avatardisplay_general
DISITU
25 Oct 2018

Beberapa Kebijakan Dan Rute Alternatif Ganjil Genap

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201810/181025/Beberapa%20Kebijakan%20Dan%20Rute%20Alternatif%20Ganjil%20Genap.jpg

Kemacetan memang menjadi masalah yang serius. Terutama di wilayah DKI Jakarta yang memang menjadi permasalahan setiap harinya. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah memberlakukan sistem ganjil genap bagi pengendara. Adapun beberapa kebijakan dan rute alternatif ganjil genap yang dapat anda ketahui melalui informasi yang akan dibahas di bawah ini. Penerapan sistem ini dimaksudkan untuk meminimalkan tingkat kemacetan di wilayah Jakarta. Adapun Kebijakan dalam sistem ganjil genap ini antara lain :

1. Jalur Ganjil Genap

Peraturan

Untuk jalur yang mengalami penerapan sistem ini antara lain Jl. Sisingamangaraja, Jl. Sudirman, Jl. Mh. Thamrin, Jl. Medan Merdeka Barat, serta sebagian pada Jl. Gatot Soebroto. Anda perlu tahu bahwa sebagian Jl. Gatot Soebroto ini meliputi jalan antara jalan layang senayan hingga perempatan kuningan. Sistem ini berlaku seperti misalnya pada hari ini tanggal berapa dan jika tanggal itu ganjil maka plat nomor yang ganjil saja yang dapat melewatinya. Begitupun dengan tanggal dan plat yang genap. Anda tidak perlu khawatir jika akan 24 jam tidak dapat pergi keluar rumah mengenai sistem ini. Karena, sudah diterapkan waktu dan rute alternatif ganjil genap yang diberlakukan untuk sistem ini.

2. Pelaksanaan Ganjil Genap

Peraturan

Peraturan ini disosialisasikan pada tanggal 28 Juni sampai 26 Juli 2016. Dan sudah mengalami uji coba pada tanggal 27 Juli sampai 26 Agustus 2016. Untuk pemberlakuan sistem ganjil genap ini mulai tanggal 30 Agustus 2016. Banyak perubahan jika dilihat dalam sistem ini seperti berkurangnya kemacetan karena memang tidak semua kendaraan yang dapat melintasi jalur yang telah diberlakukan.

3. Sanksi

Peraturan

Saat uji coba pada bulan juli hingga agustus berjalan, barang siapa yang melanggar peraturan ini akan dikenakan sanksi. Untuk uji coba, sanksi yang diberikan berupa blangko berwarna merah dari polisi dan nomor kendaraan yang melanggar akan didokumentasikan pada saat itu. Dan juga pelanggar mendapatkan bukti tilang atau pelanggaran yang akan diproses secara hukum. Pada masa percobaan, polisi mengatakan bahwa pada saat itu diharapkan tidak memakai plat palsu atau sejenisnya. Karena itu termasuk hal yang sangat melanggar untuk peraturan ini. Dan jika masih ada yang memakai plat palsu dan diketahui polisi akan dikenakan hukuman pidana yakni dua bulan kurungan atau denda paling banyak dengan nominal Rp. 500.000.

 

Baca jugaTempat Makan Di Bandung Yang Hits Dan Instagramable

 

4. Orang Yang Tidak Mengikuti

Peraturan

Ada beberapa pengecualian yang tidak mengikuti peraturan ini. Seperti kendaraan rombongan presiden, wakil presiden, pejabat tinggi negara, menteri menteri, ambulance, pemadam kebakaran, angkutan umum yang memiliki plat kuning, kendaraan dengan plat dinas, dan juga kendaraan pengangkutan yang telah mendapatkan dispensasi. Mengapa ada pengecualian untuk beberapa orang diatas? Karena beberapa orang dianggap sangat berpengaruh dalam proses berjalannya suatu negara. Agar tidak berpengaruh pada masalah kegiatan negara yang akan dijalankan.

5. Waktu Berlaku

Peraturan

Untuk waktu berlakunya aturan ini tidak akan selama 24 jam. Melainkan untuk jam-jam tertentu yaitu mulai pukul 07.00 hingga 10.00 dan juga pukul 16.00 hingga 20.00. Untuk hari berlakunya setiap hari senin sampai hari jumat. Peraturan ini tidak diberlakukan untuk hari sabtu dan minggu serta hari hari besar nasional.

Sebenarnya banyak sekali manfaat yang diperoleh ketika sistem ganjil genap ini diterapkan di wilayah DKI Jakarta. Banyak pejabat dan kalangan artis yang mengatakan adanya perubahan kelancaran di jalan yang diterapkannya sistem ini. Dan juga sangat membantu dalam hal beraktivitas ketika terburu buru dan harus terhalang dengan macet pada hari sebelumnya diberlakukan sistem ini. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi mengenai kebijakan dan rute alternatif ganjil genap di wilayah Jakarta.