avatardisplay_general
DISITU
02 Nov 2018

Strategi Jitu Atur Keuangan dengan Rumus 50/30/20

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201811/181102/Banner/Strategi%20Jitu%20Atur%20Keuangan%20dengan%20Rumus%2050_30_20.jpg

Ketika waktu gajian tiba, kebanyakan orang tentu langsung menggunakan uang tersebut untuk membeli berbagai hal yang diinginkan. Melunasi cicilan mobil, membeli pakaian baru, atau makan bersama keluarga/teman menjadi beberapa cara untuk menghabiskan uang gaji.

Namun belum satu bulan berjalan, pernahkah Anda merasa uang gajian terasa begitu cepat habis? Bisa jadi hal itu terjadi karena Anda tidak mengatur keuangan dengan benar. Padahal, mengatur keuangan sangat penting agar Anda dapat merencanakan tabungan untuk masa depan.

Elizabeth Warren, seorang ahli bidang kebangkrutan dari Universitas Harvard mengungkapkan bagaimana mengatur keuangan dengan bijak menggunakan rumur 50/30/20. Dilansir The Balance, Warren bersama putrinya Amelia Warren Tyagi, dalam bukun berjudul All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan, menjelaskan bagaimana cara mengalokasikan gaji dengan tepat seperti berikut:

 

  1. Hitung pendapatan bersih setelah pajak

Strategi

Sebagai warga negara yang baik, setiap bulannya Anda perlu membayar pajak pada negara. Untuk pajak penghasilan (Pph), besarannya akan tergantung pada jumlah gaji yang Anda terima tiap bulannya. Nah, sebelum terburu-buru menggunakan uang gaji Anda, ada baiknya hitung kembali berapa nilai pajak yang harus dibayarkan. Setelah dikurangi pajak, maka jumlah tersebut adalah gaji bersih yang bisa Anda gunakan untuk keperluan selanjutnya.

 

  1. Sisihkan 50 persen gaji untuk kebutuhan pokok

Strategi

Selesai menghitung besaran gaji setelah dipotong pajak, sisihkan 50% gaji untuk kebutuhan pokok seperti membayar listrik, cicilan kendaraan, membayar asuransi, sewa rumah, dan membeli bahan pangan serta kebutuhan rumah tangga. Menurut Warren dan Tyagi, hal ini penting dilakukan di awal agar uang Anda tidak habis digunakan untuk hal-hal yang tidak perlu. Karena itu pada tahap ini Anda harus bisa memisahkan mana yang termasuk kebutuhan dan keinginan, agar uang yang dikeluarkan dapat lebih efektif.

 

Baca juga: Asuransi Sequislife, Dapat Memilih Premi Sendiri

 

  1. Gunakan 30 persen untuk bersenang-senang

Strategi

Berbagai keperluan selama satu bulan ke depan bisa dikatakan sudah aman karena Anda telah menggunakan 50% gaji untuk kebutuhan pokok. Tagihan yang menunggu kini juga sudah dibayar. Sekarang saatnya bersenang-senang! Sebagai bentuk apresiasi untuk diri Anda, gunakan 30% gaji untuk kepentingan hiburan seperti hobi, belanja, atau makan bersama keluarga dan teman.

Namun sekali lagi tetap berhati-hati dalam menggunakan gaji untuk bersenang-senang, jangan sampai Anda melewati limit budget yang sudah ditetapkan ya. Untuk menyiasatinya, Anda bisa mencatat berbagai hal yang masuk dalam daftar keinginan beserta perkiraan biaya yang harus dikeluarkan. Dari catatan tersebut Anda bisa melihat keinginan mana yang dapat diwujudkan lebih dahulu sesuai dana yang tersedia.



 

  1. Sisakan 20 persen gaji untuk berjaga-jaga

Strategi

Kebutuhan pokok dan bersenang-senang kini sudah terpenuhi, dan tada! Anda masih memiliki uang tersisa. Dengan sisa uang tersebut, manfaatkanlah untuk ditabung demi masa depan Anda. Tidak hanya ditabung, uang tersebut juga dapat disimpan untuk situasi yang tidak terduga seperti sakit. Namun selain dua hal tersebut, jangan lupa sisihkan sebagian penghasilan Anda untuk beramal pada orang lain.

Dengan rumus 50/30/20, kini penghasilan Anda tidak hilang begitu saja tanpa jejak. Mulai sekarang, Anda dapat menerapkan cara tersebut untuk mengatur keuangan agar lebih bijak dan terencana. Ingat, selama masih muda bukan berarti Anda dapat menggunakan uang gaji untuk bersenang-senang sepuasnya. Pikirkanlah mulai sekarang untuk menabung atau berinvestasi agar kelak Anda dan keluarga dapat hidup dengan sejahtera. Selamat mencoba!