avatardisplay_general
DISITU
21 Mar 2018

50 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes Indonesia

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201903/190321/Banner/50 orang terkaya.jpg

Majalah Forbes baru saja merilis daftar orang terkaya di dunia untuk tahun 2018. Daftar tersebut memuat lebih dari 2.000 orang paling tajir sedunia dari 78 negara. Forbes pun memuat daftar orang-orang terkaya di Indonesia. Total asset bersih dari 50 orang terkaya di Indonesia mencetak rekor baru sebesar 192 miliar atau naik 3 miliar dibandingkan tahun lalu. Peningkatan terjadi dikarenakan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan pasar modal sebesar 4.4%.

Terdapat enam dari sepuluh orang terkaya di Indonesia terdapat peningkatan kekayaan dibandingkan tahun lalu. Dan yang menempati posisi pertama adalah Hartono Bersaudara, Robert Budi Hartono dan Michael Hartono dimana total kekayaan mereka sebesar USD 35 miliar. Hartono Bersaudara telah menempati peringkat terkaya dalam satu dekade terakhir.

Terdapat juga empat nama pendatang baru dan dua diantaranya masih relatif masih muda. Danny Nugroho, presiden Bank Capital Indonesia yang berusia 43 tahun dengan total kekayaan USD 790 juta. Berikutnya Benny Tjokrosaputro, cucu pendiri Batik Keris yang berusia 49 tahun dengan total kekayaan USD 790 juta.

Cari Kredit Tanpa Agunan Terbaik? DISITU Pilihanmu

Bandingkan Produk KTA Terbaik

50 Orang Terkaya Di Indonesia

Berikut ini adalah daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes Indonesia antara lain

1. R. Budi & Michael Hartono (Djarum)

Total Kekayaan : USD 35 miliar
Rudi Budi Hartono dan Michael Hartono masih menjadi orang terkaya di Indonesia. Mereka mewarisi Djarum  setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada tahun 1963. Mereka juga merupakan pemegang saham terbesar dari Bank Central Asia (BCA) dimana 70% kekayaan berasal dari BCA. Selain itu mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51% saham BCA. Mereka juga memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008, serta sejumlah properti di antaranya pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik.

2. Susilo Wonowidjojo (Gudang Garam)

Total Kekayaan : USD 9,2 miliar
Susilo Wonowidjojo berada diposisi kedua dikarenakan meningkatnya harga saham perusahaan rokok Gudang Garam. Perusahaan ini telah memproduksi 70 miliar batang rokok setiap tahunnya. Susilo Wonowidjojo merupakan anak ketiga dari Surya Wonowidjojo, pendiri Gudang Garam. Susilo menggantikan posisi kakaknya Rahman Halim atau Tjoa To Hing sebagai pimpinan Gudang Garam yang meninggal pada 27 Juli 2008. Kini keluarga Wonowidjojo melakukan investasi di sektor kelapa sawit melalui Makin Group.

3. Eka Tjipta Widjaja (Sinar Mas)

Total Kekayaan : USD 8,6 miliar
Eka Tjipta Widjaja turun 1 peringkat dari tahun lalu dikarenakan berkurangnya kekayaaannya sebesar USD 500 juta. Eka Tjipta Widjaja adalah pendiri Sinar Mas Group, yang merupakan salah satu konglomerat terbesar pada masa Orde Baru. Adapun sektor bisnis yang digeluti oleh Eka seperti industri kertas, agrobisnis, telekomunikasi, real estate dan layanan finansial. Eka Tjipta meninggal dunia pada 26 Januari 2019 dalam usia 97 tahun.

4. Sri Prakash Lohia (Indorama)

Total Kekayaan : USD 7,5 miliar
Sri Prakash Lohia menempati posisi keempat orang terkaya di Indonesia. Peningkatan kekayaan seiring dengan peningkatan nilai saham Indorama Ventures, dimana perusahaan petrokimia yang terdaftar di bursa Thailand. Sri Prakash Lohia adalah pendiri dan ketua Indorama Corporation, perusahaan petrokimia dan tekstil. Lohia lahir dan besar di India, tetapi menghabiskan sebagian besar masa hidup profesionalnya di Indonesia sejak tahun 1974.

