23 January 2018 00:00

Regulatory Sandbox Bank Indonesia Mengenalinya Lebih Dalam

DISITU

https://images.disitu.com/artikel/215.Kupas Tuntas Seputar Regulatory Sandbox Bank Indonesia.jpg

Pada zaman modern ini, manusia dimudahkan dengan perkembangan teknologi, pada era ini startup di Indonesia terus mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satu contohnya adalah begitu banyak penawaran dari berbagai startup yang sangat memudahkan kehidupan. Salah satu yang kini popular yaitu financial technology atau biasa disebut Fintech.

Keberadaan Fintech  itu sendiri   bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses produk-produk keuangan dan mempermudah transaksi. Fintech di Indonesia didominasi oleh perusahaan startup berpotensi besar dengan berbagai inovasi yang mereka tawarkan.

Ditahun 2018 ini Bank Indonesia telah mengeluarkan peraturan baru terkait Fintech di Indonesia, yakni mengenai Regulatory Sandbox, penyelenggara teknologi finansial yang telah terdaftar di Bank Indonesia dapat mengikuti uji coba dalam Regulatory Sandbox sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam PADG No.19/14/PADG/2017 tentang Ruang Uji Coba Terbatas (Regulatory Sandbox) Teknologi Finansial.

Apa Itu Regulatory Sandbox?

Peraturan model sandbox  ini dipelopori oleh Inggris dengan nama Regulatory Sandbox atau program uji coba bagi start-up FinTech. Program sandbox yang diterapkan oleh Inggris dianggap sebagai negara yang berhasil melahirkan start-up FinTech. Dengan keberhasilan ini, akibatnya banyak negara-negara lain yang meniru aturan ini seperti: Australia, Hongkong dan Malaysia. Menurut Bank Indonesia Regulatory Sandbox adalah suatu ruang uji coba terbatas yang aman untuk menguji Penyelenggara Teknologi Finansial beserta produk, layanan, teknologi, dan model bisnisnya. Tujuan utamanya adalah memberi ruang bagi Penyelenggara Teknologi Finansial untuk memastikan lebih lanjut bahwa produk, layanan, teknologi, dan model bisnisnya telah memenuhi kriteria Teknologi Finansial. Dalam hal ini para pelaku FinTech dapat menguji sistem dan bisnisnya dengan rentang waktu 6 bulan paling lama sebelum bisnis yang meraka buat dioperasikan secara penuh serta diterapkan secara langsung di masyarakat. Dalam masa uji coba ini, perusahaan FinTech akan mendapatkan pendampingan dari pemerintah secara operasional sistem dan administrasi hukum, sehingga tidak ada aturan yang dilanggar oleh perusahaan FinTech.

Dengan adanya peraturan baru yang akan diterapkan di Indonesia mengenai Regulatory Sanbox, diharapkan perusahaan start-up mendapat kepercayaan publik bahwa FinTech yang lahir itu akan aman dari penyebaran data privasi para konsumen yang menggunakan layanan tersebut, dan dengan adanya kepercayaan masyarakat maka tentunya pengguna akan lebih banyak.

Mekanisme Regulatory Sandbox

Para penyelenggara teknologi finansial yang terdaftar terlebih dahulu ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk mengikuti uji coba dalam Regulatory Sandbox . Aturan ini diberlakukan agar pengiat fintech mendapatkan kesempatan untuk mematangkan konsep dan berkembang dengan sehat sehingga mampu menyediakan layanan finansial yang aman dalam hal data privasi kepada masyarakat yang menggunakan layanannya, berikut ini langka yang perlu dilalui para pengiat  Fintech dalam mengikuti Ruang Uji Coba Terbatas (Regulatory Sandbox) yang diterapkan oleh Bank Indonesia:

cari-kredit-DISITU-pilihanmu

Langkah awal yang harus dilakukan oleh para startup fintech adalah mendaftarkan diri terlebih dahulu ke Bank Indonesia untuk mengikuti uji coba Regulatory Sandbox, kemudian mengikuti beberapa penilaian awal sampai akhir sebelum beroperasi penuh dan diaplikasikan didalam masyarakat. Berikut ini  Komponen penilaian oleh pemerintah kepada start-up yang mengikuti Ruang Uji Coba (Regulatory Sandbox) antara lain:

Internal Perusahaan,meliputi: manajemen pengurus dan reputasinya, kebaruan (novelty) dan manfaat, pendanaan, konsultan hukum.

Eksternal Perusahaan, terbagi menjadi dua, yaitu:

perusahaan pesaing dan konsumen, yang mencakup perlindungan konsumen dalam hal data privasi, informasi mengenai konsumen, edukasi kepada konsumen, dan penyelesaian sengketa konsumen dalam permasalahan  yang mungkin akan terjadi.

Melihat keberhasilan Inggris dalam mengatur industri keuangannya, terdapat kunci utama yang dapat dipelajari, yaitu peran pemerintah dalam pendampingan startup fintech yang mampu mensukseskan aturan ini.

