avatardisplay_general
DISITU
17 Nov 2018

Konsep Dasar Asuransi Syariah Yang Harus Dimengerti

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201811/181117/Banner/Konsep%20Dasar%20Asuransi%20Syariah%20Yang%20Harus%20Dimengerti.jpg

Asuransi Syariah merupakan produk asuransi yang mulai popular di tahun 1990 hingga awal 2000-an. Produk ini berkembang seturut dengan banyaknya penawaran tabungan Syariah yang berkembang di Indonesia. Saat ini sudah banyak produk asuransi Syariah yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia.

Banyak orang masih berfikir bahwa produk asuransi Syariah adalah haram karena merupakan bisnis yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dalam segi finansial. Namun sebelum Anda menarik kesimpulan seperti itu, simaklah penjelasan dibawah ini agar Anda mengetahui dengan jelas konsep dasar dari asuransi Syariah ini.

Dari istilahnya, Syariah mencakup seluruh aktivitas muslim terkait perilaku baik dan buruk serta halal dan haram. Syariah bertumpu pada iman dan akhlak serta hubungan dengan sesama manusia. Walaupun produk ini difokuskan untuk menjangkau umat muslim, masyarakat non-muslim juga diperbolehkan untuk mengikuti program asuransi Syariah dengan menaati aturan-aturan yang ada.

Konsep Dasar

asuransi-syariah

Konsep dasar dari asuransi Syariah adalah kerjasama untuk saling melindungi dan tolong-menolong. Dalam hal ini, anggota asuransi diharapkan menolong sesama yang menghadapi musibah melalui perjanjian yang disepakati bersama tanpa mengharapkan keuntungan sepihak.

Pengelolaan dana dari asuransi ini menggunakan prinsip Mudharabah melalui investasi Syariah. Hal ini artinya bahwa dana yang terkumpul pada asuransi Syariah ini dilarang untuk digunakan ataupun diinvestasikan pada hal-hal yang tidak baik, contohnya perjudian, barang haram dan hal-hal berbau maksiat. Bunga atau riba juga tidak diperbolehkan didalam asuransi ini.

Lalu, bagaimana cara perusahaan mendapatkan keuntungan?

asuransi-syariah

Asuransi ini memiliki sistem bagi hasil. Jadi, hasil dari dana yang telah diinvestasikan akan dibagi rata antara anggota-anggota dan perusahaan asuransi. Kembali ke prinsip dasar bahwa nilai yang ditekankan adalah tolong menolong tanpa mengharapkan keuntungan yang bersifat merugikan anggota lainnya.

Sama seperti keuntungan yang diterima bersama, resiko dari kerugian perusahaan juga akan di tanggung bersama oleh setiap anggota asuransi. Hal ini juga berarti bahwa setiap klaim asuransi yang diproses menggunakan dana tanggungan setiap anggota.  Namun tenang saja, sebab setiap aktivitas keuangan yang dilakukan di dalam asuransi ini berada dibawah pengawasan langsung Dewan Pengawas Syariah (DPS), yang memastikan bahwa dana akan dipergunakan dengan baik menurut konsep Syariah.

Dana Asuransi

asuransi-syariah

Berbeda dengan asuransi konvensional atau asuransi biasa dimana dana adalah sepenuhnya milik perusahaan, perusahaan asuransi Syariah hanya memiliki hak untuk memegang dana tanpa hak memiliki. Jadi, jika perusahaan asuransi konvensional menggunakan dana untuk berinvestasi dan hasilnya adalah milik perusahaan, sebaliknya perusahaan asuransi Syariah akan bertanggung jawab mengelola dana demi keuntungan semua pihak.

Selain itu jika terdapat anggota asuransi yang tidak dapat melanjutkan pembayaran premi bulanan, maka anggota berhak untuk mendapatkan pengembalian dana premi yang telah Ia keluarkan. Dalam hal ini, anggota tersebut hanya cukup membayar potongan kecil berupa dana tabarru.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa asuransi Syariah bukanlah asuransi yang haram. Karena asuransi ini dijalankan dengan konsep yang baik, sesuai dengan ajaran agama Islam dan ditujukan untuk saling tolong menolong antar setiap anggotanya. Namun Anda tetap perlu waspada sebelum memilih asuransi Syariah yang Anda inginkan supaya tidak terjebak pada penipuan berkedok asuransi.