17 April 2018 00:00

Mengenal Instrumen Pasar Modal dan Cara Investasinya Uang

DISITU

https://images.disitu.com/artikel/687 Mengenal Instrumen Pasar Modal dan Cara Investasinya Uang Perlu Kamu Tau.jpg

Menurut penelitian sebuah perusahaan sekuritas, banyak di antara orang Indonesia berinvestasi dengan tujuan jangka panjang misalnya untuk pendidikan anak dan mempertahankan gaya hidup saat pensiun. Dan ternyata, banyak diantara mereka yang tidak paham bahwa untuk investasi jangka panjang, salah satu instrumen yang paling cocok digunakan adalah investasi di pasar modal. Mereka beranggapan bahwa pasar modal itu rumit, terlalu canggih dan susah dilakukan karena membutuhkan modal besar. Padahal kenyataannya tidaklah demikian.

Sama halnya pasar barang yang memperjualbelikan banyak barang, seperti: beras dan barang kebutuhan lainnya, maka pasar modal juga mempunyai produk yang diperjualbelikan. Produk tersebut tentunya terkait surat berharga seperti: saham, obligasi dan derivatif (surat berharga turunan). Bagi yang masih awam mengenai instrumen investasi jenis ini, maka uraian di bawah ini bisa memberikan penjelasan lebih rinci tentang produk investasi tersebut:

  1. Saham

Saham merupakan surat tanda ikut penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan atas suatu perusahaan. Saham merupakan instrumen yang paling banyak dipilih investor, karena memberikan keuntungan yang menarik. Saham terdiri atas 2 jenis, yaitu: saham biasa dan saham preferen, dengan penjelasan sebagai berikut:

Saham biasa

Diantara surat berharga yang ditawarkan dalam bursa efek, saham merupakan produk yang paling dikenal masyarakat. Bagi perusahaan yang menerbitkan surat berharga ( perusahaan ini dikenal dengan istilah emiten, saham merupakan bentuk kepemilikan yang paling banyak menarik dana dari masyarakat.

 

Saham Preferen

Saham preferen merupakan gabungan dari karakteristik saham biasa dan obligasi. Saham preferen mempunyai karakteristik seperti saham biasa, yaitu tidak selamanya memberikan dividen bagi pemegangnya. Sehingga jika perusahaan mengalami kerugian, maka pemegang saham tidak akan mendapatkan dividen yang sama seperti sebelumnya. Selain itu saham preferen juga memiliki karakteristik obligasi, yaitu memberikan hasil yang tetap seperti bunga obligasi.

  1. Obligasi

Obligasi berbentuk sertifikat atau yang berisi kontrak antara pemberi pinjaman (pemodal) dan yang diberi pinjaman (emiten). Jadi obligasi merupakan surat perjanjian antara pemilik modal dengan perusahaan yang menerbitkan surat obligasi. Bunga obligasi disebut kupon. Kupon obligasi merupakan bunga yang harus dibayar penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Namun ada juga obligasi tanpa bunga yang disebut zero coupon bonds, yang tidak memberikan pembayaran bunga secara berkala atau tanpa kupon seperti obligasi pada umumnya.

Obligasi dapat disamakan dengan deposito berjangka, namun bedanya obligasi dapat diperjualbelikan, sedangkan deposito berjangka tidak dapat diperjualbelikan. Obligasi memberikan penghasilan tetap kepada investor berupa bunga yang diterima per tahun, per bulan atau dalam satuan waktu lainnya sesuai kesepakatan dan ketentuan yang terdapat di dalam obligasi. Pemegang obligasi tidak akan diikutsertakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), karena tidak memiliki hak kepemimpinan dalam suatu perusahaan.

Obligasi diperjualbelikan di lantai bursa yang dipengaruhi tingkat suku bunga. Misalnya: tingkat suku bunga bank lebih rendah daripada tingkat suku bunga obligasi, maka pemegang obligasi dapat menjual obligasinya agar memperoleh keuntungan. Sehingga tingkat suku bunga yang dibayar untuk pemegang obligasi sangat menentukan harga jual beli obligasi. Keuntungan yang diperoleh pemegang obligasi disebut capital gain.

Salah satu hal yang ditakutkan pemegang obligasi adalah kebangkrutan perusahaan yang mengeluarkan obligasi tersebut. Sebab jika perusahaan yang mengeluarkan obligasi mengalami kebangkrutan, maka perusahaan tersebut tidak akan mampu membayar harga pasaran obligasi sehingga merugikan pemegang obligasi.

  1. Derivatif

Sumber Gambar: (Drs. J. Tanzil & Associates)

Derivatif adalah salah satu surat berharga turunan yang terdiri dari:

Opsi

Opsi merupakan salah satu derivatif yang berisi surat pernyataan yang dikeluarkan seseorang atau lembaga yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli atau menjual sahamnya dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya.

Right

Right adalah hak memegang saham baru yang akan dikeluarkan emiten, di mana emiten harus menawarkan hak tersebut kepada pemilik saham lama terlebih dahulu. Saham yang dibeli menggunakan right lebih murah daripada saham yang dibeli tanpa menggunakan right. Jika orang atau badan yang memiliki right tidak menggunakan hak tersebut, maka dapat menjualnya kepada pihak lain.

