avatardisplay_general
DISITU
11 Sep 2018

Resiko Melakukan Gadai Sertifikat Rumah Ke Perorangan

https://disituapi.azureedge.net/A/Img/1809/180911/Resiko Melakukan Gadai Sertifikat Rumah Ke Perorangan.jpg

Ada kalanya manusia mengalami sebuah keadaan yang mendesak. Keadaan itu misalnya orang terdekat Anda mengalami sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Tentu saja Anda harus mengeluarkan biaya untuk berobat. Dalam suatu kondisi, anak Anda akan masuk ke sekolah. Biaya untuk masuk sekolah dan lain-lain tentu dibutuhkan agar anak Anda bisa bersekolah tanpa ada kendala. Maka dari itu, solusi yang tepat adalah Anda harus melakukan gadai sertifikat rumah ke perorangan.

Melakukan gadai sertifikat rumah ke perorangan memiliki resiko tersendiri. Diantaranya adalah:

1. Tidak Mampu Membayar

Resiko yang pertama adalah beberapa debitur tidak mampu untuk membayar angsuran. Biasanya nilai jual dari sertifikat rumah sangat besar. Besarnya nilai jual juga mempengaruhi lama angsuran. Hal ini juga sangat mempengaruhi beratnya debitur dalam melakukan pembayaran asuransi gadai. Maka dari itu, Anda harus menyempatkan untuk membayar. Karena jika Anda tidak membayar, Anda akan menerima resiko pada poin ke-5.

2. Salah Pilih Tempat Gadai

Resiko yang kedua adalah salah pilih tempat gadai. Disarankan bagi anda untuk tidak salah dalam memilih tempat gadai. Tempat gadai yang Anda pilih haruslah tempat gadai yang dilindungi badan hukum yang jelas. Selain itu, tempat gadai tersebut harus ada ijin dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Karena dengan memilih tempat gadai yang tepat, Anda akan mendapatkan kenyamanan ketika melakukan gadai sertifikat rumah. Selain itu, resiko penipuan juga akan terjadi ketika Anda salah memilih tempat gadai yang tepat.

3. Ditolak Dari Lembaga Gadai

Setiap pengajuan gadai, tentu saja melalui beberapa proses. Dalam setiap proses tersebut bisa menghasilkan sebuah persetujuan gadai. Namun pada prakteknya, gadai terkadang tidak disetujui. Hal ini disebabkan karena dokumen yang diberikan kepada lembaga gadai tidak lengkap. Atau bisa juga debitur tidak memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan oleh lembaga gadai. Maka dari itu, Anda harus melengkapi dokumen dan persyaratan yang ada. Kemungkinan selanjutnya Anda ditolak ketika mengajukan gadai adalah Anda pernah memiliki masalah dengan lembaga gadai. Hal ini tentu saja menjadi kesalahan dalam melakukan gadai sertifikat rumah. Bahkan dengan memiliki masalah, Anda tidak bisa melakukan gadai. Karena data dari semua lembaga gadai masuk ke dalam data dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia atau APPI.

4. Bunga Tinggi

Resiko yang selanjutnya adalah dengan menggadaikan sertifikat rumah, maka bunga yang didapat tinggi. Sebenarnya ini adalah kesalahan dari Anda sendiri. Solusi untuk menghindari bunga yang tinggi adalah memilih tempat gadai sertifikat rumah ke perorangan yang sesuai. Biasanya penyedia jasa gadai perorangan memberikan program tersendiri. Salah satu programnya adalah bunga yang diberikan kecil. Tentu saja bunga yang kecil bisa sesuai dengan Anda yang membutuhkan dana cepat. Dalam mencari tempat gadai yang tepat, Anda harus teliti dan cermat agar Anda tidak mendapatkan resiko yang fatal seperti poin di bawah.

5. Sertifikat Rumah Bisa Berpindah Tangan

Hal ini yang sering menjadi kelalaian debitur dan bisa menjadi resiko yang sangat fatal. Yaitu barang yang Anda gadaikan bisa berpindah tangan atau dalam arti lain ditahan. Hal ini disebabkan karena Anda lalai dalam melakukan pembayaran angsuran setiap bulan. Maka dari itu, Anda harus membayar angsuran gadai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Sekedar tips bagi Anda yang kelupaan untuk membayar gadai angsuran. Yang pertama adalah manfaatkan uang gadai tersebut sebaik-baiknya. Kemudian sisakan uang gadai tersebut untuk membayar gadai. Setelah menyisakan uang gadai, Anda perlu untuk mengingat kapan waktu untuk membayar angsuran gadai. Anda bisa mencatat di tempat yang bisa Anda lihat setiap hari