avatardisplay_general
DISITU
09 Sep 2018

Meminimalisir Resiko Gadai Sertifikat Rumah Jogja

https://disituapi.azureedge.net/A/Img/1809/180909/Meminimalisir Resiko Gadai Sertifikat Rumah Jogja.jpg

Memiliki rumah sendiri apalagi hak milik sendiri merupakan sebuah keuntungan yang sangat besar. Karena selain bisa dijadikan tempat tinggal bisa juga dijadikan tempat usaha. Keuntungan lainnya yaitu sertifikatnya dapat dijadikan sebagai alat gadai sertifikat rumah Jogja apabila memiliki keperluan mendesak. Karena nilai jual sertifikat rumah jauh lebih mahal dari investasi properti lainnya jika digunakan sebagai  jaminan. Namun ada beberapa resiko yang perlu Anda ketahui sebelum menggadaikan sertifikat rumah. Karena rumah merupakan aset yang paling penting dalam hidup. Jadi Anda harus memikirkan nya secara matang-matang apakah Anda yakin menggadaikan aset terpenting bagi Anda dan keluarga Anda. Anda juga harus memikirkan apakah Anda sanggup mengembalikan pinjaman jika dana dari gadai sertifikat sudah cair. Berikut beberapa hal yang bisa meminimalisir resiko gadai sertifikat rumah yang wajib Anda ketahui.

1. Mengetahui Produk Kredit Multiguna

Biasa disebut KMG yang saat ini menjadi salah satu produk unggulan bank-bank di seluruh Indonesia. KMG merupakan fasilitas kredit yang diberikan oleh pihak bank ataupun lembaga keuangan kepada seseorang yang memiliki penghasilan tetap maupun tidak. Kredit jenis ini bisa juga digunakan sebagai keperluan konsumtif Anda. KMG merupakan kebalikan dari KTA. KMG membutuhkan jaminan aset berharga misalnya saja sertifikat rumah. Tentu saja KMG bisa memberikan dana yang lebih besar dari pada KTA karena merupakan hasil gadai sertifikat rumah Jogja.

2. Resiko Jika Agunan Yang Diberikan Ditolak Bank

Tidak mudah memang mendapat persetujuan gadai sertifikat rumah Jogja dari pihak bank. Karena bank juga akan menganalisa menggunakan 5C yaitu Capacity, Character, Condition, Capital, dan Collateral. Biasanya pihak bank memiliki alasan tersendiri mengapa menolak pengajuan pinjaman Anda. Misalnya saja ketika sertifikat rumah merupakan satu-satunya senjata terakhir untuk Anda maka pihak bak juga berpikir apabila kemungkinan besar Anda memiliki hutang di tempat lain. Dan yang terakhir pihak bank akan menganalisa apabila Anda sangat terdesak dan membutuhkan dana. Maka pihak bank juga berpikir Anda berpotensi menimbulkan kredit macet.

3. Memilih Bank Yang Terpercaya Untuk Mengajukan KMG

Tujuan memilah bank yaitu untuk meminimalisir tanggungan dan resiko yang akan Anda hadapi. Pilihlah bank yang memiliki bunga relatif lebih ringan. Karena tentunya akan mengurangi besarnya uang yang akan Anda bayarkan setiap bulannya. Kemudian pilihlah bank yang sudah memiliki reputasi baik di dunia perbankan. Karena perbankan yang sudah terkenal tentunya memiliki sistem dan profesional yang tinggi dalam bidangnya. Terakhir yaitu Anda harus melakukan survey untuk membandingkan kelebihan melakukan gadai sertifikat rumah Jogja di berbagai bank.

4. Bekerja Keras Untuk mengembalikan Pinjaman

Jika dana sudah cair maka saatnya Anda mulai bekerja keras untuk melunasi nya secepat mungkin. Jangan sampai Anda menggali lubang dua sekaligus untuk melakukan pinjaman uang. Karena tentunya akan memberatkan Anda setiap bulannya dikarenakan cicilan tiap bulannya. Alangkah baiknya Anda mencatat semua pengeluaran bulanan Anda. Hal itu bertujuan untuk mengontrol uang Anda agar tetap bisa mencicil hutang tiap bulannya. Hal itu juga bersamaan dengan mengatur prioritas kebutuhan mana yang akan dipenuhi terlebih dahulu. Jika Anda memiliki kewajiban membayar cicilan tiap bulannya maka prioritaskan hal tersebut setiap bulannya.  Ada baiknya Anda membuat rekening khusus untuk membayar hutang agar uang untuk membayar hutang tidak tercampur dengan uang kebutuhan Anda.

5. Pahami Setiap Resiko Setiap Produk Pinjaman

Tidak hanya bank saja yang bisa menerapkan manajemen resiko. Namun nasabah juga harus pandai memahami resiko setiap produk pinjaman yang akan diambil. Jika dilihat secara keseluruhan maka jenis pinjaman multiguna yang memiliki resiko terbesar. Karena jika Anda tidak bisa membayar cicilan nya atau kredit Anda macet. Maka sama saja Anda akan kehilangan rumah. Karena sertifikatnya sudah dijadikan jaminan pinjaman. Sebelum terjadi hal itu Anda harus bisa memahami kemampuan membayar cicilan tiap bulan untuk produk tersebut.