13 November 2017 00:00

Siapkah Diri Anda untuk Redenominasi Rupiah?

DISITU

36.pinjaman bank dan pinjaman dana perlu bi checking

Berita seputar ekonomi dan bisnis adalah salah satu informasi yang selalu ditunggu masyarakat. Mulai dari harga sembako, syarat pinjaman online atau pinjaman dana dari bank, hingga berita terkini tentang nilai kurs rupiah. Berita lainnya yang sedang hangat dibicarakan sejak tahun 2013 adalah wacana redenominasi. Wacana tersebut bermula dari adanya RUU Redenominasi yang telah memasuki Prolegnas Prioritas tahun 2013. Akan tetapi, pada tahun 2014, RUU tersebut dimasukkan sebagai daftar prolegnas jangka menengah tahun 2014-2019.

Meski begitu, Bank Indonesia terus melakukan berbagai kegiatan untuk mempersiapkan redenominasi. Mulai dari membentuk Tim Persiapan Redenominasi Mata Uang (TPRMU), penyesuaian redenominasi, konsultasi publik dengan pakar, hingga melakukan FGD dengan parlemen. Dalam artikel kali ini, kami akan membahas lebih lanjut tentang definisi, tujuan, serta kelebihan dan kekurangan adanya redenominasi.

Pengertian Redenominasi

Redenominasi adalah istilah yang digunakan untuk menyederhanakan nilai mata uang namun tidak mengurangi nilai tukar dari mata uang tersebut. Redenominasi mata uang biasanya dilakukan dalam penyederhanaan pecahan mata uang agar menjadi lebih sedikit. Cara penyederhanaan dilakukan dengan mengurangi digit angka mata uang tersebut. Misalnya, pecahan 100.000 diredenominasi 3 angka menjadi 100. Meski memiliki perbedaan digit angka, nilai mata uang tersebut tetaplah sama. Jika sebuah tas seharga Rp. 100.000 per buah, setelah mengalami redenominasi, tas tersebut seharga Rp. 100 per buah.

Tujuan Redenominasi

Tujuan redenominasi adalah menyederhanakan pecahan uang agar lebih efisien dan nyaman ketika digunakan untuk transaksi. Selain itu, redenominasi juga ditujukan untuk mempersiapkan kesetaraan ekonomi Indonesia dengan negara regional lainnya.

Kelebihan Redenominasi

  • Redenominasi dapat menyederhanakan penulisan dan penyebutan nominal mata uang
  • Redenominasi dapat meningkatkan kredibilitas mata uang suatu negara di tingkat internasional.
  • Redenominasi juga berguna untuk generasi yang akan datang. Sebab, dengan adanya redenominasi, generasi yang akan datang tidak akan berdampak pada pembengkakan nilai nominal mata uang.

Kekurangan Redenominasi

  • Perlu sosialisasi yang panjang sebelum mengimplementasikan kebijakan redenominasi di suatu negara.
  • Akan terjadi kenaikan harga dari berbagai jenis produk dan kebutuhan, terutama kebutuhan pokok sehari-hari. Sebab, para pedagang akan lebih tertarik membulatkan harga barang dagangan yang dijualnya daripada memberi kembalian beberapa sen. Misalnya, sebelum redenominasi sebuah buku dijual Rp. 37.000 per buah. Setelah redenominasi harganya menjadi Rp. 37. Agar tidak memberi uang kembalian, seorang pedagang akan memilih menaikkan harga barang dagangannya dengan cara membulatkannya menjadi Rp. 40. Jika hal ini dilakukan secara merata di semua sektor ekonomi, tentu dapat beresiko inflasi dan memperburuk kondisi perekonomian nasional.
  • Redenominasi kurang ramah terhadap masyarakat desa. Selain akses informasi yang kurang memadai, masyarakat desa masih jarang yang menggunakan e-money. Padahal, redenominasi mata uang akan lebih menguntungkan pengguna e-money untuk menyimpan uang kembalian secara utuh.

Demikian artikel seputar redenominasi yang membahas tentang definisi, tujuan, serta kelebihan dan kekurangannya. Apakah kebijakan redenominasi akan diterapkan atau tidak, kita harus mempersiapkan diri sedini mungkin. Salah satunya dengan menyiapkan tabungan yang cukup untuk mencegah dampak redenominasi yang tidak kita inginkan.

   Cari Kredit? DISITU Pilihanmu