena membutuhkan proses yang lama. Karena membutuhkan pengecekan keaslian surat-suratnya. Dan alasan lainnya karena proses penjualan kembali juga termasuk sulit dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Biasanya yang bisa menerima dana dari leasing adalah konsumen yang memiliki syarat segaris saja dengan pinjaman yang diajukan. Namun dengan menggunakan gadai sertifikat rumah di leasing tentunya memiliki harga yang tinggi. Karena tidak mungkin debitur melakukan penggadaian apabila tidak ada kebutuhan mendesak. Serta debitur juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaminkannya. Biasanya yang melakukan gadai sertifikat rumah pada pihak leasing adalah debitur dengan kebutuhan dana jumlah besar dan tidak mendesak. Berikut informasi yang Anda perlu ketahui sebelum menggadaikan sertifikat rumah di leasing.

1. Spesifikasi Fisik Rumah

Pihak leasing juga memiliki ketentuan untuk memilih rumah yang bisa ikut dalam kriteria gadai sertifikat rumah di leasing. Rumah yang bisa digadaikan ke pihak leasing yaitu rumah yang memiliki akses jalan yang mudah di jangkau dengan berbagai kendaraan. Selain itu yaitu rumah yang memiliki standar kondisi layak huni karena hal ini juga menjadi pertimbangan jika suatu saat pihak peminjam tidak bisa melunasi. Maka rumah tersebut bisa dijual kembali oleh pihak leasing. Dan yang terakhir yaitu rumah yang tidak berada dalam daerah sengketa. Karena jika di daerah rumah sedang terjadi sengketa maka tidak akan ada yang mau membeli rumah tersebut. Karena tidak aman jika dihuni.

2. Berkas Yang Harus Dimiliki Oleh Rumah

Memiliki sertifikat asli yang bisa dijaminkan oleh pihak leasing ketika Anda melakukan gadai sertifikat rumah di leasing. Serta Anda juga perlu menyerahkan PBB (Pajak Bumi Bangunan) kepada pihak leasing. Untuk membuktikan bahwa rumah tersebut teratur membayar PBB selama 2 tahun terakhir. Dan yang terakhir yaitu Anda dijadikan pemohon dalam nama sertifikat SHM tersebut.

3. Menyerahkan Berkas Perseorangan

Jika Anda ingin gadai sertifikat rumah di leasing ada beberapa persyaratan yang harus Anda penuhi. Salah satunya yaitu menyerahkan data diri secara lengkap. Data yang dibutuhkan yaitu fotokopi KTP suami istri, fotokopi KK, akta nikah, NPWP, slip gaji, print out buku tabungan, serta SKU bagi pengusaha. Pihak leasing sangat membutuhkan informasi mengenai gaji serta tabungan Anda. Karena dengan informasi tersebut pihak leasing dapat memperkirakan seberapa besar kemampuan Anda mencicil tagihan setiap bulannya. Pastikan semua data tersebut harus Anda lengkapi dan mengikuti secara benar metode gadai di leasing agar cepat diterima. Dan tentunya jika proses verifikasi cepat selesai mak dana yang cair pun juga akan cepat.

4. Non BI Checking

BI checking merupakan laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang berisi riwayat pinjaman atau kredit. Riwayat baik buruknya kredit nasabah terdata dalam data BI checking pada suatu sistem yang disebut Sistem Informasi Debitur (SID). Sistem laporan ini bisa diakses dengan mudah oleh seluruh bank di Indonesia maupun lembaga keuangan non bank. Jika suatu bank atau lembaga keuangan sudah menjadi anggota SID maka akan dengan mudah melihat riwayat kredit nasabah nya. Namun untuk pihak leasing tidak melakukan hal ini. Karena pihaknya tidak menentukan cair nya dana dari riwayat debitur nya. Karena dengan melihat BI checking maka orang-orang yang memiliki masalah dalam membayar kredit akan sulit mendapat pinjaman lagi.

5. Bunga Ringan

Pihak leasing memberikan bunga kira-kira 0.9% dan dalam jangka waktu 60 bulan. Hal itu tentu akan sangat membantu pihak debitur. Selain cicilan ringan setiap bulannya jangka waktu pelunasan nya juga panjang. Maka pihak debitur gadai sertifikat rumah di leasing tidak akan terbebani. Karena uang hasil gadai bisa dimaksimalkan untuk usaha agar pinjaman dapat segera lunas pada pihak leasing dalam jangka waktu yang telah ditentukan.