12 June 2018 00:00

Begini Caranya Menghitung Pajak Progresif Motor

DISITU

https://images.disitu.com/A/Img/1806/180612/Begini Caranya Menghitung Pajak Progresif Motor.jpg

Di tengah tingginya tingkat mobilisasi manusia di zaman sekarang, hampir dipastikan semua orang dewasa memiliki kendaraan bermotor, baik laki-laki maupun perempuan. Kendaraan bermotor akan membuat langkah menjadi lebih cepat, didukung oleh ketersediaan jalan yang menghubungkan wilayah-wilayah di Indonesia.

Meski begitu, kepemilikan motor diiringi dengan kewajiban membayar pajak setiap bulannya. Seperti diketahui, jenis penilaian besar pajak yang berlaku di Indonesia dinamakan pajak progresif, di mana salah satu subyeknya adalah kendaraan bermotor. Besaran pajak jenis ini bergantung pada berapa banyak jumlah kendaraan bermotor yang Anda miliki.

Pada artikel ini, kami akan membahas tuntas tentang cara menghitung pajak progresif motor. Informasi ini diharapkan dapat menambah wawasan Anda, sekaligus membuat Anda dapat menghitung secara tepat tentang pajak progresif motor.

Berikut ini uraiannya khusus untuk Anda:

1. Semakin banyak jumlah kendaraan bermotor Anda semakin besar pula pajak progresif yang harus Anda bayarkan. Cara menghitung jumlah kendaraan Anda yakni dengan cara menghitung berapa banyak STNK dan BPKB yang tercatat atas nama Anda. Bukan hanya dari nama saja. Jika dalam STNK dan BPKB tercatat alamat yang sama atas dua kendaraan yang berbeda, maka Anda akan tetap dikenai pajak progresif motor.

2. Pembayaran pajak kendaraan bermotor dilakukan setiap tahun dengan perhitungan yang tidak sembarangan. Telah ditetapkan mekanisme penghitungan khusus yang secara resmi dikeluarkan oleh Pemerintah. Namun secara umum, cara penghitungan pajak progresif kendaraan bermotor mengacu pada rumus berikut ini:

Rumus perhitungan pajak progresif = (Presentase Pajak Progresif Kendaraan x NJKB*) + SWDKLLJ**

Keterangan:

* NJKB adalah Nilai Jual Kendaraan Bermotor. NKJB dapat diperoleh dari (PKB/2 x 100). Jumlah PKB kendaraanmu bisa dilihat pada STNK-mu dan melalui online.

** SWDKLLJ adalah Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. SWDKLLJ untuk motor sebesar Rp 35 ribu dan untuk mobil pribadi sebesar Rp 143 ribu.

Adapun Presentase Pajak Progresif Mobil adalah sebagai berikut:

  • Kepemilikan mobil pertama, dikenakan pajak sebesar 1,5 persen.

  • Kepemilikan mobil kedua, dikenakan pajak sebesar 2 persen.

  • Kepemilikan mobil ketiga, dikenakan pajak sebesar 2,5 persen.

  • Kepemilikan mobil keempat, dikenakan pajak sebesar 3 persen.

  • Kepemilikan mobil kelima, dikenakan pajak sebesar 3,5 persen.

Sementara untuk Presentase Pajak Progresif Motor:

  • Kepemilikan motor pertama, dikenakan pajak sebesar 2 persen.

  • Kepemilikan motor kedua, dikenakan pajak sebesar 2,5 persen.

  • Kepemilikan motor ketiga, dikenakan pajak sebesar 3 persen.

  • Kepemilikan motor keempat, dikenakan pajak sebesar 3,5 persen.

  • Kepemilikan motor kelima, dikenakan pajak sebesar 4 persen.

dan seterusnya.

untuk lebih jelasnya, mari kita melakukan penghitungan terhadap contoh kasus di bawah ini:

Anda memiliki dua mobil pribadi dan terkena pajak progresif motor karena BPKB dan STNK-nya atas nama dan alamat yang sama. Jumlah PKB untuk kedua mobil dianggap sama yaitu Rp 1,5 juta dan SWDKLLJ sebesar Rp 143 ribu. Berdasarkan rumus, jumlah pajak progresif yang harus dibayar adalah Rp 1.193.000 untuk mobil pertama, dan Rp 1.543.000 untuk mobil kedua.

3. Penghitungan di atas tidak bersifat mutlak. Sebab, ketetapan presentase pajak progresif secara rill pada kepemilikan mobil tergantung pada peraturan daerah yang berlaku. Anda bisa mencari tahu informasi tentang hal tersebut melalui Samsat, atau bisa juga mencari tahunya dengan bertanya ke Google.

Demikianlah cara menghitung pajak progresif kendaraan bermotor. Semoga artikel ini ada manfaatnya untuk Anda.

cari-kredit-DISITU-pilihanmu