Aturan Main Regulatory Sandbox Bank Indonesia

Peraturan yang mengatur mengenai Regulatory Sandbox dikeluarkan guna mendorong perkembangan inovasi pada kegiatan yang menggunakan teknologi finansial dan perlu diberikan ruang uji coba terbatas bagi penyelenggara teknologi finansial, bahwa ruang uji coba terbatas harus tetap menerapkan prinsip perlindungan data konsumen serta manajemen risiko.

Ketentuan umum yang berlaku dalam Regulatory Sandbox

Penyelenggara teknologi finansial adalah setiap pihak yang menyelenggarakan kegiatan teknologi finansial. Maka setiap penyelenggara fintech wajib mendaftarkan bisnis nya, dalam peraturan baru Bank Indonesia mengenai Regulatory Sandbox yang diberlakukan pada tahun 2018.

Katagori ruang lingkup penyelenggaraan teknologi finansial

Ruang lingkup penyelenggaraan teknologi finansial telah dikatagorikan dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur yaitu:

a. sistem pembayaran                       

b. pendukung pasar

c. manajemen investasi dan manajemen risiko

d. pinjaman, pembiayaan, dan penyediaan modal

e. jasa finansial lainnya.

Tata cara penetapan  uji coba Regulatory Sandbox

Sesuai dengan Peraturan Anggota Dewan Gubernur, Bank Indonesia menetapkan penyelenggara teknologi finansial beserta produk, layanan, teknologi, dan model bisnisnya untuk diuji coba dalam Regulatory Sandbox, dalam penetapannya dilakukan dengan pertimbangan:

  • Penyelenggara Teknologi Finansial telah terdaftar di Bank Indonesia

  • Teknologi Finansial yang diselenggarakan mengandung unsur yang dapat  dikategorikan ke dalam sistem pembayaran

  • Teknologi Finansial mengandung unsur Inovasi

  • Teknologi Finansial bermanfaat atau dapat memberi manfaat bagi konsumen dan perekonomian

  • Teknologi Finansial bersifat noneksklusif

  • Teknologi Finansial dapat digunakan secara massal

  • Teknologi Finansial telah dilengkapi dengan identifikasi dan mitigasi risiko

  • hal lain yang dianggap penting oleh Bank Indonesia.

Memperoleh informasi serta penjelasan yang lebih lengkap dalam penetapan uji coba

 Dalam memperoleh informasi serta penjelasan yang lebih lengkap dalam penetapan ujian penyelenggara teknologi finansial harus mengikuti tahapan berikut:

a. Bank Indonesia menginformasikan kepada Penyelenggara Teknologi Finansial untuk melakukan presentasi paling sedikit mengenai model bisnis dan manajemen risiko dan menyampaikan dokumen melalui surat.

b. Penyelengara Teknologi Finansial menyampaikan dokumen secara daring (online) melalui laman Bank Indonesia sesuai format yang ditentukan.

c. Bank Indonesia melakukan penelitian atas kelengkapan, kesesuaian, dan kebenaran dokumen.

d. Dalam hal berdasarkan hasil penelitian terdapat  dokumen yang tidak lengkap, tidak sesuai, dan tidak benar maka Bank Indonesia meminta kepada Penyelenggara Teknologi Finansial untuk melengkapi dan memperbaiki dokumen dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) hari kerja sejak tanggal permintaan dari Bank Indonesia.

e. Dalam hal Penyelenggara Teknologi Finansial telah melakukan presentasi dan dokumen dinyatakan lengkap, sesuai, dan benar, maka Bank Indonesia memberi penetapan Penyelenggara Teknologi Finansial beserta produk, layanan, teknologi, dan model bisnisnya untuk diuji coba dalam Regulatory Sandbox.

Dalam mengikuti uji coba Regulatory Sandbox, Bank Indonesia melakukan pendampingan sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur, hal ini sebagai dasar  untuk menetapkan status hasil uji coba Penyelenggara Teknologi Finansial.

        Bank Indonesia selaku penyelenggara telah menetapkan kriteria khusus untuk  peserta yang mendaftarkan startup nya dalam Ruang Uji Coba (Regulatory Sandbox) agar startup yang mengikuti peraturan ini dikatakan layak dan bisa dioprasionalkan secara penuh serta didukung dengan keamanan data privasi bagi penggunanya.

Setelah memenuhi  semua tahapan, Jangka waktu uji coba dalam Regulatory Sandbox ditetapkan paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal penetapan Bank Indonesia atas uji coba produk, layanan, teknologi, dan model bisnis yang telah dipresentasikan kepada Bank Indonesia.

Status hasil akhir uji coba yang ditetapkan oleh Bank Indonesia terdiri dari 3 (tiga) yaitu Berhasil, Tidak Berhasil, dan Status Lain yang telah ditetapkan Bank Indonesia. Yang dimaksud dengan status lain adalah apabila pada saat setelah diujicobakan, produk, layanan, teknologi, dan model bisnis bukan termasuk kategori sistem pembayaran. Sebagai salah satu perusahaan Teknologi Finansial, Disitu.com juga ikut berpartisipasi dalam aturan Regulatory Sandbox Bank Indonesia. Dengan ikutnya Disitu.com dalam aturan baru Bank Indonesia, menjadikan Disitu.com menerapkan prinsip perlindungan data konsumen serta manajemen risiko bagi para konsumennya.

cari-kredit-DISITU-pilihanmu