avatardisplay_general
DISITU
13 Jan 2019

Ketahui Sejarah Asuransi Syariah Sebelum Menjadi Nasabah

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201901/190113/Banner/ketahui sejarah asuransi syariah sebelum menjadi nasabah.jpg

Asuransi syariah sampai dengan saat ini memang masih sangat diminati oleh sebagian besar masyarakat, mengingat prinsip yang digunakan berbasis syariah sehingga tidak melanggar aturan dan ketetapan Islam. Sejarah asuransi syariah sendiri dimulai dari tahun 1979, pada saat sebuah perusahaan asuransi jiwa yang ada di Sudan, yaitu Sudanese Islamic Insurance secara pertama kali memperkenalkan produk asuransi syariah. Kemudian pada tahun yang sama, sebuah perusahaan asuransi yang ada di Uni Emirat Arab juga memperkenalkan produk asuransi syariah pada wilayah Arab. Kemudian di tahun 1981, perusahaan asuransi jiwa yang ada di Swis dengan nama Dar Al-Maal Al-Islami juga memperkenalkan asuransi syariah yang ada di Jenewa. Kemudian diiringi dengan penerbitan asuransi syariah kedua yang ada di Eropa yang mana diperkenalkan oleh Islamic Takafol Company yang ada di Luksemburg di tahun 1983. Dan bersamaan dengan hal tersebut suatu perusahaan asuransi syariah yang bernama Islamic Takafol & Re-Rakafol Company didirikan pada Kepulauan Bahamas di tahun 1983. Begitupula dengan Bahrain, sebuah perusahaan asuransi syariah, Syarikat Al-Takafol Al-Islamiah Bahrain juga didirikan di tahun 1983. Dan untuk Asia, asuransi syariah pertama kali diperkenalkan di Negara Malaysia di tahun 1985 melalui perusahaan Takaful Malaysia. Dan sampai dengan saat ini asuransi syariah semmakin dikenal luas serta banyak diminati oleh masyarakat dan beberapa negara baik itu muslim maupun non muslim.

Tentang Asuransi Syariah

asuransi

Asuransi syariah berdasarkan Dewan Syariah Nasional serta Majelis Ulama Indonesia merupakan sebuah usaha untuk saling melindungi serta tolong menolong di antara sejumlah orang dengan melalui investasi di dalam bentuk aset atau tabarru’ yang mana memberikan pola pengembalian untuk bisa menghadapi resiko tertentu dengan akad yang sudah disesuaikan dengan syariah. Bisa juga sebuah sistem yang mana peserta mendonasikan sebagian maupun semua kontribusi atau premi yang dibayarkan oleh mereka digunakan untuk membayar klaim atas musibah yang dialami oleh peserta lainnya. Peranan dari perusahaan asuransi syariah sendiri memang terbatas karena hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelola dan juga menginvestasikan dana dari kontribusi peserta itu sendiri. Dengan demkian pada asuransi syariah ini, perusahaan hanya bertindak sebagai pengelola saja tidak untuk menanggung seperti asuransi konvensional.

Tabarru’

asuransi

Sedangkan untuk Tabarru’ sendiri merupakan sebuah sumbangan atau hibah kebajikan yang diberikan serta diikhlaskan oleh peserta asuransi syariah jika memang sewaktu – waktu akan digunakan untuk membayarkan klaim ataupun manfaat asuransi yang lainnya. Dengan dana tabarru’ ini, maka semua dana untuk menanggung resiko akan dihimpun oleh peserta itu sendiri. Dengan demikian kontrak polis di asuransi syariah menempatkan peserta sebagai pihak yang mana menanggung resiko, bukan perusahaan asuransi. Dan untuk dana yang ada di perusahaan asuransi tersebut tentu saja harus dikelola dengan baik, baik itu dari segi administratif ataupun investasi. Dimana perusahaan asuransi syariah akan mengelola dana dengan sesuai ketentuan Islam.

 

Baca juga: Beberapa Kebijakan Dan Rute Alternatif Ganjil Genap

 

Azaz Asuransi Syariah

asuransi

Dan untuk azaz yang mana mendasari asuransi syariah sendiri merupakan azaz jaminan bersama. Hal tersebut tercermin dari penyertaan dari para peserta di dalam bentuk hibah maupun sumbangan di dana tabarru’ yang didasari pada azaz sukarela serta sudah disetujui bersama. Dan pada prakteknya, kedua azaz tersebut untuk pelaksanaan yang diterapkan juga menggunakan rekening tabarru’ untuk wadah saling tolong menolong antar peserta asuransi.

Jadi itulah tentang asuransi syariah dan sejarah asuransi syariah yang bisa Anda ketahui, jadi Anda tak perlu khawatir lagi jika ingin mengajukan asuransi syariah.