avatardisplay_general
DISITU
01 Aug 2018

Cara Mengajukan Pinjaman Tunai Dengan Bunga Rendah

https://disituapi.azureedge.net/A/Img/1808/180801/5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajukan Pinjaman Tunai Dengan Bunga Rendah.jpg

Pinjaman tunai dengan bunga paling rendah banyak dicari orang. salah satunya mereka meminjam dengan menggunakan KTA. KTA adalah singkatan dari Kredit Tanpa Agunan yang ditawarkan dalam bentuk tunai tanpa jaminan apapun. KTA biasanya memiliki jangka peminjaman hingga 5 tahun. Plafon yang ditetapkan setiap bank berkisar antara 5 juta sampai dengan 300 juta. KTA dimanfaatkan untuk berbagai tujuan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Mengajukan KTA lebih mudah dan cepat proses pencairan dananya dikarenakan hanya membutuhkan waktu hitungan hari saja untuk mencairkannya. Salah satu tujuan masyarakat memilih KTA karena bisa melakukan pinjaman tunai dengan bunga paling rendah. KTA bunga rendah sangat digemari masyarakat Indonesia karena berpengaruh terhadap cicilan tiap bulannya. Oleh karena itu penting sekali mencermati berbagai bank yang menawarkan KTA bunga rendah. Berikut caranya memilih bank konvensional dengan bunga paling rendah :

1. Biaya Provisi

Merupakan biaya yang dipotong dari jumlah pinjaman. Hal tersebut menjadikan dana yang cair tidak utuh diterima nasabah. Biasanya biaya provisi berkisar rata-rata 1 persen dari nilai plafon pinjaman KTA yang dicairkan. Misalkan, pada saat pencairan dana disetujui Rp 6.000.000 juta namun pada saat penerimaan hanya Rp 5.650.000. Maka dapat disimpulkan bahwa biaya provisinya yaitu Rp 350.000. Biaya provisi setiap bank konvensional berbeda beda. Kisaran biaya provisi yaitu 3 persen. Oleh sebab itu perlu diperhatikan sebelum melakukan pinjaman tunai dengan bunga paling rendah. Karena banyak sekali bank bank yang mengadakan promo di berbagai media sosial. Dengan menawarkan bunga yang ringan, namun setelah dicek ternyata biaya provisinya sangat tinggi. Maka Anda harus lebih selektif.

2. Biaya Pelunasan Dipercepat

Biasanya terjadi ketika nasabah memiliki uang yang lebih. Sehingga ingin cepat-cepat lunas karena tidak ingin tidak terbebani oleh tagihan-tagihan pada setiap bulannya. Misalnya, nasabah mengambil tenor selama 12 bulan. Namun pada bulan ke enam nasabah ingin melunasi seluruh angsurannya. Sebenarnya pihak bank tidak menyukai cara seperti ini. Karena pihak bank juga ingin memperoleh keuntungan dengan memberikan pinjaman pada kreditur. Sehingga biasanya pihak bank akan memberikan denda atau penalty yang sangat tinggi.

3. Denda Keterlambatan

Pihak bank biasanya memberikan denda yang besar bagi nasabah KTA yang telat membayar cicilan. Biasanya besarnya denda yaitu sekitar 3 hingga 6 persen dari jumlah angsuran. Biaya denda dihitung per hari dengan presentase yang berbeda-beda antar bank. Semua kreditur tidak ingin terlambat membayar cicilan. Namun pada kenyataannya hal ini sering terjadi dikarenakan berbagai faktor.

4. Biaya Tahunan Dan Asuransi

Untuk para kreditur beberapa bank ada yang menerapkan biaya tahunan. Biasanya biaya ini cukup kecil yaitu sekitar Rp 50.000 saja. Sedangkan untuk biaya asuransi bertujuan meringankan keluarga kreditur . Apabila kreditur meninggal dunia pihak asuransi akan melunasi sisa angsuran. Namun ada juga pihak bank yang tidak menggunakan jasa asuransi. Maka ketika kreditur meninggal sisa angsuran ditanggung oleh pihak keluarga kreditur. Sehingga disarankan untuk Anda yang ingin mengajukan pinjaman tunai dengan bunga paling rendah harus memperhatikan hal asuransi juga. Jangan tergiur dengan oleh top up yang ditawarkan bank. Namun Anda juga harus berpikir dua kali jika ingin mengambil kredit tanpa agunan.

5. Transfer Dana Ke Rekening

Dana yang dicairkan oleh pihak bank akan langsung ditransfer ke rekening pribadi kreditur. Biaya ini dibebankan kepada kreditur yang tidak mempunyai payroll di bank pemberi kredit. Maka kreditur tersebut harus menanggung biaya transfer dana  KTA ke rekening. Apabila transfer bisa dilakukan melalui ATM, baiya rata-ratanya yaitu Rp 7.500. Sedangkan pencairan dana KTA melalui konter bank, RTGS, atau bahkan kliring akan jauh lebih mahal biayanya.

cari-kredit-DISITU-pilihanmu