avatardisplay_general
DISITU
21 Mar 2018

Daftar 25 Orang Terkaya di Indonesia Versi "Forbes"

https://disituapi.azureedge.net/artikel/579 Daftar 25 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes.jpg

Majalah Forbes baru saja merilis daftar orang terkaya di dunia untuk tahun 2018. Daftar tersebut memuat lebih dari 2.000 orang paling tajir sedunia dari 78 negara. Forbes pun memuat daftar orang-orang terkaya di Indonesia. Tahun ini, Hartono bersaudara, yakni R Budi dan Michael Hartono, tetap berada pada peringkat teratas daftar tersebut.  Mengutip Forbes, Rabu (7/3/2018), Budi berada pada peringkat ke-69 daftar orang terkaya di dunia untuk tahun ini. Sementara itu, Michael berada pada peringkat ke-75. Kekayaan Budi mencapai 17,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 238,38 triliun (kurs Rp 13.700 per dollar AS). Sementara Michael  16,7 miliar dollar AS atau Rp 228,79 triliun.Berikut ini adalah daftar 25 besar orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

  1. R. Budi. Hartono

Dengan Kekayaan: 17,4 miliar dollar AS.Robert Budi Hartono atau yang memiliki nama asli Oei Hwie Tjhong, (lahir di Semarang, 28 April 1940; umur 77 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia. Ia merupakan anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum yaitu Oei Wie Gwan. Robert merupakan keturunan Tionghoa-Indonesia. Kakaknya bernama Michael Bambang Hartono alias Oei Hwie Siang. Total kekayaan Robert pada tahun 2012 yang dicatat Forbes mencapai US$ 6,5 miliar menempatkannya sebagai orang terkaya ke-146 di dunia dan orang terkaya nomor 1 di Indonesia.

Selain Djarum, Robert dan Michael adalah pemegang saham terbesar di Bank Central Asia (BCA). Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51 % saham BCA. Selain itu, mereka juga memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008, serta sejumlah properti di antaranya pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik. Salah satu bisnis Group Djarum di sektor ini bergerak di bawah bendera Polytron yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun. Perusahaan Polytron ini kini juga memproduksi ponsel yang sebelumnya hanya meproduksi AC, kulkas, produk video dan audio, dan dispenser. Melalui perusahaan yang baru dibuat yakni Ventures Global Digital Prima, Global Digital Niaga (Blibli.com), mereka juga membeli Kaskus, situs Indonesia yang paling populer.

Robert sangat menyukai olahraga bulu tangkis. Bermula dari sekadar hobi, ia kemudian mendirikan PB Djarum pada tahun 1969. Salah satu pemain bulu tangkis yang berasal dari PB Djarum adalah Liem Swie King, yang terkenal dengan julukan “King Smash”.

Robert Budi Hartono menikahi seorang wanita bernama Widowati Hartono atau lebih akrab dengan nama Giok Hartono. Bersamanya, Pemilik PT Djarum ini memiliki tiga orang putra yang kesemuanya telah menyelesaikan pendidikan. Mereka adalah Victor Hartono, Martin Hartono, dan Armand Hartono.

  1. Michael Hartono

Dengan Kekayaan: 16,7 miliar dollar AS.Michael Bambang Hartono (Bahasa Hokkian:Oei Hwie Siang, lahir di Kudus, Jawa Tengah, 2 Oktober 1939; umur 78 tahun) adalah salah seorang pemilik perusahaan rokok kretek Indonesia, Djarum.

Michael dan adiknya, Robert Budi Hartono, mewarisi Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada tahun 1963. Oei Wie Gwan meninggal tidak lama setelah pabrik rokok Djarum terbakar habis.Michael dan Robert bahu membahu mengibarkan bendera Djarum sampai ke luar negeri. Saat ini Djarum mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, jauh melebihi Gudang Garam dan Sampoerna.

Pada 23 November 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono dan Michael Hartono menduduki peringkat pertama dengan total kekayaan 14 miliar dollar AS.

Selain industri rokok, saat ini Michael dan Robert merupakan pemegang saham terbesar dari Bank Central Asia (BCA). Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51 persen saham BCA. Selain itu, mereka juga memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008, serta sejumlah properti di antaranya pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik.

