avatardisplay_general
DISITU
28 Jan 2019

Simulasi Perhitungan Premi Asuransi Bumiputera

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201901/190128/Banner/simulasi perhitungan premi asuransi bumiputera.jpg

Baru-baru ini, asuransi Bumiputera dinobatkan sebagai merk asuransi paling populer di dunia maya. Asuransi yang berfokus pada perlindungan jiwa ini telah melayani masyarakat Indonesia selama 106 tahun. Karena pengalaman itulah, sebagian besar masyarakat Indonesia tertarik mendaftarkan diri dalam jaminan asuransi satu ini. Sayangnya, belum banyak masyarakat Indonesia yang memahami metode perhitungan preminya. Maka dari itu, berikut ini kami paparkan informasi mengenai perhitungan premi asuransi Bumiputera beserta simulasinya.

Komponen Dasar Untuk Perhitungan Premi Asuransi Bumiputera

Berdasarkan fakta lapangan, banyak orang tertarik mendaftar asuransi tanpa paham betul apa yang mereka lakukan. Beberapa di antaranya bahkan tidak mengerti sistematika perhitungan premi. Daripada pusing menghitung, para pengguna jasa ini lebih memilih menerima berapapun premi yang diminta asuransi. Hal seperti itu juga terjadi pada asuransi Bumiputera. Tapi bagaimanapun, pemegang polis asuransi perlu memahami apa saja komponen-komponen dasar yang digunakan untuk menghitung premi. Berikut daftarnya.

1. Besar Gaji

Asuransi

Besar gaji yang diperoleh pemegang polis berpengaruh besar pada premi yang harus dibayarkan.  Semakin banyak jumlah gaji dan tanggungan polis, biasanya jumlah premi juga akan semakin besar. Akan tetapi hal ini diimbangi dengan jumlah uang pertanggungan (UP) yang juga akan semakin meningkat.

2. Jumlah Pengeluaran Tahunan

Asuransi

Selain besaran gaji, jumlah pengeluaran tahunan juga menjadi acuan dalam perhitungan premi asuransi Bumiputera. Apabila perbandingan besar gaji dan jumlah pengeluaran semakin tipis, maka premi yang dapat ditetapkan asuransi pun semakin kecil. Sebaliknya, jika gap besar gaji dan pengeluaran semakin besar, perhitungan premi juga akan lebih leluasa.

3. Jumlah Tanggungan

Asuransi

Jumlah tanggungan akan berpengaruh apabila jenis asuransi jiwanya adalah asuransi berkelompok.  Terutama untuk asuransi jiwa yang menyertakan pendidikan. Pihak asuransi perlu menghitung jumlah anak pemegang polis serta usia mereka. Misalnya pemegang polis memiliki 3 anak dengan anak bungsu berusia 2 tahun. Dia ingin ketiga anaknya menyelesaikan pendidikan S1 di usia 22 tahun. Maka perhitungannya dipatok 20 tahun mendatang, saat sang anak bungsu berhasil menyelesaikan S1.

4. Jenis Asuransi Yang Diminati

Asuransi

Ada banyak jenis asuransi yang ditawarkan oleh asuransi Bumiputera; Secara garis besar, asuransi yang disediakan adalah asuransi jiwa perorangan dan asuransi berkelompok. Perhitungan asuransi jiwa perorangan lebih mudah karena tidak melibatkan faktor selain pemegang polis. Lain hal dengan asuransi berkelompok yang juga membicarakan orang-orang yang ditanggungnya.

5. Pendekatan Perhitungan Premi Yang Digunakan

Asuransi

Dalam proses perhitungan premi asuransi Bumiputera, terdapat 3 pendekatan yang digunakan. Pendekatan tersebut antara lain Human Life Value, Income Based Value, dan Financial Needs. Ketiganya merupakan komponen paling berpengaruh pada jumlah premi yang harus dibayarkan pemegang polis.

 

Baca juga: Bagaimana Cara Kredit Mobil Baru Angsuran 1 Jutaan 2015?

 

Simulasi Perhitungan Premi Asuransi Bumiputera

Asuransi

Sebagai contoh, Bapak Gani adalah seorang karyawan berpenghasilan bersih 150 juta per tahun. Beliau memiliki seorang istri dan tiga anak, dengan pengeluaran per tahun 85 juta. Anak terakhirnya baru berusia satu tahun, akan tetapi Bapak Gani ingin kehidupan keluarganya terjamin hingga anak terakhirnya lulus S1 di usia 21.

Jika asuransi menggunakan metode Human Life Value, maka perhitungannya yakni besar gaji dikalikan batas waktu tanggungan asuransi selama 5 tahun. Berdasarkan kondisi di atas, besar premi yang perlu dibayar sebesar 150 juta X 5 tahun = 750 juta tidak termasuk bunga (jika ada).

Jika asuransi Bapak Gani menggunakan metode Income Based Value, maka jumlah asuransi juga akan mempertimbangkan perkiraan inflasi yang akan terjadi. Sedangkan jika yang digunakan metode Financial Needs, maka perhitungannya menggunakan rumus gaji dikalikan tahun hingga anak terakhir menyelesaikan S1. Berarti dengan penghasilan tersebut, Bapak Gani perlu membayar premi sebesar 150 juta X 20 juta = 3 miliar. Sementara itu, UP yang diterima sebesar 85 juta X 20 juta = 1,7 miliar.