avatardisplay_general
DISITU
17 Sep 2018

Ini Dia Hukum Gadai Motor Dalam Agama Islam

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201809/180917/Ini%20Dia%20Hukum%20Gadai%20Motor%20Dalam%20%20Agama%20Islam.jpg

Saat ini, gadai motor banyak dilakukan oleh sebagian masyarakat yang sedang membutuhkan dana secara cepat. Sebab, motor merupakan barang yang umum dimiliki oleh setiap orang ada era modern seperti sekarang ini. Pada umumnya mereka membutuhkan dana karena begitu banyaknya kebutuhan mereka. Namun di samping untuk menutupi kebutuhannya tersebut, tak jarang pula ada yang menanyakan bagaimana sebenarnya hukum gadai motor dalam islam. Untuk itu, berikut ini akan menjelaskan bagaimana hukum gadai motor dalam Islam.

Hukum Gadai Motor Dalam Syariat Islam

Sebagian ulama telah berpendapat mengenai hukum gadai bahwa sebenarnya hukumnya diperbolehkan. Hal tersebut didasari oleh beberapa dalil diantaranya adalah : Dalil dari al-Qur’an yang menyatakan “Dan jika kamu dalam perjalanan (dan sedang bertransaksi tidak secara tunai), sedang kamu tak mendapati penulis, maka hendaklah ada barang gadai (tanggungan) yang dipegang”. (QS. Al-Baqarah 2:283).

Dari penjelasan dalil tersebut, dapat disimpulkan bahwa menggadaikan motor berarti diperbolehkan dalam agama Islam. Adapun beberapa hal yang menjadikan hukum gadai motor dalam islam di perbolehkan dikarenakan hal berikut :

1. Diperbolehkan Saat Safar Dan Tidak Safar

Bolehnya pegadaian saat tidak safar diperkuat oleh perkataan zhahir hadits Aisyah Radhiyallahu’anha. Beliau mengatakan bahwa Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam menggadaikan perisai perangnya saat beliau sedang berada di Madinah. Hal ini menunjukkan bahwa bahwa Nabi melakukannya saat tidak safar. Dan bolehnya pegadaian saat sedang safar diperkuat oleh arti gadai itu sendiri yang artinya yaitu “barang yang dijadikan jaminan hutang”. Hal tersebut adalah isyarat inti dari pegadaian untuk jaminan sama saja saat tidak safar maupun sedang safar.

2. Barang Yang Boleh Digadaikan

Sesuatu yang dapat diperjualbelikan berarti bisa dijadikan sebagai barang jaminan atau digadaikan. Sehingga apa saja yang tidak boleh diperjualbelikan berarti tidak boleh pula dijadikan sebagai barang jaminan. Hal tersebut disebabkan tujuan dari menggadaikan sesuatu adalah sebagai jaminan apabila tidak mampu melunasi hutangnya sehingga barang jaminan itu dapat dijual untuk melunasi hutang tersebut. Dal hal itu akan terwujud pada barang yang dapat diperjualbelikan.

3. Yang Menanggung Biaya Perawatan Selama Digadaikan Adalah Pemilik Barang

Apabila barang yang dijaminkan membutuhkan biaya untuk perawatan, maka biaya tersebut ditanggung oleh si pemilik barang. Sebab, pada asalnya menanggung semua kerugian serta mempunyai segala hasil keuntungan yang ditimbulkan oleh barang tersebut. Jadi biaya perawatan haruslah ditanggung oleh si pemilik barang.

4. Apabila Jatuh Tempo Pembayaran Hutang

Apabila telah tiba jatuh tempo dan pemilik barang telah mempunyai harta maka diharuskan untuk si pemilik barang agar segera melunasinya. Selain itu dia juga harus mengambil kembali barang jaminannya. Sebab inilah yang menjadi kewajiban setiap orang yang memiliki tanggungan.

5. Siapa Pemegang Barang Gadai?

Pada dasarnya, yang berhak untuk membawa barang gadaian adalah dia yang telah memberikan pinjaman sesuatu kepada pemilik barang gadai. Sebab barang gadai tersebut adalah sebagai jaminan hutang yang ia berikan kepada peminjam. Dan pemegangan barang dilakukan oleh seorang yang memberi pinjaman sesuatu kepada penggadai jika kedua pihak saling mempercayai. Namun, barang jaminan akan dipegang oleh pihak ketiga apabila salah satu pihak merasa tidak aman dan tidak percaya kepada pihak yang satunya.

Itulah ulasan mengenai hukum gadai motor dalam agama Islam. Jadi kesimpulannya adalah diperbolehkan apabila ingin melakukan penggadaian motor. Bagi Anda yang ingin menggadaikan motor atau barang lainnya bisa menggunakan jasa disitu.com. Melalui disitu.com, Anda dapat menggadaikan barang secara online sehingga prosesnya cukup mudah dan praktis.