avatardisplay_general
DISITU
16 Sep 2018

Resiko Gadai Sertifikat Rumah Perorangan Bandung

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201809/180916/Resiko%20Gadai%20Sertifikat%20Rumah%20Perorangan%20Bandung.jpg

Mungkin memang benar jika menggunakan agunan sertifikat rumah nilainya cukup besar daripada agunan BPKB mobil ataupun motor. Anda melakukan pinjaman juga pasti ada alasannya. Terlebih lagi gadai sertifikat rumah perorangan Bandung memiliki resiko yang cukup besar. Belum lagi jika Anda tergiur dengan tawaran pemberi pinjaman yang menawarkan dana yang fantastis juga. Karena kebutuhan konsumtif juga ikut berpengaruh besar terhadap pemutusan pinjaman. Bagi Anda yang ingin membangun usaha atau bisnis namun terkendala modal. Ingin menikmati liburan seru bersama keluarga namun tidak memiliki dana. Anda bisa menggadaikan sertifikat Anda pada  bank atau leasing. Saat ini sudah banyak bank dan leasing yang mau menerima gadai sertifikat. Persyaratannya juga mudah. Tidak ribet seperti pengajuan kredit menggunakan agunan BPKB. Namun harus Anda ketahui resiko gadai sertifikat rumah perorangan. Berikut ulasan selengkapnya :

1.  Ditolak Pihak Bank Atau Leasing

Ketika Anda melakukan pengajuan pinjaman dengan cara gadai sertifikat rumah perorangan Bandung. Tentu ada kemungkinan pemberi dana tidak menerimanya. Karena pemberi dana tersebut juga akan menilai mengenai capacity,character,condition,capital,dan collateral. Menilai apakah Anda akan membayar angsuran secara lancar atau tidak. Apakah si debitur juga memiliki kekuatan financial yang benar-benar mencukupi. Dan masih banyak lagi penilaian lainnya. Pemberi pinjaman juga dapat menilai kesungguhan Anda dalam menepati janji dilihat dari karakter Anda. Menepati janji disini yaitu melunasi pinjaman. Serta melihat kondisi keuangan Anda dengan cara menilai kesesuaian jumlah pinjaman dengan nilai collateral yang diberikan.

2. Salah Dalam Memilih Tempat Pengajuan Pinjaman

Sebelum Anda memutuskan untuk gadai sertifikat rumah perorangan Bandung. Ada baiknya selektif terhadap memilih tempat yang sesuai dengan keinginan Anda. Ketika Anda salah dalam memilih tempat pengajuan pinjaman maka Anda harus siap menerima segala resiko yang terjadi secara berkepanjangan. Misalnya saja seperti suku bunga yang tinggi sehingga mengakibatkan Anda kesulitan dalam membayar cicilan. Ada juga debitur yang awalnya memiliki riwayat kredit yang baik namun setelah mengajukan kredit di suatu tempat menjadikan kondisi keuangannya kacau.

3. Tidak Mampu Membayar Cicilan

Banyak orang yang apabila terdesak kebutuhan keuangan yang mepet. Pasti akan mengiyakan semuanya tanpa berfikir panjang. Mengenai kemampuan kedepan nya nanti. Tidak mampu dalam membayar cicilan adalah salah satu resiko yang akan diterima debitur ketika tidak bisa mengukur kekuatan finansial nya.

4. Gali Lubang Tutup Lubang

Merupakan akibat dari ketidakmampuan seseorang dalam membayar hutang. Jika cicilan nya tidak terlalu banyak tentu bukan masalah yang berarti. Namun jika mencapai cicilan perbulannya berjuta-juta. Namun pendapatan yang didapat tidak cukup untuk membayar cicilan. Tentu akan membuat Anda berpikir mencari jalan keluar agar aset yang dijaminkan tidak disita. Namun apabila Anda berpikir bahwa membuat lubang baru akan meringankan cicilan Anda maka Anda salah besar. Karena hal itu justru akan menambah beban cicilan Anda di bulan depan. Memang bisa membantu namun hanya saat itu saja. Seterusnya utang Anda akan semakin banyak dan tentu akan menambah kesulitan Anda dalam membayar.

5. Agunan Disita Pihak Bank Atau Leasing

Merupakan resiko paling puncak dari suatu pinjaman. Dikarenakan salah perhitungan dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran untuk cicilan. Jika waktu tenggang yang diberikan bank atau leasing habis. Maka sepantasnya pihak bank atau leasing menyita agunan Anda. Karena saat melakukan akad peminjaman tentu pihak debitur siap disita asetnya apabila kredit nya macet. Ketika hal ini sudah terjadi sudah tidak bisa ditawar lagi. Karena sudah bersifat final.