Dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 2018, semua data pengajuan yang masuk melalui DISITU.COM akan diproses kembali pada tanggal 19 Juni 2018. DISITU.COM mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H

08 February 2018 00:00

Pinjaman Dana Tunai Sertifikat Rumah,Ini Risiko Perlu Tau

DISITU

https://images.disitu.com/artikel/314 Pinjaman Dana Tunai Sertifikat Rumah Ini Risiko yang Akan Menghantuimu!.jpg

Masyarakat sering membuat istilah Gadai Sertifikat untuk keperluan mengambil produk kredit multiguna dengan jaminan berupa sertifikat tertentu. Jaminan paling umum dalam produk ini selain BPKB ialah sertifikat. Khusus sertifikat karena nilai nominal asetnya yang besar, maka nasabah harus mengenali risiko di balik agunan tersebut. Beberapa risiko pinjaman dana tunai sertifikat rumah yang mungkin akan terjadi yang kemudian bisa anda minimalisir dengan berbagai strategi.

Kebutuhan perorangan tidak akan bisa diprediksi dan tidak akan ada habisnya. Bagi mereka yang gemar menabung kebutuhan mendadak dalam jumlah yang besar mungkin saja tidak akan menjadikan masalah untuk dirinya. Tetapi, bagi sebagian orang kebutuhan mendadak dengan nominal yang fantastis. Hal ini juga akan menjadi masalah berat yang harus dengan segera dicarikan jalan keluarnya, misalkan saja untuk biaya kesehatan, biaya pembangunan ataupun renovasi rumah, modal bisnis, untuk biaya pendidikan anak yang semakin mahal dan lain sebagainya.

Risiko Pinjaman Dana Tunai Sertifikat Rumah

Terkadang kita terburu-buru karena dalam keadaan mendesak sehingga berpikiran bahwa menggunakan pinjaman merupakan solusi terakhir. Tiap orang yang menjadikan sertifikat rumah sebagai jaminan biasanya menandakan bahwa ia membutuhkan dana yang cukup besar. Sehingga ketika kita pinjam dana menggunakan agunan sertifikat sebaiknya pikirkan resikonya antara lain.

 

  • Jika sertifikat rumah menjadi kekuatan terakhir mencari pinjaman dana tunai, pihak bank akan semakin sulit memberikan pinjaman kepada pihak pemohon. Terlebih lagi setelah pihak bank mengevaluasi kondisi finansial kita. Maka akan sulit meyakinkan pihak bank mengenai kemampuan dalam melunasi cicilan tersebut.

  • Kondisi kita yang sudah sangat terdesak dan ini menandakan bahwa pinjaman tersebut menjadi solusi akhir. Ketika itu pihak bank akan berpikir bahwa akan lebih berpotensi untuk menimbulkan kredit macet.

  • Ketika sertifikat rumah sudah menjadi senjata terakhir maka pihak bank juga akan berpikir bahwa kemungkinan besar bahwa kita sudah mempunyai hutang yang banyak di tempat lain.

  • Karena bank akan mengevaluasi dan mempelajari kekuatan finansial kita, dan jika sertifikat rumah sudah menjadi pilihan terakhir maka kita akan sulit meyakinkan pihak bank jika anda benar-benar bisa melunasi cicilan dari pinjaman dana tunai sertifikat rumah.

  • Ketika pihak bank memberikan pinjaman kepada kita dengan jaminan sertifikat rumah tersebut. Namun ketika kita tidak bisa membayar cicilan dari pinjaman dana itu kita harus siap bahwa rumah tersebut bisa diambil oleh pihak bank.

  • Pihak bank biasanya akan memperingatkan ketika kita tidak bisa atau telat dalam pembayaran dari cicilan pinjaman, supaya kita bekerja keras supaya rumah tersebut tidak diambil oleh pihak bank. Apa lagi rumah tersebut menjadi tempat tinggal kita.

  • Kehilangan tempat tinggal

Saat pada akhirnya sertifikat rumah yang kita tinggali berpindah hak milik, maka sebaiknya kita juga memikirkan bagaimana selanjutnya. Dimanakah akan tinggal, apalagi ketika kita sudah memiliki keluarga, kita harus memikirkan keluarga mau tinggal selanjutnya. Untuk itu sebaiknya ketika kita mendapat pinjaman, dan selanjutnya tidak telat ataupun mampu membayar cicilannya.

 Hal-hal di atas adalah resiko yang harus ditanggung ketika ingin mengajukan kredit dengan menggunakan agunan jaminan sertifikat. Apalagi sertifikat rumah yang merupakan kebutuhan primer yang sangat berharga, tentu ada kebutuhan yang lebih besar di balik dari itu semua. Bisa karena keperluan pendidikan, pengobatan ataupun kebutuhan yang bersifat konsumtif lainnya.

Jika sejauh ini memiliki kemampuan untuk membayar cicilan pada bank, maka yakinkan pada pihak bank untuk mengabulkan permohonan kredit. Namun, apabila bank sudah mengabulkan permohonan, jangan langsung senang karena tantangan sesungguhnya bisa saja datang setelah ini karena kita dihadapkan pada konsistensi pembayaran cicilan dari pinjaman dana tunai sertifikat rumah beserta bunganya.

cari-kredit-DISITU-pilihanmu