  1. Sri Prakash Lohia

Dengan Kekayaan: 7 miliar dollar AS.Sri Prakash Lohia (lahir di Kolkata, India, 11 Juli 1952; umur 65 tahun) adalah pendiri dan ketua Indorama Corporation. Indorama Corporation adalah perusahaan petrokimia dan tekstil.

Lohia lahir dan besar di India, tetapi menghabiskan sebagian besar masa hidup profesionalnya di Indonesia sejak tahun 1974. Pada tahun 2013, Forbes menempatkannya sebagai orang terkaya ke-6 di Indonesia dengan kekayaan bersih US$3 miliar.

Pada tahun 1973, Lohia pindah ke Indonesia bersama ayahnya, Mohan Lal Lohia, dan merintis Indorama Synthetics. Perusahaan tersebut mulai memproduksi benang pintal tahun 1976. Pada 1991, Indorama Synthetics melakukan diversifikasi dan merambah industri serat poliester. Resin poliester botol (PET) mulai diproduksi tahun 1995.

Tahun 2006, Lohia mengakuisisi pabrik olefin terintegrasi di Nigeria dan saat ini merupakan perusahaan petrokimia terbesar di Afrika Barat sekaligus produsen olefin terbesar kedua di benua Afrika.

Indorama Corporation adalah perusahaan holding utama milik Lohia yang berkantor pusat di Singapura.Pada tahun 2012, Lohia dianugerahi Pravasi Bharatiya Samman Award (Overseas Indian Award) oleh Presiden India.Tahun 2013, Lohia adalah miliarder terkaya ke-395 di dunia dengan kekayaan bersih sebesar $3,4 miliar (versi majalah Forbes).

  1. Tahir

Dengan Kekayaan: 3,5 miliar dollar AS. Dato’ Sri Tahir (Terlahir Ang Tjoen Ming) (lahir di Surabaya, 26 Maret 1952; umur 65 tahun) adalah seorang pengusaha di Indonesia, investor, filantropis, sekaligus pendiri Mayapada Group, sebuah holding company yang memiliki beberapa unit usaha di Indonesia. Unit usahanya meliputi perbankan, media cetak dan TV berbayar, properti, rumah sakit dan rantai toko bebas pajak/duty free shopping (DFS). Ia menjadi dikenal karena mampu menjadi orang terkaya keduabelas di Indonesia dan seorang filantropis yang mampu menyumbangkan US$ 75 Juta untuk kesehatan.

  1. Chairul Tanjung

Dengan Kekayaan: 3,5 miliar dollar AS. Chairul Tanjung MBA (ejaan Soewandi: Chairul Tandjung, lahir di Jakarta, 16 Juni 1962; umur 55 tahun) adalah pengusaha asal Indonesia. Ia menjabat sebagai Menko Perekonomian menggantikan Hatta Rajasa sejak 19 Mei 2014 hingga 20 Oktober 2014. Namanya dikenal luas sebagai pengusaha sukses yang memimpin CT Corp.

Chairul memulainya bisnisnya ketika ia kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia[2]. Sempat jatuh bangun, akhirnya ia sukses membangun bisnisnya.[3][4] Kini perusahaan konglomerasi miliknya CT Corp, menjadi sebuah perusahaan yang membawahi beberapa anak perusahaan seperti Trans Corp, Bank Mega, dan CT Global Resources.

  1. Mochtar Riady

Dengan Kekayaan: 3 miliar dollar AS. Mochtar Riady (Hanzi: ???, Hokkien: Li Moe Tie, pinyin: Li Wenzheng; lahir di Kota Malang, 12 Mei 1929; umur 88 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia terkemuka, pendiri dan presiden komisaris dari Lippo Group. Ia banyak dikenal orang sebagai seorang praktisi perbankan andal, serta salah seorang konglomerat keturunan Tionghoa-Indonesia telah yang berhasil mengembangkan grup bisnisnya hingga ke mancanegara.

Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Mochtar Riady menduduki peringkat ke-38 dengan total kekayaan US$ 650 juta.

