avatardisplay_general
DISITU
10 Aug 2018

Bencana yang Kerap Terjadi di Indonesia

https://disituapi.azureedge.net/A/Img/1808/180810/siaga gempa.jpg

Negara Indonesia memiliki ancaman bencana yang disebabkan oleh faktor alam yang cukup tinggi. Bencana geologi terjadi karena negara Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu lempeng Euroasia, Hindia-Australia, dan Pasifik yang menyebabkan Indonesia rentan terhadap gempa tektonik. Kenyataan bahwa terdapat 130 gunung api aktif di Indonesia yang dapat menyebabkan gempa vulkanik sewaktu-waktu juga merupakan suatu ancaman yang cukup serius. Selain itu, bencana hidrometeorologi, yaitu banjir, kekeringan, tanah longsor, puting beliung, hingga gelombang pasang, juga menjadi bencana yang mengancam kesejahteraan hidup masyarakat di Indonesia.

Penanggulangan Bencana di Indonesia

Menyadari tingginya potensi bencana alam yang frekuensinya terus meningkat setiap tahun, upaya penanggulangan bencana terus diperhatikan dan ditingkatkan oleh pemerintah. Hal ini dilakukan dengan membentuk lembaga-lembaga yang melakukan upaya penanganan bencana seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat. Meskipun demikian, Deputi BNPB Bernardus Wisnu Widjaja dalam diskusi di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (5/3/2018) menyatakan bahwa korban jiwa dan material dalam beberapa kasus bencana yang terjadi terhitung masih cukup tinggi dikarenakan sistem peringatan dini yang belum menjangkau seluruh elemen masyarakat bahkan aparat pemerintahan.

Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana

Dalam menghadapi ancaman bencana, masyarakat diharapkan untuk memiliki kesiapsiagaan mandiri dalam meningkatkan kesadaran, dan kewaspadaan dalam menghadapi potensi bencana. Untuk membantu mengembangkan kesiapsiagaan masyarakat, BNPB telah menyediakan platform: https://www.inaRisk.bnpb.go.id agar masyarakat dapat menyadari ancaman bencana yang ada disekitar. Masyarakat juga diharapkan untuk mempunyai “rencana kesiapsiagaan”. Terdapat tiga upaya utama dalam menyusun rencana kesiapsiagaan menghadapi bencana, antara lain memiliki sebuah rencana darurat keluarga, menyimpan 10 benda yang akan dibutuhkan saat bencana, serta menyimak informasi dari berbagai media, seperti radio, televisi, media online, maupun sumber lain yang resmi. Berikut merupakan beberapa upaya kesiapsiagaan yang dapat dilakukan:

  1. Memahami bahaya di sekitar Anda.
  2. Memahami sistem peringatan dini setempat, dan mengetahui rute evakuasi dan rencana pengungsian.
  3. Memiliki keterampilan untuk mengevaluasi situasi secara cepat dan mengambil inisiatif tindakan untuk melindungi diri.
  4. Memiliki rencana antisipasi bencana untuk keluarga dan mempraktekkan rencana tersebut dengan latihan.
  5. Mengurangi dampak bahaya melalui latihan mitigasi.
  6. Melibatkan diri dengan berpartisipasi dalam pelatihan

Bencana Gempa Bumi

Salah satu bencana yang kerap terjadi di Indonesia adalah gempa bumi. Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi yang dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik secara tiba-tiba. Energi ini dipancarkan ke segala arah berupa gelombang gempa bumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi. Dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi dengan kekuatan 7,0 SR, terjadi pada pukul 18.46 WIB di Lombok Utara, Minggu, 5 Agustus 2018. Informasi terbaru menyebutkan ada lebih dari 100 gempa bumi susulan yang salah satunya kekuatan 5.4 SR telah terjadi pada tanggal 6 Agustus 2018 pukul 07.28 WIB. Gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun tindakan persiapan gempa bumi susulan yang mungkin terjadi tetap disarankan. Mengenai hal ini, kesiapsiagaan bencana gempa bumi harus diperhatikan pada saat prabencana, saat bencana, dan pascabencana.

Prabencana Gempa Bumi

Menyiapkan rencana untuk penyelamatan diri merupakan hal yang harus dilakukan pada kondisi prabencana. Hal ini dapat diterapkan dengan melakukan latihan yang dapat bermanfaat dalam menghadapi reruntuhan saat gempa bumi, seperti merunduk, perlindungan terhadap kepala, berpegangan ataupun dengan bersembunyi di bawah meja. Alat pemadam kebakaran, alat keselamatan standar, dan obat-obatan merupakan hal yang tidak kalah penting untuk dipersiapkan. Masyarakat dianjurkan untuk membangun konstruksi rumah yang tahan terhadap guncangan gempa bumi dengan fondasi yang kuat, ataupun melakukan renovasi pada bagian bangunan yang sudah rentan. Daerah rawan gempa bumi dan aturan seputar penggunaan lahan yang dikeluarkan oleh pemerintah juga harus terus diperhatikan.