5. Anthoni Salim (Salim Group)

Total Kekayaan : USD 5,3 miliar
Anthoni Salim  posisinya turun ke peringkat kelima dikarenakan penurunan kekayaan sebesar USD 1.6 miliar. Anthony Salim adalah seorang pengusaha Indonesia dan merupakan putra dari pengusaha Sudono Salim. Kini Anthoni adalah kepala Salim Group yang masih memiliki lebih dari 50% saham Indofood. Salim Grup juga memiliki firma investasi First Pacific di Hong Kong, pabrik roti di Singapura, dan perusahaan perdagangan di Cina.

6. Tahir (Mayapada)

Total Kekayaan : USD 4,5 miliar
Tahir adalah seorang pengusaha di Indonesia, investor, filantropis, sekaligus pendiri Mayapada Group, sebuah holding company yang memiliki beberapa unit usaha di Indonesia. Unit usahanya meliputi perbankan, media cetak dan TV berbayar, properti, rumah sakit dan rantai toko bebas pajak/duty free shopping (DFS).

7. Chairul Tanjung (CT Corp)

Total Kekayaan : USD 3,5 miliar
Chairul Tanjung adalah pengusaha asal Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menko Perekonomian. Namanya dikenal luas sebagai pengusaha sukses yang memimpin CT Corp. Chairul memulainya bisnisnya ketika ia kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Kini perusahaan konglomerasi miliknya CT Corp, menjadi sebuah perusahaan yang membawahi beberapa anak perusahaan seperti Trans Corp, Bank Mega, dan CT Global Resources.

8. Boenjamin Setiawan (Kalbe Farma)

Total Kekayaan : USD 3,2 miliar
Boenjamin Setiawan adalah seorang pengusaha asal Indonesia. Bersama 6 saudaranya, ia mendirikan PT Kalbe Farma, bergerak dibidang farmasi, yang berkembang menjadi Kalbe Group. Kalbe Group berkembang kebeberapa lini,diantaranya: farmasi, makanan kesehatan, bisnis pengepakan, distribusi, pergudangan, sarana riset modern, pendidikan (Kalbis Institute) dan rumah sakit.

9. Jogi Hendra Amadja (Mayora Group)

Total Kekayaan : USD 3,1 miliar
Jogi Hendra Atmaja memiliki Grup Mayora, salah satu produsen makanan terbesar di Indonesia yang menjual kopi, biskuit, permen dan lain-lain. Merek Mayora juga dijual di 90 negara di dunia dan mempekerjakan 30.000 orang

10. Prajogo Pangesetu (Barito Pacific)

Total Kekayaan : USD 3 miliar
Prajogo Pangestu adalah pemilik PT Barito Pacific dan Chandra Asri, yang merupakan produsen petrokimia terpadu terbesar di Indonesia. Pendiri Barito Group ini memulai kariernya dari mulai sopir angkot. Kini bisnisnnya dengan bendera Barito Group berkembang luas di bidang  petrokimia, minyak sawit mentah, properti, perkayuan. Kini Barito Group dipegang generasi anaknya, Agus Salim Pangestu.

11. Low Tuck Kwong (Bayar Resources)

Total Kekayaan : USD 2,5 miliar
Low Tuck Kwong adalah seorang pengusaha dari Indonesia. Ia adalah pendiri dari Bayan Resources, salah satu perusahaan yang bergerak di sektor tambang batu bara. Low Tuck Kwong lahir di Singapura dan pada tahun 1972 mengadu nasib dan pindah ke Indonesia serta pada tahun 1992 menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Tahun 1997, membeli tambang batubaranya yang pertamanya melalui PT. Gunungbayan Pratamacoal.

12. Mochtar Riady (Lippo Group)

Total Kekayaan : USD 2,3 miliar
Mochtar Riady adalah seorang pengusaha Indonesia terkemuka, pendiri dan presiden komisaris dari Lippo Group. Dikenal banyak orang sebagai seorang praktisi perbankan andal, serta salah seorang konglomerat keturunan Tionghoa-Indonesia telah yang berhasil mengembangkan grup bisnisnya hingga ke mancanegara.

13. Putera Sampoerna (Sampoerna)

Total Kekayaan : USD 1,75 miliar
Putera Sampoerna adalah seorang pengusaha Indonesia yang dikenal sebagai bos perusahaan rokok PT HM Sampoerna Tbk. Putera adalah generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Dia adalah putra dari Liem Swie Ling (Aga Sampoerna) dan cucu dari Liem Seeng Tee.

