04 January 2018 00:00

Menelusuri Seputar Aturan Hukum Islam Kredit Pinjaman Emas

DISITU

127.%20Aturan Hukum Islam Kredit Pinjaman Emas.jpg

Islam adalah agama yang sempurna, karena semua tatanan kehidupan mempunyai aturan sendiri. Dalam setiap sendi kehidupan umat islam mempunyai pedoman dalam melangkah dan mengambil keputusan. Tak terkecuali dengan kegiatan pinjam-meminjam uang yang mungkin masih banyak yang memperdebatkan hal tersebut. Kenapa dalam umat islam ada ketentuan melakukan jual beli? Karena jika tidak ada aturannya maka manusia dapat berbuat sewenang-wenang tanpa memikirkan lain pihak. Dalam pembahasan kali ini akan membahas lebih dalam mengenai Hukum islam kredit pinjaman emas, berikut ulasannya selengkapnya.

Pengertian Dan Aturan Hukum Islam Kredit Pinjaman Emas

Dalam bahasa Arab kredit mempunyai istilah “Taqsith” yang berartikan membagi dalam beberapa bagian. Sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia kredit berarikan pinjaman uang dengan pembayaran diangsur, ataupun cara menjual barang dengan pembayaran tidak tunai. Dari berbagai pengertian yang ada dapat disimpulkan bahwa kredit adalah sebuah transaksi jual beli atau pinjam meminjam dengan cara pembayaran diangsur dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh kedua belah pihak. Dalam agama islam kredit tergolong dalam hutang piutang.

Hukum kredit dalam agama islam adalah mubah atau dibolehkan,  dalam Al Qur’an kegiatan bermuamalah telah diterangkan dalam Qs. AL Baqarah {1} : 282. Penjelasan dari Qs. Al Baqarah {1} : 282 dapat kita simpulkan  bahwa “ Al Qur’an membolehkan umatnya melakukan utang piutang, dan hutang tersebut harus dicatat dengan rinci agar tidak menjadi perdebatan dalam kemudian hari. Menghadirkan 2 saksi laki-laki atau 1 laki-laki dan 2 perempuan agar ketika salah satu dari pihak berhutang atau pemberi hutang lupa, para saksi dapat menjadi penerang keduanya. Ketika membuat catatan hutang ataupun kesepakatan harus melibatkan pihak yang berhutang agar lebih transparan. Jika pihak berhutang tidak paham dengan kesepakatan yang telah ditentukan dapat menyertakan wali sebagai perwakilannya dalam membuat kesepakatan. Hal tersebut dilakukan agar hutang piutang tidak menimbulkan permasalahan yang berkepanjangan.

Selain dalam Al Qur’an yang menerangkan tentang muamalah, hadis nabi juga menerangkan tentang hukum kredit. Hadis nabi tersebut berbunyi  Aisyah RA, mengatakan bahwa “Rasulullah SAW pernah membeli bahan makanan pada seorang yahudi dan beliau membayarnya dengan berhutang  dan juga pernah menggadaikan perisai  padanya” (H.R Bukhairi dan muslim ). Dalam hadis tersebut dapat menggambarkan bahwa Rasulullah pernah berhutang dan juga pernah menggadaikan baju perang yang dimilikinya sebagi jaminannya.

Tata cara melakukan kredit atau hutang piutang adalah

  1. Kredit Ataupun Pinjaman Sesuai Ketentuan Islam

Dalam agama islam melakukan kredit terhadap bahan yang tahan lama seperti emas, perak, gandum, garam, beras, ataupun kurma tidak diperbolehkan. Kenapa tidak diperbolehkan ? karena barang-barang tersebut adalah barang yang serig mengalami perubahan harga dan ditakutkan akan mengakibatkan terjadinya riba. Akan lebih baik untuk membeli barang-barang tersebut dengan cara tunai.

  1. Jual Beli Hutang Dan Penundaan Pemberian Barang

Di dalam islam dilarang jual beli secara kredit yang menunda pemberian barang yang telah dipesan. Para ulama masih memperdebatkan masalah tersebut, namun praktek jual beli tersebut tetap tidak diperbolehkan.

  1. Menggunakan Akad Yang Jelas

Jika melakukan kredit tanpa adanya akad dari kedua belah pihak adalah tidak diperbolehkan, karena dapat menjadikan transaksi menjadi bermaslah. Namun jika kedua belah pihak telah sama-sama menyepakati  cara pembayaran kredit/tunai, jangka waktu pembayaran, maka kegiatan kredit diperbolehkan. Pada dasarnya kredit diperbolehkan, ketentuannya adalah barang yang tidak tahan lama/barang yang dijadikan alat tukar, tidak mendatangkan riba, tidak merugikan salah satu pihak dan adanya akad yang jelas.

Itulah beberapa  pandangan mengenai  Hukum islam kredit pinjaman emas. Sebagai umat muslim kita harus berhati-hati dalam setiap langkah yang kita ambil, karena akan berdampak besar di kehidupan yang mendatang.

 cari-kredit-DISITU-pilihanmu