avatardisplay_general
DISITU
18 Aug 2018

Bangunan Tua dan Bersejarah di Jakarta

https://disituapi.azureedge.net/A/Img/1808/180816/Daftar Tempat Bersejarah di Jakarta.jpg

Kota Jakarta telah merayakan ulang tahun yang ke 491 pada tanggal 22 Juni 2018. Sebagai salah satu kota yang penting di Indonesia, Jakarta tentunya menyimpan banyak nilai budaya dan cerita sejarah. Di tengah era modern yang mendorong Jakarta untuk terus berkembang, ternyata masih tersimpan banyak cerita yang dapat wisatawan nikmati di kota ini.

1. Chandra Naya House

Rumah Chandra Naya ini dibangun pada tahun 1807, dan hampir dibongkar beberapa kali. Satu-satunya alasan tetap berdiri saat ini adalah karena protes yang ditujukan untuk melindungi situs bersejarah. Sebagai rumah tradisional Cina, bangunan ini memiliki atap miring dan awalnya merupakan rumah dua lantai. Rumah ini juga memiliki kolam kecil di halamannya, dihiasi oleh patung-patung katak yang dianggap sebagai jimat keberuntungan.

2. Kuil Dharma Bhakti

Kuil Dharma Bhakti ini juga dikenal sebagai Kuil Kim Tek Ie. Terletak di Chinatown, kuil ini dianggap sebagai kuit yang tertua dan merupakan kuil yang paling terkenal dari jenisnya yang ada di Jakarta. Kuil ini dibangun pada tahun 1650, di dekat Pasar Petak Sembilan sebagai simbol antara surga dan bumi. Sebagian besar kuil telah direlokasi dan direnovasi dari waktu ke waktu, terutama setelah kebakaran pada tahun 2015.

3. Pasar Petak Sembilan

Pasar Petak Sembilan merupakan pasar yang terletak di dekat kuil Dharma Bhakti. Berlokasi di daerah Glodok, Jakarta Barat, pasar ini disebut sebagai kawasan pecinan. Anda akan merasa sedang berada di negeri Tiongkok ketika berkunjung ke pasar ini. Berbagai makanan, baik bahan mentah dan makanan jadi ditawarkan di setiap sudut pasar ini. Selain itu, barang-barang yang identik dengan ciri khas Chinese juga dapat dengan mudah ditemukan disini.

4. Toko Kompak

Toko kompak merupakan sebuah rumah bersejarah di Pasar Baru yang merupakan simbol dari gerakan nasionalisme di tahun 1966. Rumah dengan nama-nama Chinese diubah dengan nama-nama yang memberi kesan Indonesia. Kata kompak dipilih dengan harapan bahwa keluarga yang memiliki rumah akan tetap bersatu di tengah kesulitan. Bangunan ini berumur lebih dari 300 tahun dengan arsitekturnya yang khas bernuansa Eropa dan China.

5. Sin Tek Bio

Sin Tek Bio merupakan sebuah candi berlantai dua yang terletak di sebuah gang sempit di Pasar Baru. Candi ini berukuran lebih kecil dari Kuil Dharma Bhakti. Setiap sudut candi dipenuhi dengan lilin dan sebuah tempat di mana pengunjung percaya dapat memperoleh kekayaan dari tempat itu.

6. Gereja Pniel

Satu lagi bangunan bersejarah di dekat Pasar Baru, sebuah gereja yang memiliki keunikan tersendiri. Gereja ini dijuluki "gereja ayam" karena memiliki baling-baling angin ayam di bagian paling atas bangunan yang menunjukkan arah angin saat ini. Gereja ini dibangun pada abad ke-20 dan masih mempertahankan sebagian besar struktur aslinya. Bangunan ini juga dapat menampung hingga 1.500 orang. Sebagian besar kursi, minibar, dan peralatan lainnya sudah berusia lebih dari satu abad.