14. Peter Sondakh (Rajawali Corpora)

Total Kekayaan : USD 1,7 miliar
Peter Sondakh adalah pengusaha asal Indonesia dan mewarisi bisnis minyak kelapa dan ekspor kayu dan mendirikan PT. Rajawali Corporation. Melalui Rajawali Corporation, Peter memulai bisnis properti sebagai perluasan usaha yang ditekuni ayahnya. Kini Peter menjadi jajaran direksi beberapa perusahaan seperti Rajawali Corpora dan Bentoel Group.

15. Martua Sitorus (Wilmar International)

Total Kekayaan : USD 1,69 miliar
Martua Sitorus atau dikenal juga dengan Thio Seeng Haap adalah seorang pengusaha Indonesia. Martua bersama dengan Kuok Khoon Hong mendirikan perusahaan Wilmar International yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolah minyak sawit mentah (CPO) serta produsen gula. Wilmar juga bekerja sama dengan perusahaan AS, Kellogg untuk menjual makanan di China dan mengakuisisi perusahaan tambang batu bara di Australia yakni Whitehaven Coal Ltd

16. Garibaldi Thohir (Adora Energy)

Total Kekayaan : USD 1,67 miliar
Garibaldi Thohir atau biasa dikenal dengan Boy Thohir adalah seorang pengusaha dan investor yang berasal dari Indonesia. Boy dikenal sebagai pengusaha tambang batu bara dengan grup perusahaan di bawah bendera Adaro Energy. Adaro Energy dikembangkan bersama Edwin Soeryadjaya dan Theodore Permadi Rachmat. Di Adaro Energy, Boy menduduki jabatan sebagai Presiden Direktur.

17. Theodore Rachmat (Triputra Group)

Total Kekayaan : USD 1,6 miliar
Theodore Permadi Rachmat (Oei Giok Eng) atau yang lebih dikenal dengan TP Rachmat adalah seorang pengusaha yang berasal dari Indonesia. Awalnya dikenal dengan kiprahnya sebagai pimpinan Grup Astra, perusahaan yang didirikan oleh pamannya William Soeryadjaya (Tjia Kian-Liong). memulai kariernya sebagai sales Astra pada tahun 1968 dan pada tahun 1972 dipecaya untuk memulai pekerjaannya mengelola United Tractors (anak perusahaan Astra yang bergerak di bidang alat berat) hingga tahun 2005. Selepas dari Astra, mendirikan perusahaan sendiri yaitu Triputra Group yang bergerak di beberapa bidang seperti karet olahan, batu bara, perdagangan, manufakturing, agribisnis, dealership motor dan logistik pada Oktober 1998.

18. Kuncoro Wibowo (Kawan Lama)

Total Kekayaan : USD 1,58 miliar
Kuncoro Wibowo adalah adalah seorang pengusaha yang berasal dari Indonesia. Ia adalah putra pertama pendiri Grup Kawan Lama Sejahtera. Dibantu oleh lima saudaranya, mulai berekspansi dengan mendirikan PT. Ace Hardware Indonesia, Tbk pada tahun 1995. Ekspansi bisnis Grup Kawan Lama berlanjut, pada tahun 2011, melalui PT Retail Estate Solution, mereka membangun Living World, Alam Sutera dengan luas ACE Hardware: 15.000 m2 dan mendapat tiga rekor MURI yaitu sebagai Pusat Perlengkapan Rumah Tangga dan Gaya Hidup Modern Terbesar di Indonesia.

19. Alexander Tedja (Pakuwon Jati)

Total Kekayaan : USD 1,5 miliar
Alexander Tedja adalah seorang pengusaha yang berasal dari Indonesia. Ia dikenal sebagai raja properti dan mal dari Surabaya dengan grup perusahaan di bawah bendera Pakuwon Group. Awalnya Alexander Tedja memiliki latar belakang sebagai pengusaha di bidang perfilman dan perbioskopan, antara lain melalui perusahaannya PT ISAE FILM sejak tahun 1972, PT Pan Asiatic Film sejak tahun 1991 dan PT Menara Mitra Cinema Corp. sejak tahun 1977. Namun sejak tahun 1982, ia mulai berekspansi ke bidang properti dan mal melalui PT Pakuwon Jati Tbk.

