avatardisplay_general
DISITU
05 Oct 2018

Waspada, 7 Penyakit Berikut Sering Menular di Sekolah

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201810/181005/Waspada,%207%20Penyakit%20Menular%20Berikut%20Sering%20Terjadi%20di%20Sekolah.jpg

Sekolah memang tempat yang menyenangkan untuk bermain bagi anak-anak. Di sekolah mereka bebas bermain di mana saja bersama kawan sebaya. Sayang selain sebagai tempat bermain, sekolah nyatanya juga tempat penularan beberapa penyakit berbahaya.

Fakta tersebut tidak aneh mengingat di sekolah buah hati Anda akan mengalami kontak langsung dengan banyak orang yang mungkin membawa berbagai virus penyakit. Jangan disepelekan, selain flu dan batuk penyakit berbahaya ini juga bisa menulari anak Anda.

 

  1. Campak

Penyakit

Penyakit menular pertama yang banyak menular di sekolah adalah campak atau rubeola. Hal ini sangat mungkin terjadi sebab campak dapat menyebar dengan cepat melalui percikan cairan dan udara dari penderita. Bahkan jika anak Anda tanpa sengaja menyentuh benda yang terkena cairan tersebut, besar kemungkinan ia akan tertular campak.

 

  1. Kutu Rambut

Penyakit

Anak Anda terus menggaruk kepala tanpa henti? Cobe segara periksa, siapa tahu ia sudah terkena kutu rambut yang menular di sekolah. Perlu diketahui kutu rambut dapat dengan mudah menyebar dari satu kepala ke kepala lain melalui kontak langsung dengan penderita. Penyebaran akan semakin mudah jika anak bertukar topi atau bergantian menggunakan sisir yang sama. Jika sudah terlanjur terkena kutu rambut ada baiknya segera obati karena kutu adalah parasit yang terus menghisap darah dari kulit kepala.

 

  1. Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA)

Penyakit

ISPA merupakan salah satu penyakit yang banyak terjadi pada anak-anak. Infeksi yang dapat disebabkan oleh virus dan bakteri ini umumnya akan menyerang bagian paru-paru, trakea (pipa pernapasan), dan hidung. Jika anak Anda terkena penyakit ini maka gejala yang umum ditimbulkan adalah batuk, sakit tenggorokan, bersin, sakit kepala, demam dan nyeri otot. Bila menemui gejala di atas pada buah hati sebaiknya Anda segera membawanya ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lenjut agar tidak berkembang menjadi pneumonia.

 

  1. Penyakit Kulit

Penyakit

Penyakit kulit seperti kudis (skabies) dan kurap menjadi penyakit menular lain yang sering menyerang anak-anak. Untuk skabies, seseorang bisa terkena penyakit ini jika kontak dengan penderita, bergantian mengenakan pakaian yang sama dengan pasien atau tidur di kasur dengan tungau. Hal tersebut mempermudah tungau masuk ke dalam lapisan luar kulit dan menimbulkan bercak kudis.

Sementara itu untuk kurap yang disebabkan oleh jamur, penularannya bisa terjadi akibat mandi bersama di kamar mandi umum, berenang di kolam umum, atau berbagi peralatan yang sama dengan penderita kurap.

 

  1. Gastoenteritis

Penyakit

Saat di sekolah Anda sebagai orang tua tentu tidak sepenuhnya mampu memantau apa yang dimakan anak-anak. Tanpa disadari mereka bisa saja jajan sembarangan yang tidak bersih hingga akhirnya terkena gastroenteritis atau infeksi pada lambung dan usus akibat virus serta bakteri. Selain karena makanan yang terkontaminasi, penyakit ini dapat menular melalui kontak dengan penderita, sanitasi buruk, atau kebersihan yang tidak dijaga

 

  1. Cacar Air

Penyakit

Sama seperti campak, cacar air dapat menular dengan mudah melalui bersin dan batuk yang terbawa melalui udara. Selain itu kontak dengan penderita atau terkena cairan cacar yang pecah bisa membuat penyakit ini dengan mudah menyebar. Karena itu seorang penderita cacar air sebaiknya diisolasi sementara hingga bintik air yang ada reda agar tidak menulari orang lain. Sementara itu gejala dari penyakit ini adalah demam, sakit tenggorokan, pusing, dan muncuk bintik berisi air yang terasa sangat gatal.

 

  1. Konjungtivitis

Penyakit

Mata merah atau konjungtiva menjadi penyakit yang banyak menular di sekolah. Sama dengan ISPA penyakit ini disebabkan oleh virus dan bakteri yang menyerang bagian bagian putih mata dan membuat konjungtiva (jaringan dalam mata) meradang. Ciri dari penyakit ini antara lain mata memerah, bengkak, gatal, berair, bahkan sampai bernanah. Untuk mata merah yang diakibatkan oleh virus, biasanya bisa sembuh dengan sendirinya. Namun jika bakteri adalah penyebabnya, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan antibiotik.