avatardisplay_general
DISITU
28 Jan 2019

Pengertian Asuransi Menurut Para Ahli

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201901/190128/Banner/pengertian asuransi menurut para ahli.jpg

Pengertian asuransi menurut para ahli cukup beragam. Prof. Wiryono Prodjodikoro, S.H mendefinisikan asuransi sebagai sebuah persetujuan yang dilakukan, dimana pihak yang menjamin berjanji kepada yang dijamin untuk memberikan sejumlah uang pengganti kerugian yang mungkin dialami oleh pihak yang dijamin karena suatu peristiwa yang belum jelas. Sementara itu Prof. Mehr dan Cammack menyebutkan definisi asuransi sebagai sebuah alat yang digunakan untuk mengurangi risiko keuangan, dengan cara sebuah pengumpulan unit-unit eksposur dalam jumlah yang memadai, agar kerugian individu bisa diperkirakan. Selanjutnya, kerugian yangbisa diramalkan tersebut dipikul merata oleh pihak yang tergabung.

Asuransi

Pengertian asuransi menurut para ahli yang lainnya adalah apa yang disebutkan oleh Prof. Mark R. Green, yakni asuransi merupakan suatu lembaga ekonomi yang bertujuan untuk mengurangi risiko dengan cara mengkombinasikan system pengelolaan sebuah objek besar sehingga kerugian secara menyeluruh dapat diramalkan dalam batas-batas tertentu.

Asuransi

C. Arthur William Jr. dan Richard M. Heins mengungkapkan makna asuransi sebagai sebuah system pengaman untuk kerugian financial yang dilakukan oleh seorang penanggung. Kedua orang ahli ini juga merumuskan definis asuransi secara hukum yakni persetujuan yang dilakukan oleh dua orang lebih atau badan guna mengumpulkan dana untuk mengatasi suatu kerugian financial yang terjadi.

Asuransi

Pengertian asuransi menurut para ahli di atas juga didukung oleh definis asuransi dalam undang-undang yang berlaku di Indonesia. Pasal 1 butir 1 dari Undang-undang Nomor 2 Tahun 1992 menyebutkan tentang definis asuransi sebagai  “Perjanjian antara dua belah pihak atau lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri pada pihak Tertanggung, dengan menerima sejumlah premi asuransi, untuk memberikan penggantian pada pihak Tertanggung karena adanya  kerugian, kerusakan ataupun kehilangan dari keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum dari pihak ketiga yang kemungkinan akan diderita oleh Tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang sifatnya tidak pasti, atau juga memberikan sejumlah pembayaran yang didasarkan pada meninggal ataupun hidupnya seseorang yang ditanggung.”

Selain pengertian asuransi menurut para ahli, yang juga sering dibincangkan orang saat ini adalah system asuransi konvensional maupun syariah. Pengertian asuransi konvensional berasal dari Babylonia, yakni yang dikenal dengan perjanjian Hammurabi. Sementara perjanjian asuransi modern berasal dari Eropa yang kemudian dipraktikkan di negara-negara dunia. Asuransi konvensional merupakan asuransi yang berdasarkan pada prinsip jual beli. Atau bisa juga dikatakan sebagai asuransi berdasarkan pada investasi dana yang bebas dengan menggunakan aturan dan prinsip tertentu. Sistemnya tentu saja berbeda dengan yang dikenal sebagai istilah asuransi syariah. Pada asuransi syariah, system yang digunakan adalah system syariah yang juga cukup banyak pembagiannya. Kedua system ini umumnya saat ini dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia.

 

Baca juga: Solusi Pinjaman Duit Untuk Mahasiswa Tanpa Jaminan

 

Pengertian asuransi konvensional perlu Anda ketahui dengan jelas, termasuk juga system yang dijalankan bagaimana, sehingga Anda tak merasa dirugikan. Jika Anda membutuhkan perlindungan yang lebih aman dan tidak merugikan, pilihan system syariah menjadi hal yang patut dipertimbangkan. Terutama untuk perlindungan asuransi kesehatan yang akan bermanfaat saat Anda mengalami sakit. Dengan adanya asuransi akan membantu Anda lebih mudah mencari sumber keuangan di saat kondisi sedang sulit. Namun, pastikan juga bila premi asuransi yang harus Anda bayar memang sesuai dengan jumlah gaji yang Anda terima sehingga tak membuat Anda berat setiap bulannya. Pilih asuransi yang nyaman dan membuat Anda tenang.