20. Husain Djojonegoro (Orang Tua Group)

Total Kekayaan : USD 1,46 miliar
Husain Djojonegoro mengelola Orang Tua Group bersama dua saudara lelakinya dan dikenal dengan produk makanan dan minumannya. Husain dan adiknya Pudjiono mengelola Grup ABC, yang membuat baterai ABC, minuman energi Kratingdaeng, dan minuman kesehatan ANDA. Saudaranya Hamid mengelola kelompok barang-barang konsumennya, yang memperkenalkan merek-merek baru seperti teh rasa Vit-Amin, wafer Chizmill dan minuman herbal Jagak.

21. Bachtiar Karim (Musim Mas)

Total Kekayaan : USD 1,45 miliar
Bachtiar Karim adalah seorang pengusaha dari Indonesia. Ia beserta saudaranya dikenal sebagai pimpinan Musim Mas Group, yang bergerak di lini bisnis utama minyak sawit atau CPO. Musim Mas sebenarnya sudah dirintis oleh kakeknya sejak 1932 di Medan, aalnya perusahaan tersebut memproduksi sabun dengan nama pabrik Nam Cheong. Musim Mas masuk ke kebun kelapa sawit demi mendukung industri hilir yang sudah lebih dulu digarap. Selain kelapa sawit, grup ini juga memiliki Hotel Mikie Holiday di Brastagi, Sumut, yang dibangun tahun 2000. Selain itu juga ada PT Megasurya Mas yang memproduksi berbagai produk sabun, seperti Harmony, Medicare, Lervia, Lark dan Champion.

22. Murdaya Poo (Central Cipta Murdaya)

Total Kekayaan : USD 1,4 miliar
Murdaya Poo adalah sosok lelaki dibalik perusahaan kontraktor terkenal yaitu Central Cipta Murdaya Group. Murdaya memulai bisnis dalam bidang kontraktor pada tahun 197 dan pada tahun 1992 akhirnya mendirikan bisnis kontraktor yang lebih besar yaitu Central Cipta Murdaya Group. Kemudian melebarkan bisnisnya pada bidang lain seperti teknologi informasi, manufaktur, baja, real estate dan agribisnis. Salah satu bisnis yang dikelolanya juga adalah PT Jakarta International Expo (JIExpo) yang mengelola event Jakarta Fair yang terkenal.

23. Eddy Katuari (Wings)

Total Kekayaan : USD 1,35 miliar
Eddy William Katuari adalah seorang pengusaha dari Indonesia. Ia adalah pemimpin dari Wings Group, yang awalnya bergerak di produksi Sabun dan Detergen dengan nama "Fa wings", berbasis di Surabaya, Jawa Timur. Eddy adalah generasi kedua Grup Wings dan merupakan anak dari pendiri Wings Group, Johannes Ferdinand Katuari. Di bawah kepemimpinannya, Wing Grup mengembangkan sayapnya ke produk rumah tangga, perawatan pribadi dan produksi makanan. Tahun 2000-an, Wings Group merambah bisnis properti, perkebunan, oleo chemical, dan keramik. Di industri oleo chemical, Wings Surya bekerja sama dengan Grup Salim dan Grup Lautan Luas lewat PT Ecogreen. Sedangkan di bisnis packaging, Wings bermitra bersama PT Kinocare Era Kosmetindo dan PT Bank Bukopin menghadirkan PT Unipack

24. Djoko Susanto (Alfa Supermarket)

Total Kekayaan : USD 1,33 miliar
Djoko Susanto adalah seorang pengusaha asal Indonesia. Djoko adalah pemilik grup Alfamart, bisnis ritel dengan mini-mart konsep. Diawal kesusksesannya Djoko hanya mengelola kios sederhana milik keluarga yang hanya menjual beragam bahan makanan kemudian Djoko terpanggil untuk menjajakan rokok di kios tersebut. Berkat kesuksesannya menarik perhatian Putera Sampoerna yang kemudian menjalin kerjasama dan membuka 15 kios di daerah Jakarta. 