Warrant (Waran)

Warrant (waran) merupakan surat berharga yang dikeluarkan perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perusahaan, dengan persyaratan yang berkaitan dengan harga, jumlah dan masa berlakunya. Warrant dijual dengan surat-surat berharga lainnya, seperti: obligasi dan saham. Adapun tujuan penerbitan warrant agar investor tertarik membeli saham atau obligasi yang dikeluarkan emiten. Dengan menerbitkan warrant, maka emiten harus menyediakan saham atau obligasi sesuai dengan jumlah yang diinginkan. Jika pemilik warrant tidak mempergunakan warrant, maka dia dapat menjualnya ke pasar modal.

Investor memiliki keuntungan dalam mendapatkan saham dengan harga dibawah harga pasaran. Sehingga investor memiliki peluang mendapatkan capital gain melalui penjualan warrantnya. Namun warrant juga memiliki risiko yang cukup besar. Risiko tersebut, antara lain: ketika harga di pasar lebih rendah dibandingkan dengan perusahaannya, maka kepemilikan warrant menjadi tidak berarti. Sebab jika banyak investor membeli saham dengan warrant, maka saham akan banyak beredar, sehingga terjadi penurunan laba persahamnya.

Investasi langsung dan Tidak Langsung di Pasar Modal

Pemerintah dalam hal ini Bursa Efek Indonesia dan Bapepam-LK rajin melakukan edukasi terhadap masyarakat serta melakukan roadshow ke berbagai daerah untuk mengenalkan potensi berinvestasi di pasar modal Indonesia. Jika masyarakat Indonesia sudah banyak yang bermain di pasar modal, maka pasar modal Indonesia akan semakin mantap dan tidak mudah dipermainkan pemodal asing. Berinvestasi di pasar modal dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

1. Investasi Secara Langsung

Investasi secara langsung dilakukan dengan cara membeli saham atau obligasi sesuai kehendak Anda tanpa melalui manajer investasi. Investasi langsung mengharuskan Anda mempunyai account rekening di perusahaan sekuritas. Investasi ini juga menuntut pengetahuan dan pengalaman mengenai pasar modal yang lebih dalam, karena Anda dituntut menentukan sendiri saham yang akan dibeli, waktu yang tepat untuk membeli atau menjualnya kembali.

2. Investasi Secara Tidak Langsung

Investasi secara tidak langsung bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan jasa manajer investasi. Manajer investasi merupakan pihak yang mengelola uang Anda untuk dibelikan produk-produk investasi, yang komposisinya sudah ditentukan manajer investasi tersebut berdasarkan analisis fundamental, teknikal saham maupun obligasi penyusun produk investasi tersebut, yang dikenal dengan reksa dana. Sehingga jelas bahwa investor mempercayakan uangnya untuk dikelola manajer investasi dengan harapan tingkat risiko yang dihadapi lebih kecil daripada secara langsung membeli saham atau obligasi tanpa bantuan manajer investasi. Tidaklah sulit untuk memulai investasi saham ini. Berikut ini penjelasannya:

3 Cara Mudah Berinvesatsi Saham di Pasar Modal

Bagi Anda yang ingin membeli saham atau berinvestasi saham, ada 3 cara yang dapat dilakukan. Berikut ini 3 cara yang dapat dilakukan tersebut:

Membeli Saham di Pasar Perdana

Investor bisa membeli saham perusahaan yang melakukan Penawaran Umum atau yang go public, yakni perusahaan yang mencatatkan sahamnya untuk pertama kali di Bursa Efek Indonesia. Caranya: investor cukup mendatangi gerai penawaran umum, kemudian mengikuti prosedur yang ada untuk membeli saham. Namun jika Anda sudah menjadi nasabah perusahaan efek penjamin emisi, maka dapat langsung memesan dan membeli saham IPO. Selain itu Anda dapat juga membuka rekening nasabah perusahaan efek penjamin emisi, sehingga dapat memesan dan membeli saham IPO tanpa harus datang ke gerai penawaran umum.

Membeli Saham di Pasar Sekunder

Artinya investor membeli saham yang telah tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Caranya: investor harus terlebih dahulu menjadi nasabah di salah satu broker saham atau Perusahaan Sekuritas yang menjadi anggota di Bursa Efek Indonesia.

Membeli saham melalui Reksa Dana

Investasi bisa juga dilakukan dengan pembelian unit penyertaan Reksa Dana, khususnya Reksa Dana Saham.

Kunci Sukses Masa Depan adalah Investasi

Investasi bisa digunakan untuk tujuan meningkatkan kekayaan, atau bisa juga untuk tujuan persiapan pensiun dan dana pendidikan anak. Bagi Anda yang masih awam masalah investasi di pasar modal dan dana yang dimiliki cukup terbatas, bisa memulai investasi dengan membeli reksa dana. Jika sudah mulai paham baru bisa mencoba instrumen investasi yang lainnya.

cari-kredit-DISITU-pilihanmu