avatardisplay_general
DISITU
05 Feb 2018

Dasar Hukum Pinjaman Dana Tunai dalam Kacamata Islam

https://disituapi.azureedge.net/artikel/295 Pinjaman Dana Tunai Gini Dasar Hukumnya dalam Kacamata Islam.jpg

Sudah menjadi hal yang lumrah manusia terjalin hubungan muamalah. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa mengelak untuk tidak membutuhkan orang di sekitarnya. Apalagi ketika tiba-tiba ada suatu permasalahan yang mengharuskan kita memenuhinya, maka tidak lain kita pasti meminta orang lain untuk membantu kita. Hal yang paling sering terjadi yaitu utang piutang tau dalam bahasa lain pinjaman dana tunai, baik dari perorangan, lembaga ataupun pihak-pihak yang menawarkan layanan pinjaman dana tunai. Dalam menyikapi hal tersebut, Islam juga tidak diam. Dalam Islam telah dijelaskan mengenai dasar hukum pinjaman dana tunai sekaligus prosedur-prosedurnya . Manakala umatnya pasti tidak terlepas dari hal tersebut dan agar mengetahui lalu mengikuti apa yang telah diatur dalam Islam. Sebagai umat Islam tentunya perlu kamu ketahui bagaimana dasar hukum pinjaman dana tunai jika dilihat dari segi agama Islam.

Dasar Hukum Pinjaman Dana Tunai Dalam Kacamata Islam

Berikut akan disajikan beberapa dasar hukum pinjaman dana tunai menurut hukum Islam

Islam memandang pinjaman dana tunai sebagai tindakan manusia yang memberikan pertolongan kepada manusia yang lain, sebagai wujud dari hablum minannas yang memberi manfaat kebajikan bagi orang lain. Sesuai dengan yang dijelaskan dalam surat Al-Maidah ayat 2 yang artinya:

“Bertolong-tolonglah kamu dalam hal kebajikan dan dan ketakwaan dan janganlah kamu bertolong-tolongan dalam  hal dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras hukumannya.”

Dari proses pinjaman dan tunai terdapat nilai yang mulia dan cita-cita sosial yang tinggi yaitu tolong-menolong dalam hal kebaikan. Maka perlu adanya niat yang tulus dari dalam hati sebagai dasar pemberian pinjaman dana tunai. Dalam ayat lain, Allah telah memberikan rambu-rambu sesuai dengan prinsip syari’ah yaitu dengan tidak melakukan penipuan dan perbuatan yang dilarang oleh Allah lainnya. Maka dianjurkan dari setiap transaksi pinjaman dana tunai dilakukan secara tertulis. Berdasarkan ayat 282 dalam surat Al-Baqarah yang artinya:

“Wahai orang-orang beriman, jika kamu bertransaksi atas dasar utang dalam waktu yang telah ditentukan, maka tulislah. Seorang penulis diantara kamu sekalian hendaknya menulis dengan benar, dan janganlah dia enggan menulisnya sebagaimana yang telah diajarkan oelh Allah.”

Memberikan pinjaman terhadap sesama merupakan hal kebaikan, oleh karenanya menurut dasar hukum pinjaman dana tunai dalam Islam seseorang yang memberi pinjaman tidak diperbolehkan mengambil keuntungan. Tetapi pemberi pinjaman tetap akan mendapatkan keuntungan, sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Hadid ayat 11 yang artinya:

“Barangsiapa yang meminjami Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan baginya dan di sisiNya pahala berlimpah dan lebih mulia.”

Selain dasar hukum pinjaman dana tunai yang bersumber dari Al-Qur’an, juga terdapat dasar hukum yang bersumber dari hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah yang artinya:

“Barangsiapa yang memberikan pinjaman pada seseorang musim dua kali maka tidak lain pahalanya kecuali seperti pemberian shodaqah satu kali.”

Dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah yang lain, Rasulullah juga bersabda:

“Pada waktu diisra’kan saya melihat dalam pintu suirga tertulis “Shodaqoh memiliki pahala sepuluh kali lipat dan pemberian hutang memiliki pahala delapan belas kali lipat” kemudian saya bertanya pada Jibril, “Hai Jibril, mengapa pahala pemberian hutang lebih besar?” Dia menjawab, “Karena peminta-minta sesuatu meminta dari orang yang punya, sedangkan yang meminjam tidak akan meminjam kecuali dia dalam kondisi yang sangat membutuhkan.”

Allah juga memberikan aturan tegas dalam hutang piutang yang merupakan bagian dari muamalah maaliyah (transaksi ekonomi). Aturan tegas tersebut telah tercermin dalam firman Allah dalam surat An-Nisa’ ayat 29 yang artinya :

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta yang beredar diantaramu secara batil, kecuali terjadi transaksi suka sama suka. Jangan pula kamu saling membunuh Allah sayang kepadamu semuanya

cari-kredit-DISITU-pilihanmu