25. Sukanto Tanoto (Royal Golden Eagle)

Total Kekayaan : USD 1,3 miliar
Sukanto Tanoto merupakan pengusaha Indonesia yang memulai usaha di industry pengolahan kayu. Pada tahun 2013, Sukanto adalah salah satu pengusaha terkaya di Indonesia dengan nilai aset sebesar 2,3 milyar dollar. Berawal sebagai pemasok peralatan dan kebutuhan bagi perusahaan minyak negara Pertamina, Sukanto Tanoto merintis usaha di bidang kehutanan pada tahun 1972. Kepentingan bisnis Sukanto Tanoto dijalankan oleh kelompok usaha the Royal Golden Eagle International (RGEI), yang dulu dikenal sebagai Raja Garuda Mas.

Baca Juga : Daftar CEO Startup Sukses Terkaya Indonesia 2018

26. Eddy Kusnadi Sariaatmadja (Emtek)

Total Kekayaan : USD 1,29 miliar
Eddy Kusnadi Sariaatmadja adalah pengusaha asal Indonesia. Pada tahun 80-an, beliau mendirikan perusahaan dengan nama PT Elang Mahkota Teknologi, Tbk yang bergerak di bidang teknologi serta mendapat hak eksklusif sebagai disributor komputer Compaq di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, Group Emtek berhasil meraih kejayaan sebagai perusahaan raksasa di Indonesia. Dan berkat kemampuan bisnis yang dimiliki Eddy, Emtek Group adalah pemilik saham dari stasiun TV swasta SCTV dan Indosiar.

27. Ciputra (Ciputra Development)

Total Kekayaan : USD 1,2 miliar
Ciputra atau Tjie Tjin Hoan adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses, antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra.

28. Ciliandra Fangiono (First Resources)

Total Kekayaan : USD 1,19 miliar
Ciliandra Fangiono adalah seorang pengusaha dari Indonesia. Ciliandra adalah generasi kedua dari First Resources, salah satu perusahaan yang bergerak di sektor kelapa sawit dan mengelola bisnis kimia oleo. Ciliandra dan keluarganya, termasuk saudara laki-lakinya Cik Sigih Fangiono, yang menjabat wakil kepala eksekutif, memiliki 85% saham perusahaan pengelola kebun kelapa sawit itu. Sedaangkan ayahnya, Martias, adalah pendiri perusahaan itu. Selain itu Ciliandra juga mendirikan PT Ciliandra Perkasa, perusahaan ini berkaitan dengan penanaman kelapa sawit, pengilangan dan pengelolahan buah menjadi minyak sawit mentah serta inti sawit untuk penjualan lokal dan ekspor.

29. Husodo Angkosubroto (Gunung Sewu Group)

Total Kekayaan : USD 1,15 miliar
Salah satu karya keluarga Angkosubroto yang paling terkenal adalah buah-buahan mulus dengan merek Sunpride dan Sunfresh. Pisang Sunpride dihasilkan oleh Gunung Sewu Kencana, sebuah perusahaan yang juga beroperasi di bidang asuransi, real estate, dan sumber daya (pertambangan) dengan jumlah tenaga kerja sekitar 30.000 orang. Pada tahun 2009 Husodo Angkosubroto menjadi komisaris utama Gunung Sewu Holding Company. Gunung Sewu kemudian terus berkembang menjadi perusahaan holding yang bermain di tiga sektor utama: properti, pertanian, dan asuransi jiwa.

30. Harjo Sutanto (Wings)

Total Kekayaan : USD 1,1 miliar
Harjo Sutanto merupakan pemilik dari Wings Group. Diawal bisnisnya Harjo dan Johannes Ferdinand Katuari menjual sabun dari rumah ke rumah didaerah Jawa Timur. Hingga akhirnya Wings menjadi sebuah Brand yang memproduksi sabun terbesar di Indonesia. Kini Wings juga memproduksi beberapa peralatan rumah tangga seperti deterjen, tisu dan pembersih toilet.\

31. Hary Tanoesoedibjo (MNC)

Total Kekayaan : USD 980 juta
Hary Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe adalah seorang pengusaha dan tokoh politik asal Indonesia. Hary adalah pemilik dari MNC Group. Di bidang politik, dia merupakan pendiri dan Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Partai Perindo). Ia pernah bergabung dalam Partai NasDem dan Partai Hanura.

32. Sudhamek (GarudaFood)

Total Kekayaan : USD 920 juta
Sudhamek mendirikan GarudaFood lewat bisnis sang ayahnya. Dia mulai menahkodai bisnis ayahnya, PT Tudung, produsen tepung tapioka. Di bawah kepemimpinannya, PT Tudung berubah jadi PT Tudung Putrajaya. Bisnis inti dari perusahaan itu berubah jadi kacang garing tanpa merek. Pada 1990, PT Tudung Putrajaya pun berubah jadi PT Garuda Putra Putri Jaya dengan bisnis inti kacang kulit oven.

33. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono (Bumitama Agri)

Total Kekayaan : USD 910 juta
Lim Hariyanto Wijaya Sarwono masuk kedaftar orang terkaya di Indonesia setelah mendaftarkan perusahaan perkebunannya, Bumitama Agri, listing di Singapura. Lim menguasai sekitar setengah saham  perusahaan bersama dengan putranya, Lim Gunawan Hariyanto. Ayah Lim, seorang imigran China, mendirikan toko kelontong kecil di Indonesia hampir seabad yang lalu. Lim mengubah bisnis dengan ekspansi ke pertambangan dan kayu. Perusahaan manufaktur kayu lapis-produknya, Tirta Mahakam, telah terdaftar  di Jakarta sejak 1999. Lim juga memiliki rencana untuk masuk ke sektor pertambangan umum untuk nikel.

34. Osbert Lyman (Lyman Group)

Total Kekayaan : USD 900 juta
Osbert Lyman merupakan pemimpin dari Lyman Group dimana mencetak prasasti yaitu Kompleks Kota BNI yang terdiri dari Shangri-La, Shangri-La Residence, Menara BNI dan Casa Domain. Sedangkan proyek lainnya adalah Kota Baru Parahyangan yang berlokasi di Bandung.

35. Hashim Djojohadikusumo (Arsari Group)

Total Kekayaan : USD 850 juta
Hashim Djojohadikusumo adalah seorang wiraswasta dan pemilik perusahaan Arsari Group. Perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari perkebunan kelapa sawit, pulp and paper, logistik hingga perusahaan kargo. Hashim juga dikenal sebagai kolektor seni dan sebagai orang yang terus berjuang untuk melestarikan budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa. Sebagai seorang filantropis, Hashim telah mendedikasikan lebih dari 20 tahun hidupnya untuk berbagai isu sosial di Indonesia. Untuk mencapai tujuannya mendukung peningkatkan kualitas pendidikan, kesejahteraan pendidik, kualitas gizi anak, Hashim lakukan melalui Yayasan Arsari Djojohadikusumo

36. Sjamsul Nursalim (Gajah Tunggal)

Total Kekayaan : USD 810 juta
Sjamsul Nursalim adalah pendiri dan pemilik PT Gajah Tunggal Tbk. PT Gajah Tunggal Tbk memang merupakan produsen ban terbesar di Asia Tenggara yang produknya sudah mendunia. Ban GT Radial gak hanya diekspor ke negara tetangga, melainkan juga sudah dijual di Amerika Serikat. Sjamsul Nursalim juga pendiri Mitra Adiperkasa (MAP) bersama dengan keponakannya Boyke Gozali yang mengelola Starbucks, Zara, Marks & Spencer, SOGO, SEIBU, Debenhams, Oshkosh B’ Gosh, Reebok, dan Kinokuniya. 

37. Kusnan & Rusdi Kirana (Lion Air)

Total Kekayaan : USD 800 juta
Kusnan & Rusdi Kirana adalah pemilik dari Lion Air. Diawal karirnya Rusdi Kirana pernah bekerja sebagai salesman mesin tik bermerek Brother. Kemudian Rusdi Kirana memulai bisnisnya menjaid agen biro perjalanan bersama kakaknya Kusnan Kirana. Setelah itu membangun perusahaan penerbangan yang bernama Lion Mentari Airlines yang akhirnya menjadi Lion Air. Dari satu pesawat Boeing, akhirnya bisa membeli ratusan pesawat.

