avatardisplay_general
DISITU
24 Sep 2018

BI Imbau Tukar Uang Lama Sebelum Terlambat

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201809/180924/BI%20Imbau%20tukar%20uang%20lama%20sebelum%20terlambat.jpg

Bank Indonesia mengimbau masyarakat Indonesia untuk segera menukarkan uang kertas pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 tahun emisi 1998, dan uang kertas pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 tahun emisi 1999. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia No. 33/PBI/2018 yang mengatur pencabutan dan penarikan dari peredaran empat uang kertas yang telah beredar.

Bank Indonesia secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah. Beberapa hal seperti lamanya masa edar uang, serta adanya uang emisi baru menjadi pertimbangan utama Bank Indonesia. Uang emisi baru telah dilengkapi dengan unsur pengaman (security features) pada uang kertas dengan dukungan dari perkembangan teknologi.

Penukaran uang emisi lama ini bisa dilakukan di seluruh kantor perwakilan BI di jam operasional pada pukul 09.00-12.00 WIB hingga tanggal 31 Desember 2018. Uang emisi lama ini dapat ditukarkan dengan uang emisi baru yang telah dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Bank Indonesia

Adapun uang kertas Rp10.000 itu bergambar pahlawan nasional Cut Nyak Dien, seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh. Sedangkan pada uang Rp20.000 bergambar pahlawan nasional Ki Hajar Dewantara, seorang aktivis dari pergerakan kemerdekaan Indonesia, yang dikenal sebagai pelopor pendidikan bagi bangsa Indonesia pada zaman penjajahan Belanda.

Bank Indonesia

Dua uang kertas lainnya yang merupakan uang tahun edisi 1999 adalah pecahan Rp50.000 dan Rp100.000. Pecahan Rp50.000 tersebut bergambar muka pahlawan nasional WR Soepratman, seorang komponis yang menciptakan lagu Indonesia Raya. Sementara itu, pecahan Rp100.000 yang berbahan polymer atau plastic bergambar dua proklamator Indonesia, Ir. Soekarno dan Moh. Hatta.

Dalam situs resminya, BI menegaskan kembali bahwa uang-uang kertas ini tidak lagi bisa dijadikan alat pembayaran, sehingga harus ditukarkan dengan uang seri terbaru hanya melalui Bank Indonesia. Masyarakat dapat datang ke kantor BI terdekat dan melakukan proses verifikasi. Setelah kasir BI menyatakan seluruh uang tersebut asli, maka uang seri baru bisa langsung didapat.

Uang-uang seri terbaru ini sudah diedarkan sejak tahun 2017 yang lalu bersamaan dengan uang-uang kertas lainnya. Totalnya uang tersebut terdiri dari 7 pecahan uang kertas dan 4 pecahan uang logam. Pecahan uang baru ini dinilai tidak memberikan dampak ke pasar uang ataupun menyebabkan inflasi, karena hal tersebut sudah direncanakan oleh Bank Indonesia dari jauh hari.