12 February 2018 00:00

Pinjaman Syariah Dan Manfaatnya, Yuk Simak biar makin tahu

DISITU

332 Pinjaman Syariah Dan Manfaatnya Yuk Simak.jpg

Hidup dimasa dimana biaya hidup yang semakin lama semakin tinggi memanglah tidak mudah. Penghasilan yang kita dapatkan sehari-hari seringkali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat. Dengan kondisi seperti ini, tidak heran apabila banyak orang yang sibuk mencari pinjaman. Pinjaman tersebut digunakan untuk menutupi kurangnya jumlah penghasilan untuk memenuhi semua kebutuhan. Selain itu, juga banyak orang yang mencari pinjaman untuk mendirikan usaha demi memperbaiki kondisi perekonomian. Banyak sekali lembaga-lembaga keuangan yang menyediakan fasilitas pinjaman. Diantaranya adalah lembaga keuangan syariah yang memberikan pinjaman syariah. Pinjaman ini diberikan dengan menggunakan prinsip-prinsip yang sesuai syariah.

Pinjaman syariah yang juga biasa disebut pembiayaan tidak hanya terdiri dari satu macam. Namun seperti pinjaman konvensional, pinjaman ini juga memiliki berbagai macam sesuai dengan akad yang digunakan.

Berikut ini adalah macam-macam pinjaman syariah yang ditawarkan oleh lembaga keuangan syariah.

1. Pinjaman Modal Kerja Syariah

Pinjaman ini diperuntukkan bagi para pengusaha yang membutuhkan modal kerja dengan prinsip-prinsip yang sesuai dengan syariah. Jangka waktu dari pinjaman ini bisa pendek ataupun panjang. Pinjaman modal kerja ini biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan biaya produksi, membeli bahan baku, pengerjaan proyek pembangunan, perdagangan barang dan jasa, serta membiayai hal-hal lain yang berkaitan dengan usaha.

Program pinjaman ini bisa diikuti oleh mereka yang sedang membuka ataupun sudah memiliki usaha dengan prospek yang dinilai bagus. Selain itu, usaha yang dijalankan harus sesuai syariat Islam dan peraturan perundangan yang berlaku

2. Pinjaman Syariah Dengan Skema Jual Beli

Dalam pinjaman syariah untuk modal kerja, terdapat dua kontrak yang bisa dilakukan. Pertama, pinjaman syariah dengan skema murabahah atau jual beli. Dalam skema ini, pihak lembaga keuangan syariah akan membiayai pembelian barang yang dibutuhkan untuk modal kerja nasabah.

Pembiayaan akan diberikan sebesar harga pokok barang ditambah dengan margin keuntungan untuk pihak lembaga keuangan syariah. Besar margin ini sudah diketahui dan disetujui sebelumnya oleh nasabah.

3. Pinjaman Syariah Dengan Skema Kerja Sama

Jenis yang kedua dari kontrak pinjaman syariah adalah skema kemitraan bagi hasil. Bagi hasil ini terdiri dari dua akad, yaitu musyarakah dan mudharabah. Pinjaman syariah ini didasarkan atas kemauan pihak lembaga keuangan syariah dan juga nasabah untuk melakukan kerja sama dalam upaya menaikkan aset mereka. Dalam kontrak perjanjian akan tertulis skema bagi hasil keuntungan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, apakah menggunakan skema musyarakah atau mudharabah.

4. Pinjaman Konsumtif Syariah

Pinjaman ini ditujukan untuk nasabah yang memiliki tujuan di luar usaha dan bersifat perorangan. Berbeda dengan pinjaman modal kerja yang bersifat produktif, pinjaman ini digunakan nasabah untuk memenuhi kebutuhan konsumtif atau sekundernya. Jenis akad yang sering digunakan untuk pinjaman ini adalah akad murabahah dan akad ijarah.

Pinjaman Konsumtif Dengan Skema Murabahah

Dalam pinjaman syariah, akad murabahah adalah salah satu akad yang paling sering digunakan. Hal ini karena akad ini memiliki kalkulasi perhitungan yang mudah.

Pinjaman Konsumtif Dengan Skema Ijarah

Akad ijarah hampir mirip dengan prinsip jual beli, tetapi terdapat perbedaan pada objek transaksinya. Apabila dalam akad jual beli objek transaksinya adalah barang, dalam akad ijarah objek transaksinya adalah jasa.

5. Pinjaman Investasi Syariah

Pinjaman investasi syariah merupakan pinjaman jangka pendek ataupun jangka panjang yang ditujukan untuk pembelian barang-barang modal yang diperlukan untuk membuka usaha, relokasi proyek, ekspansi, ataupun untuk penggantian mesin pabrik. Dalam pinjaman ini ada dua jenis akad yang biasa digunakan, yaitu akad murabahah dan ijarah muntahiya bit tamlik (IMBT).

Itulah macam-macam pinjaman syariah yang bisa didapatkan melalui lembaga-lembaga keuangan syariah. Dengan pinjaman syariah, kita bisa memenuhi kebutuhan dengan segera.

 disitu-selalu-siap-melayani-anda