Saat Gempa Berlangsung

Beberapa tindakan harus diketahui dalam upaya penyelamatan diri pada saat terjadi bencana. Pada saat gempa terjadi, guncangan akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, upayakan keselamatan diri dapat dilakukan dengan cara berlindung di bawah meja untuk menghindari dari benda-benda yang mungkin jatuh dan jendela kaca, melindungi kepala dengan bantal atau helm, serta berdirilah di bawah pintu. Segera lari keluar bangunan ketika kondisi sudah terasa aman. Mematikan serta mencabut semua peralatan yang menggunakan listrik juga harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran. Penggunaan lift pada saat guncangan sudah terasa sangat tidak dianjurkan, serta ikutilah instruksi evakuasi yang ada.

Pascabencana Gempa Bumi

Gempa bumi biasanya diikuti dengan beberapa gempa susulan hingga potensi tsunami yang dapat terjadi. Oleh sebab itu, kesiapsiagaan pascabencana juga harus dimiliki untuk menghindari bencana yang dapat terjadi. Evakuasi diri sesaat setelah gempa bumi berhenti harus segera dilakukan dengan tetap memperhatikan reruntuhan maupun benda-benda yang membahayakan. Jika berada di dalam rumah, tetap berada di bawah meja yang kuat. Periksalah juga keberadaan api dan potensi terjadinya bencana kebakaran. Berdirilah di tempat terbuka jauh dari gedung dan instalasi listrik dan air. Apabila di luar bangunan dengan tebing di sekeliling, hindari daerah yang rawan longsor. Jika di dalam mobil, berhentilah tetapi tetap berada di dalam mobil. Hindari berhenti di bawah atau di atas jembatan atau rambu-rambu lalu lintas. Apabila mendengar peringatan dini tsunami, segera lakukan evakuasi menuju ke tempat tinggi, seperti bukit dan bangunan tinggi.

Tsunami, Potensi Lanjutan dari Gempa Bumi

Menjadi salah satu potensi lanjutan dari gempa bumi, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada terhadap potensi tsunami yang dapat terjadi. Tsunami merupakan perpindahan badan air yang disebakan oleh perubahan permukaan laut yang disebabkan oleh gempa bumi, letusan gunung berapi, longsor, ataupun hantaman meteor yang terjadi dibawah laut. Sejauh ini, belum ada ahli dan institusi yang mampu memprediksi dengan tepat kapan tsunami akan terjadi. BMKG atau Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika juga merupakan institusi yang berwenang untuk memberi peringatan akan ancaman bencana tsunami.

Prabencana Tsunami

Dalam prabencana tsunami, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan sebagai tindakan persiapan seperti mencari tahu mengenai tanda-tanda sebelum tsunami terjadi, terutama setelah gempa bumi terjadi. Hal ini dapat dikenali dengan intensitas gempa bumi yang kuat dan lama, air laut surut, bunyi gemuruh dari tengah lautan, banyak ikan menggelepar di pantai yang airnya surut, dan tanda-tanda alam lain. Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi yang ada, dan segera menuju ke tempat yang tinggi dan berdiam diri di sana untuk sementara waktu setelah setelah tanda-tanda tsunami dirasakan cukup jelas. Masyarakat juga diminta untuk menjauhi pantai, dan mengetahui tingkat potensi tempat tinggal akan bahaya tsunami dan jalur evakuasi tercepat ke dataran yang lebih tinggi.

Saat Tsunami Berlangsung

Pada saat bencana terjadi, masyarakat diminta untuk terus waspada terhadap gelombang tsunami yang mungkin akan terjadi, dan berusaha untuk tetap tenang dan menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi dan aman. Jika mendengar pengumuman dari pihak berwenang mengenai bahaya tsunami, segera menyingkir dari daerah pantai dan memperhatikan peringatan dan arahan dari pihak berwenang dalam proses evakuasi. Bertahanlah di tempat yang aman dan jangan kembali sebelum keadaan dinyatakan aman oleh pihak berwenang karena seringkali gelombang yang datang kemudian justru lebih tinggi dan berbahaya.

Pascabencana Tsunami

Keselamatan diri harus tetap menjadi perhatian utama pascabencana. Kembalilah ke rumah setelah keadaan dinyatakan aman dari pihak berwenang. Jauhi area yang tergenang dan rusak sampai ada informasi aman dari pihak berwenang karena kemungkinan kontaminasi zat-zat berbahaya dan ancaman tersengat aliran listrik. Masyarakat juga diminta untuk terus siaga dan memantau informasi lanjut dari pihak berwenang.