avatardisplay_general
DISITU
10 Nov 2018

Syarat Asuransi Jiwa Syariah Yang Harus Anda Ketahui

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201811/181110/Banner/Syarat%20Asuransi%20Jiwa%20Syariah%20Yang%20Harus%20Anda%20Ketahui.jpg

Asuransi merupakan sebuah perjanjian di antara dua pihak ataupun lebih, yang mana pihak penanggungan mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan cara menerima premi asuransi untuk bisa memberikan penggantian kepada tertanggung karena sebuah kerugian, kerusakan maupun kehilangan keuntungan diharapkan. Dari sekian banyak jenis asuransi, asuransi jiwa syariah menjadi salah satu jenis asuransi yang banyak dicari oleh masyarakat karena dinilai lebih jelas hukum agamanya.

Di dalam konteks syariah, asuransi sendiri merupakan sebuah usaha kerjasama untuk saling melindungi di antara sejumlah orang di dalam menghadapi suatu musibah melalui perjanjian yang sudah disepakati bersama sesuai dengan ajaran Islam. Perjanjian yang mana digunakan di dalam asuransi jiwa syariah ini sendiri menggunakan prinsip akad Takafuli yang berarti tolong menolong denga prinsip dasar Tabarru’, dan untuk mengelolaan dananya sendiri menggunakan prinsip Mudharabah melalui investasi syariah. Di dalam asuransi syariah ini juga harus sesuai dengan syariat Islam yang mana mempertimbangkan larangan yang harus dihindari seperti tidak mengandung Gharar atau ketidakpastian, kemudian maysir atau perjudian, riba atau bunga, barang haram dan juga maksiat yang mana dilarang Islam. Dan untuk mendukung sistem syariah, memang memerlukan akad yang tepat seperti berikut ini:

Menggunakan Akad Tijarah

syarat-asuransi

Yang pertama adalah akad tijarah, dimana memiliki tujuan untuk komersial seperti mencari keuntungan. Dimana keuntungan tersebut bukan milik perusahaan saja, namun dilakukan sistem bagi hasil dengan peserta atau nasabah asuransi tersebut.

Menggunakan Akad Tabarru

syarat-asuransi

Kemudian yang kedua adalah akad tabarru yang memiliki tujuan non profit dimana untuk kebijakan serta tolong menolong, serta bukan dengan tujuan komersial. Terdapat beberapa poin penting yang ada di dalam akad tabarru ini yaitu kesepakatan peserta dalam saling tolong menolong, kemudian hak dan juga kewajiban peserta dan perusahaan, lalu cara serta waktu pembayaran premi dan juga klaim, lalu ketentuan bisa ataupun tidak kontribusi yang mana ditarik kembali oleh peserta di dalam hal terjadi pembatalan peserta dan juga ketentuan alternatif serta presentase pembagian surples underwiting.

Memiliki Tujuan Membantu Satu Sama Lain

syarat-asuransi

Lalu yang ketiga adalah melihat dari tujuannya, dimana saling membantu satu sama yang lainnya yang mana untuk memberikan dana kebajikan dengan niat yang ikhlas untuk saling membantu sama lain sesama peserta asuransi jiwa syariah jika nantinya ada yang terkena musibah. Oleh karena itu dana tabarru ini disimpan di dalam satu rekening khusus yang jika nantinya terjadi suatu resiko, dana klaim yang diberikan merupakan dana yang berasal dari rekening dana tabarru yang mana telah diniatkan oleh semua peserta untuk kepentingan tolong menolong.

Berlandaskan Al-Quran Dan Hadist

syarat-asuransi

Selain itu di dalam sebuah ekonomi syariah, tata kelola dan juga aturannya harus dengan landasan hukum Islam yaitu Al-Quran dan juga Hadits. Hal ter sebut yang menjadi sebuah poin perumus utama di dalam landasan fatwa dimana yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Sedangkan untuk tata laksananya dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan dimana menjadi acuan pokok dari pelaksanaannya di Indonesia. Di dalam asuransi jiwa syariah ini sendiri, landasan fatwanya adalah Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI dengan nomor 21/DSN-MUI/X/2001, mengenai Pedoman Umum Asuransi Syariah.

Jadi itulah beberapa persyaratan yang ada di dalam asuransi jiwa syariah yang perlu Anda ketahui, dengan mengetahui semua aturannya, tentu saja nantinya Anda akan lebih mantap untuk bergabung besama asuransi syariah karena tidak terdapat riba di dalamnya, sehingga akan lebih aman dan tidak perlu dikhawatirkan.