38. Danny Nugroho (Bank Capital Indonesia)

Total Kekayaan : USD 790 juta
Danny Nugroho menjadi pendatang baru orang terkaya di Indonesia dikala usianya yang masih sangat muda. Danny Nugroho sebagai Presiden Komisaris PT Bank Capital Indonesia, Tbk sejak tahun 2004. Dimana Bank Capital telah berdiri sejak April 1989 yang merupakan bank patungan antara Credit Lyonnais SA dengan Bank International Indonesia yang sekarang bernama Bank Maybank Indonesia. Pada tahun 2004, perusahaan ini diakusisi oleh Danny Nugroho yang kemudian berubah nama menjadi Bank Capital Indonesia 

39. Soegiarto Adikoesoemo (AKR Corporindo)

Total Kekayaan : USD 780 juta
Soegiarto Adikoesoemo adalah seorang pengusaha yang bergerak dalam bidang kimia. Tentunya dengan berbagai macam usaha yang ia jalankan, Soegiarto tidak luput dari kerja keras dan juga ide-ide baru untuk terus memperbaharui bisnis yang sudah ia jalankan tersebut. Saat ini, Soegiarto Adikoesoemo adalah seorang President Commissioner untuk PT AKR Corporindo Tbk. Berikut akan kami jabarkan profil dari beliau.

40. Aksa Mahmud (Bosowa Corporindo)

Total Kekayaan : USD 775 juta
Aksa Mahmud adalah pengusaha dan politikus Indonesia. Aksa Mahmud dikenal luas sebagai pendiri Bosowa Corp yang menjadikan Aksa Mahmud menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Bosowa Corp. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Otomotif, Semen, Logistik & Transportasi, Pertambangan, Properti, Jasa Keuangan, Infrastruktur, Energi, Media, dan Multi Bisnis. Aksa Mahmud juga memiliki saham di PT Bank Bukopin Tbk., dan PT Bank QNB Kesawan Tbk.

41. Irwan Hidayat (Sido Muncul)

Total Kekayaan : USD 750 juta
Irwan Hidayat (Liem Bien Tiong) adalah pengusaha asal Indonesia yang saat ini menjabat sebagai presiden direktur PT Sido Muncul. Irwan Hidayat merupakan cucu dari pendiri Sido Muncul yang bernama Rahkmat Sulistio (Go Djing Nio), dan perusahaan ini diwariskan kepadanya dan empat saudara laki-lakinya pada tahun 1972.

42. Achmad Hamami (Trakindo Utama)

Total Kekayaan : USD 725 juta
Achmad Hamami adalah pendiri PT Trakindo Utama. Sebelumnya Achmad Hamami pernah menjadi pilot jet tempur dan kolonel termuda. Kemudian Achmad Hamami membuka kursus matematika dan jualan es lilin. Kemudian Achmad Hamami berkenalan dengan management Caterpillar dan menerima tawaran kerja sama dan mendirikan perusahaan distribusi Caterpillar bernama Trakindo pada 1970. Setahun kemudian, Trakindo resmi jadi agen tunggal distributor produk-produk milik Caterpillar ini ke pasar Indonesia.

43. Tjokrosaputra Benny (Batik Keris)

Total Kekayaan : USD 670 juta
Benny Tjokrosaputro dikenal sebagai investor dan trader di pasar saham Indonesia. Kini, salah satu pewaris bisnis Batik Keris asal Solo itu berkomitmen menjadi pebisnis properti secara jangka panjang “berkendara” PT Hanson International Tbk (MYRX).

44. Arini Subianto (Persada Capital Investama)

Total Kekayaan : USD 665 juta
Arini Subianto merupakan wanita terkaya di Indonesia, dimana bisnisnya merupakan warisan dari kerajaan bisnis ayah kandungnya, Benny Subianto. Arini Subianto memegang jabatan sebagai Presiden Direktur dari perusahaan raksasa Persada Capital Investama, merupakan perusahaan yang berpusat dalam bisnis produk – produk pemrosesan kayu dan kelapa sawit. Perusahaan ini juga ikut bermain dalam bisnis pemrosesan komoditi yang sangat berharga tinggi yaitu batubara dan karet.

45. Edwin Soeryadjaya (Astra International)

Total Kekayaan : USD 660 juta
Edwin Soeryadjaya (Tjia Han Poen) adalah seorang pengusaha asal Indonesia. Edwin adalah anak ke dua dari penguasaha William Soeryadjaya (Pendiri Astra International). Bersama dengan Sandiaga Uno, pada tahun 1998 Edwin mendirikan Saratoga Capital, perusahaan investasi terkemuka di Indonesia yang berkonsentrasi dalam bidang sumber daya alam dan infrastuktur. Selain itu, Edwin juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Adaro Energy Tbk yang berdiri sejak 2004 dengan nama PT Padang Kurnia. Edwin juga menjadi Ketua Yayasan Universitas Kristen Indonesia, yayasan yang menaungi Universitas Kristen Indonesia (UKI).

