Dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 2018, semua data pengajuan yang masuk melalui DISITU.COM akan diproses kembali pada tanggal 19 Juni 2018. DISITU.COM mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H

05 December 2017 00:00

Jenis-Jenis Pajak di Indonesia yang Perlu Kamu Ketahui

DISITU

64.5 jenis pajak di indonesia

Pajak merupakan hak dan kuwajiban warga Negara. Di mana seseorang bisa memperoleh penghasilan sebanyak-banyaknya namun tetap menyerahkan sebagian penghasilan tersebut kepada Negara. Sebagian penghasilan tersebut selanjutnya akan di gunakan oleh Negara demi kesejahteraan bersama. Secara umum terdapat dua tipe pajak di Indonesia, yang membedakan adalah lembaga pengelolanya, pajak tersebut adalah pajak pusat dan pajak daerah. Pajak pusat merupakan pajak yang di kelola oleh pemerintah pusat melalui direktorat jenderal pajak – departemen keuangan. Sedangkan pajak daerah merupakan pajak yang di kelola oleh pemerintah daerah tingkat provisi atau kota. Berikut jenis-jenis pajak yang ada di Indonesia.

Jenis-jenis Pajak di Indonesia

  1. Pajak Pendapatan

Pajak pendapatan atau yang lebih dikenal dengan (PPh) merupakan pajak yang dikenakan kepada perseorangan atau individu atas penghasilan yang diterimanya. Menurut pajak penghasilan pasal 25, pajak penghasilan adalah pajak yang di bebankan untuk individu, perusahaan atau badan hukum atas penghasilan yang di peroleh.

Pada awalnya pajak penghasilan hanya diterapkan pada perusahaan perkebunan yang berada di Indonesia.  Pajak tersebut di namakan dengan pajak perseroan atau PPs. Kemudian, akhirnya di tetapkan pajak yang di kenakan untuk individu atau karyawan yang bekerja pada perusahaan. Pajak ini ditujukan pada orang Indonesia ataupun orang yang bukan berasal dari Indonesia namun memiliki pendapatan di Indonesia. Oleh karena itu kini setiap majikan atau kepala perusahaan harus memotong gaji pengawai mereka untuk membayar pajak atas gaji yang diterimanya.

  1. Pajak Pertambahan Nilai

Dari sekian banyak jenis pajak, mungkin pajak pertambahan nilai atau PPN merupakan salah satu pajak yang banyak diketahui karena sering tertulis di tagihan pembayaran ketika berbelanja. Pada dasarnya PPN merupakan pajak atas transaksi jual beli yang di lakukan oleh individu atau badan. Untuk tarif pajak pertambahan nilai sendiri adalah 10%, namun untuk ekspor barang kena pajak berwujud, ekspor barang kena pajak tidak berwujud, dan ekspor jasa kena pajak maka besar tarifnya 0%.

  1. Pajak Atas Penjualan Barang Mewah

PPnBm adalah kependekan dari pajak atas penjualan barang mewah yang dikenakan pada barang-barang mewah yang di lakukan oleh pengusaha untuk mengimpor atau menghasilkan barang tersebut. Barang-barang yang kena pajak PPnBm misalnya barang yang bukan kebutuhan pokok, barang yang di konsumsi oleh masyarakat tertentu saja, barang yang dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi dan barang yang menunjukkan suatu kelas sosial.

  1. Bea Materai

Bea materai merupakan pajak yang dikenakan atas dokumen. Dokumen di sini merupakan dokumen bersifat perdata dan dokumen untuk pengadilan. Nilai bea cukai tergantung pada dokumen dan penggunaan dokumen, ada dua jenis nilainya yaitu 3 ribu dan 6 ribu rupiah. Bea materai tidak memerlukan nomor identitas objek dan wajib pajak. Pembayarannya lebih dulu dari pada saat terutang dan waktu pembayarannya dilakukan secara isidentil atau tidak terikat waktu.

  1. Pajak Bumi dan Bangunan

Pajak bumi dan bangunan atau PBB merupakan pajak yang dikenakan atas kepemilikan dan pemanfaatan tanah atau bangunan. Seluruh hasil penerimaan PBB di berikan kepada pemerintah daerah provinsi atau kabupaten. Keadaan dari subjek pajak tidak ikut menentukan besaran dari pajak. Objek dari pajak bumi dan bangunan di bedakan menjadi dua. Yaitu objek pajak standar dengan luas tanah kurang dari 10.000 meter persegi. Sedangkan objek pajak non standart adalah bangunan yang memiliki luas tanah lebih dari 10.000 meter persegi.