  1. Prajogo Pangestu

Dengan Kekayaan: 2,9 miliar dollar AS. Prayogo Pangestu (Lahir di Kebumen tahun 1944) adalah seorang pengusaha Indonesia. Taipan Per-kayu-an terbesar di Indonesia sebelum Krisis Ekonomi 1997. Bisnisnya berawal di akhir 70-an di Djajanti Timber Group dan membentuk Barito Pacific. Operasi pemotongan kayu nya sekarang jauh lebih kecil dari sebelumnya, tetapi kekayaannya masih tertimbun di Tri Polyta Indonesia Tbk, produsen 'polypropylene' terbesar di Indonesia. Kongsi dengan Kartini Muljadi

  1. Murdaya Poo

Dengan Kekayaan: 2 miliar dollar AS. Murdaya Poo atau dengan nama lengkap Murdaya Widyawimarta Poo adalah seorang lelaki dengan begitu banyak talenta. Kali ini kita akan membahas mengenai biografi dan profil Murdaya Poo. Murdaya Poo adalah seseorang yang sangat sukses dalam bidang bisnis dan juga sukses memasuki dunia politik.

Lelaki ini adalah sosok lelaki dibalik perusahaan kontraktor terkenal yaitu Central Cipta Murdaya Group. Dunia politik yang Murdaya Poo jajaki adalah sebagai anggota legislatif periode 2004 hingga 2009 dari partai PDIP.

Murdaya Poo terkenal sebagai orang yang memiliki talenta yang mumpuni dan jiwa yang baik. Beliau merupakan seseorang dengan pribadi yang sederhana dan tidak suka mencari ketenaran di masyarakat.

Murdaya juga terkenal bertangan dingin terbukti dengan cara dirinya yang selalu menyelesaikan masalah dengan baik dan tidak menimbulkan permasalahan yang lain. Hingga saat ini, beliau masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia dan berada di posisi delapan menurut majalah forbes tahun 2016.

  1. Peter Sondakh

Dengan Kekayaan: 1,9miliar dollar AS. Peter Sondakh lahir di tahun 1953. Ayahnya memulai bisnisnya sejak 1954, memproduksi minyak kelapa serta mengekspor kayu. Tahun 1954, ayahnya merupakan inspirasi bisnisnya, meninggal dan akhirnya mewariskan bisnis kecilnya. Dia, Peter Sondakh, yang baru 20 tahun harus mengambil alih bisnis mencari nafkah untuk keluarga. Dia harus membiayai ibu serta empat orang. Ia yang berumur 22 tahun, mengambil alih bisnis minyak kelapa dan ekspor kayu, mendirikan PT. Rajawali Corporation. Melalui Rajawali Corporation, ia memulai bisnis properti sebagai perluasan usaha yang ditekuni ayahnya. Peter mencoba memasuki korporasi besar, berkat keahlian komunikasinya ia dekat dengan orde baru. Menyadari bisnis properti tidak menguntungkan, tahun 1984, menjalin kerja sama dengan PT. Rajawali Corporation miliknya.Saat ini, Peter Sondakh juga menjadi jajaran direksi beberapa perusahaan.

  1. Theodore Rachmat

Dengan Kekayaan: 1,7miliar dollar AS. Theodore Permadi Rachmat (Oei Giok Eng) (lahir di Kadipaten, Majalengka, 15 Desember 1943; umur 74 tahun) atau yang lebih dikenal dengan TP Rachmat adalah seorang pengusaha yang berasal dari Indonesia. Awalnya ia dikenal dengan kiprahnya sebagai pimpinan Grup Astra, perusahaan yang didirikan oleh pamannya William Soeryadjaya. Ia memulai kariernya sebagai sales Astra pada tahun 1968, setelah dia lulus, ia masuk sebagai karyawan ke-15. Pada tahun 1972, dia dipecaya untuk memulai pekerjaannya mengelola United Tractors (anak perusahaan Astra yang bergerak di bidang alat berat) hingga tahun 2005.

Selepas dari Astra, ia mendirikan perusahaan sendiri yaitu Triputra Group yang bergerak di beberapa bidang seperti karet olahan, batu bara, perdagangan, manufakturing, agribisnis, dealership motor dan logistik pada Oktober 1998[1]. Selain itu bersama Edwin Soeryadjaya, saudara sepupunya, ia turut terlibat membesarkan perusahaan tambang batu bara di Kalimantan, PT Adaro Energy.Pada 2014, Forbes menempatkan Theodore Permadi Rachmat dalam daftar orang terkaya di Indonesia urutan ke-14.

