avatardisplay_general
DISITU
17 Jan 2018

Pinjaman Dana Tanpa Riba, Ini yang Harus Kamu Ketahui

https://disituapi.azureedge.net/artikel/189.Pinjaman Dana Tanpa Riba Ini Penting.jpg

Pinjaman dana tanpa riba merupakan salah satu isu yang sedang booming di masyarakat. Hal ini sangat perlu untuk diperhatikan, khususnya bagi mereka yang memutuskan untuk hijrah dari ekonomi konvensional ke Ekonomi Islam.

Perbedaan mendasar yang terdapat antara ekonomi konvensional dan Ekonomi Islam adalah pada penerapan sistem bunga. Dalam sistem Ekonomi Islam, bunga inilah yang seringkali diperdebatkan oleh para ulama maupun para ahli di bidang keilmuan Islam. Ada ulama yang mengatakan bahwa pengenaaan bunga pada pinjaman adalah haram karena itu sama dengan riba. Disisi lain juga ada ulama yang mengatakan bahwa bunga bank itu halal dikarenakan tidak adanya syarat yang dilakukan pada saat akad, sedangkan kebiasaan yang berlaku tidak dapat serta merta dijadikan syarat. Ulama lain juga ada yang menyatakan bahwa bunga adalah subhat dikarenakan banyaknya ulama yang berselisih tentang ini.

Namun, sebagai umat Islam yang taat alangkah lebih baik apabila kita menjauhi hal-hal yang bisa dikatakan subhat apalagi haram, seperti bunga bank ini. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita semua untuk mengetahui kriteria pinjaman dana tanpa riba agar kita bisa melaksanakan ajaran-ajaran Islam secara kaffah (sempurna).

Kriteria Pinjaman Dana Tanpa Riba yang Penting untuk Diketahui

Pemberian pinjaman yang memiliki tujuan utama untuk saling tolong menolong akan rusak apabila didalamnya terdapat riba. Hal ini karena pinjaman yang diberikan tidak akan memudahkan si peminjam, tetapi sebaliknya akan menyulitkan peminjam saat harus melunasi pinjamannya dikarenakan tidak hanya membayar jumlah pokok pinjamannya, tetapi juga disertai tambahan bunganya. Sehingga sangat penting untuk kita terutama umat muslim agar mempelajari kriteria pinjaman dana tanpa riba, salah satunya adalah dengan mengetahui jenis-jenis riba.

  1. Riba Dalam Jual Beli

Riba fadl atau riba dalam jual beli merupakan jenis riba yang terjadi ketika adanya pertukaran barang yang sejenis tetapi memiliki ukuran yang berbeda. Di dalam pertukaran ini terdapat ketidakadilan bagi salah satu pihak dikarenakan bedanya ukuran kedua barang.

Selain itu, riba dalam jual beli juga seringkali terjadi saat adanya transaksi penjualan secara kredit.

Contoh riba yang terjadi dalam jual beli ini yaitu semisal si A membeli mobil dari si B secara kredit. Didalam perjanjian, si X akan melunasi pembayaran dari pembelian mobil ini dalam jangka waktu lima tahun. Ternyata setelah tiga tahun, si A belum bisa melunasi motornya. Akhirnya si B menetapkan perpanjangan kredit dengan menetapkan aturan denda sebesar 10%. Denda yang dikenakan ini pastinya akan sangat memberatkan bagi si pembeli. Oleh karena itu, Islam sangat tidak menganjurkan skema jual beli seperti ini.

  1. Riba dalam Hutang Piutang

Riba ini terjadi ketika pemberi hutang menangguhkan waktu pembayaran bagi pengutang untuk membayar hutangnya dengan mengenakan tambahan atau premi. Ini merupakan implikasi bahwa penetapan keuntungan terhadap suatu pinjaman sangatlah dilarang dalam Islam.

 

Contoh ilustrasi dari riba ini yaitu, ketika si C mengajukan utang senilai 100 juta kepada si D dalam waktu lima tahun. Si D menetapkan bunga 25% atas pinjamannya kepada si C ketika melunasi hutangnya. Tambahan inilah yang disebut riba dan diharamkan dalam Islam.

  1. Riba Dalam Hutang

Riba dalam hutang ini berarti mengambil manfaat tambahan atau mengenakan premi terhadap suatu hutang yang diberikan. Riba ini sering terjadi dalam transaksi utang piutang ataupun transaksi jual beli secara kredit. Perbedaan antara keduanya hanya dibedakan melalui akad yang dilakukan di awal.

Banyak sekali ayat dalam Al-Qur’an yang membahas larangan tentang riba. Dengan mengetahui jenis-jenis riba, diharapkan masyarakat akan lebih selektif dalam menerima pinjaman.

cari-kredit-DISITU-pilihanmu