46. Arifin Panigoro (Medco Group)

Total Kekayaan : USD 655 juta
Arifin Panigoro adalah seorang pengusaha Indonesia yang dikenal sebagai salah seorang pendiri dan pemilik Medco Group yang menetap di Jakarta. Diawal karirnya Arifin pernah menjadi teknisi listrik karena background pendidikannya adalah Teknik Elektro. Medco didirikan pada saat oil boom yang menyebabkan minyak bumi menjadi komoditas primadona di kegiatan ekspor. Dan Medco berhasil mendapatkan pembinaan terhadap pengusaha migas lokal dari pemerintah RI. Saat ini masuk ke bisnis pembangkit listrik dimana salah satu projectnya adalah pembangunan sumur panas bumi terbesar di dunia yang berada di Sumatera Utara.

47. Sabana Prawirawijaya (Ultrajaya Milk Industry)

Total Kekayaan : USD 640 juta
Sabana Prawirawijaya adalah pemilik dari Ultrajaya Milk Industry Tbk. Sabana Prawirawijaya adalah presiden direktur dari perusahaan tersebut sejak tahun 1950. Sabana Prawirawijaya dibantu oleh saudaranya Supiandi yang menjabat sebagai komisaris presiden dan shareholder dari Ultrajaya Milk Industry. Pada tahun 1995, Sabana Prawirawijaya menjabat sebagai komisaris presiden di PT Campina Ice Cream Industry Tbk. 

48. Kardja Rahardjo (Pelayaran Tamarin Samudra)

Total Kekayaan : USD 625 juta
Kardja Rahardjo merupakan bos dari perusahaan yang bergerak di bidang Pelayaran Tamarin Samudra (TAMU). Ruang lingkup kegiatan TAMU adalah bergerak dibidang jasa penyewaan kapal penunjang kegiatan lepas pantai bagi industri minyak dan gas bumi. Saat ini Pelayaran Tamarin Samudra Tbk memiliki dan mengoperasikan 5 armada penunjang kegiatan lepas pantai (offshore Support Vessel – “OSV”) dengan berbagai tipe dan fungsi.

49. Kartini Muljadi (Tempo Group)

Total Kekayaan : USD 610 juta
Kartini Muljadi merupakan salah satu pebisnis wanita Indonesia dan menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Kartini telah belajar bisnis sejak kecil dimana diajarkan berdagang dan memanfaatkan peluang yang ada untuk menyambung hidup dari ibu tirinya. Dan dari ayah kandungnya Kartini belajar untuk mengatur keuangan dan selalu mengutamakan pendidikan. Kartini juga bercita-cita menjadi hakim agar dapat menegakkan keadilan dan menjadi sarjana hukum serta berprofesi sebagai seorang hakim di Pengadilan Istimewa Jakarta. Setelah suaminya Djojo Muljadi S.H meninggal dunia, Kartini mengundurkan diri menjadi hakim dan atas keuletannya menjadi notaris papan atas. Sumber kekayaan milik Kartini Muljadi tidak hanya berasal dari kantor hukumnya. Beliau juga mendirikan berbagai perusahaan baru yang dibantu oleh anak-anaknya.

50. Abdul Rasyid (Sawit Sumbermas Sarana)

Total Kekayaan : USD 600 juta
Nama Abdul Rasyid pernah mencuat saat bisnis kayunya dituding para aktivis lingkungan telah menjarah kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalteng. Belakangan Rasyid memperluas bisnisnya ke kelapa sawit. Bahkan perusahaannya, Sawit Sumbermas Sarana, belum lama ini ‘melantai’ di bursa saham dengan kode SSMS.

Baca Juga : Ini 10 Pengusaha Muda yang Sukses Membangun Bisnis

Raih Kesempatan, Jangan Pantang Menyerah

Untuk memulai suatu usaha dibutuhkan kerja keras, jadi jangan pantang menyerah terhadap usaha yang telah dilakukann. Seperti orang terkaya di Indonesia yang berhasil meraih kesuksesan dengan kerja keras dan pantang menyerah. Segala usaha yang dilakukan membutuhkan waktu untuk menuju kesuksesan. Jika terhadap hambatan, anggaplah sebagai ujian yang harus dihadapi dan jangan mudah menyerah terhadap hambatan yang akan datang