DISITU
12 Jun 2018

7 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Mengajukan Pinjaman Tunai Dengan Kartu Kredit

 Layanan Pengganti BI Checking SLIK OJK Gini Cara Mudah Menggunakannya.jpg

Pengguna kartu kredit harus mengetahui manfaat kartu kredit yang sedang ia pegang secara keseluruhan. Apalagi kalau Anda merupakan salah satu pengguna kartu kredit yang sifatnya pasif. Maksudnya adalah pengguna yang hanya menggunakan kartu kredit dengan nominal di bawah rata-rata. Jika Anda mempunyai limit kartu kredit sebanyak Rp. 50 Juta maka Anda bisa mencairkannya. Misalnya kalau Anda baru menggunakannya sebanyak Rp 5 Juta maka akan lebih baik jika sisanya dicairkan. Pencairan ini untuk mendapatkan pinjaman tunai dengan kartu kredit. Anda bisa mendapatkan uang tunai dari saldo kartu kredit yang tidak Anda pakai. Namun Anda harus memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

1. Terima Penawaran Melalui Telfon

Bank akan sering menghubungi beberapa pengguna kartu kredit yang sangat pasif. Maksudnya pasif adalah menggunakan kartu kredit dengan nominal sangat kecil. Anda akan mengalami kerugian kalau tidak menggunakan nominal sisa kartu kredit. Maka dari itu biasanya pihak bank akan menawari Anda mendapatkan pinjaman tunai dengan kartu kredit. Sebaiknya Anda memanfaatkan tawaran baik ini dengan menerimanya. Bisa Anda gunakan dana pinjamannya untuk yang lainnya.

2. Tidak Mendapat Telfon Tidak Masalah

Jika Anda tidak menerima telfon maka tidak menjadi masalah besar. Anda bisa melakukan pengajuan dana tunai melalui telfon. Anda cukup menghubungi customer service dan mengatakan akan mengajukan pinjaman. Nah setelah pengajuan ini akan segera diproses oleh customer service. Beberapa bank juga memberikan fasilitas pengajuan melalui SMS. Karenanya Anda tidak harus sampai menelfon pihak terkait.

3. Persyaratan Utama Punya Kartu Kredit

Cara selanjutnya yang harus Anda perhatikan adalah Anda merupakan pengguna kartu kredit. Baik pengguna kartu kredit yang aktif maupun pasif bukan menjadi masalah. Asalkan Anda mempunyai kartu kredit saja sudah cukup. Tidak ada persyaratan lainnya yang harus Anda penuhi.  Cukup pengguna kartu kredit itu saja syaratnya.

4. Tidak Perlu Menyiapkan Jaminan

Selanjutnya Anda tidak perlu menyiapkan jaminan. Karena sifatnya merupakan pinjaman tunai dengan kartu kredit maka tidak perlu jaminan. Maka dari itu Anda tidak perlu lagi menyiapkan jaminan. Cukup menggunakan kartu kredit dan masalah selesai. Anda akan segera bisa menikmati pinjaman Anda secara cepat.

5. Menentukan Jumlah Pinjaman

Karena Anda mengajukan pinjaman melalui kartu kredit maka Anda bisa mengajukannya dari jumlah limit. Misalnya kalau Anda memiliki limit kartu kredit sebanyak Rp. 50 Juta. Anda sudah menggunakan sebanyak Rp. 5 Juta maka sisanya Rp. 45 Juta. Nah Rp. 45 Juta tersebut bisa Anda cairkan maksimal 50 %. Artinya Anda bisa mendapatkan pinjaman secara tunai sebesar Rp. 22,5 Juta. Itu batas maksimal pinjaman Anda, Anda bisa menguranginya jika merasa dengan jumlah sebesar itu Anda keberatan. Yang jelas maksimal pinjaman Anda adalah Rp. 22,5 Juta.

6. Menentukan Jangka Waktu Angsuran

Setelah menentukan jumlah Anda bisa memilih jumlah angsuran dan jangka waktunya. Jika Anda memilih jangka waktu yang lama maka nanti jumlah angsurannya akan mengecil. Namun semakin banyak bunga yang Anda bayar di awal. Maka dari itu sebaiknya Anda memilih jangka waktu yang pendek saja. Meskipun begitu Anda juga harus melihat kondisi keuangan Anda. Jangan sampai Anda tidak disiplin dalam membayarnya. Karena pengaruhnya terhadap pinjaman Anda selanjutnya.

7. Tagihan Kartu Kredit

Setiap pinjaman Anda akan masuk ke dalam tagihan kartu kredit Anda setiap bulan. Jadi Anda harus benar-benar memikirkan kemampuan Anda melakukan pinjaman. Jangan sampai Anda meminjam namun tidak memperhatikan hal-hal ini. Karena kalau sampai salah sasaran maka semuanya akan jadi masalah. Untuk itu Anda harus berhati-hati dalam mengikuti setiap hal di atas.