  1. Jogi Hendra Atmadja

Dengan Kekayaan: US$ 2,7miliar. Jogi hendra Atmadja dilahirkan di Jakarta pada tahun 1946. Setelah menamatkan sekolah menengah atas, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti. Setelah lulus dari sana, Jogi Hendra Atmadja bersama dengan Drs. Raden Soedigdo dan Ir. Darmawan Kurnia mendirikan PT Mayora Indah pada tanggal 17 februari 1977 di Jakarta.

Perusahaan Mayora yang mereka dirikan memproduksi makanan ringan yang menjadi andalan perusahaan. Pabrik pertamanya didirikan di Tangerang. Sejak berdirinya Mayora, Jogi Hendra Atmadja sudah menjabat sebagai komisaris utama di perusahaan Mayora. Jabatan yang sama juga ia pegang di tiga perusahaan lain seperti di PT. Tunita Branindo, PT. Torabika Eka Semesta, dan PT. Kakao Mas Gemilang.

Sejak berdiri PT Mayora Indah, produk makanan ringan yang menjadi andalan perusahaan adalah biskuit Roma Kelapa yang booming pada akhir tahun 1970an. Biskuit roma kelapa kemudian dikenal sebagai biskuit sejuta umat yang bersaing ketat dengan biskuit Khong Guan yang kala itu sudah banyak beredar di pasaran.

Di akhir tahun 1980an, PT Mayora melakukan ekspansi bisnis dengan mengeluarkan produk permen Kopiko yang menjadi permen rasa kopi pertama di Indonesia. Dengan cepat produk permen kopiko naik ke posisi atas dalam sebagai produk terlaris karena ketika itu belum ada produk yang sama yang beredar di pasaran.

Selain produk makanan ringan, PT Mayora juga merambah ke produk minuman kemasan. Misalnya Teh Pucuk Harum. Demi menggaet pasar minuman teh yang ketika itu dikuasai oleh Teh Botol Sosro, Teh Pucuk Harum jor-joran dalam beriklan. Untuk iklan televisi misalnya, berdasarkan data riset Nielsen dari tahun 2011 hingga 2012, Iklan Teh Pucuk Harum sudah mengeluarkan dana sekitar 226.39 milyar hanya untuk beriklan di TV.

Untuk produk air mineral kemasan, PT Mayora Indah bekerja sama dengan PT Tirta Fresindo Jaya mengeluarkan produk air mineral kemasan merk Le Minerale. Untuk memperkuat produksinya, lima pabrik didirikan di Makassar, Medan, Pasuruan, Ciawi dan Sukabumi. Dan ditahun 2016, dua pabrik dibangun di Palembang serta Cianjur sebagai langkah memperkuat produksi guna bersaing dengan merk air mineral lain seperti Aqua.

  1. Putera Sampoerna

Dengan Kekayaan: US$ 1,8 miliar. Putera Sampoerna (lahir di Schiedam, Belanda, 13 Oktober 1947; umur 70 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia yang dikenal sebagai bos perusahaan rokok PT HM Sampoerna Tbk. Putera adalah generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Dia adalah putra dari Liem Swie Ling (Aga Sampoerna) dan cucu dari Liem Seeng Tee.

Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Putera Sampoerna menduduki peringkat ke-9 dengan total kekayaan US$ 2,4 miliar

  1. Eddy Katuari

Dengan Kekayaan: US$ 1,7miliar. Eddy William Katuari adalah seorang pengusaha dari Indonesia. Ia adalah pemimpin dari Wings Group, yang awalnya bergerak di produksi Sabun dan Detergen dengan nama "Fa wings", berbasis di Surabaya, Jawa Timur. Ia adalah generasi kedua Grup Wings dan merupakan anak dari pendiri Wings Group, Johannes Ferdinand Katuari[1]. Di bawah kepemimpinannya, Wing Grup mengembangkan sayapnya ke produk rumah tangga, perawatan pribadi dan produksi makanan. Tahun 2000-an, Wings Group merambah bisnis properti, perkebunan, oleo chemical, dan keramik. Di industri oleo chemical, Wings Surya bekerja sama dengan Grup Salim dan Grup Lautan Luas lewat PT Ecogreen. Sedangkan di bisnis packaging, Wings bermitra bersama PT Djarum menghadirkan PT Unipack. Pada 2014, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, ia menduduki peringkat ke-19.

  1. Kuncoro Wibowo

Dengan Kekayaan: US$ 1,6miliar. Kuncoro Wibowo adalah adalah seorang pengusaha yang berasal dari Indonesia. Ia adalah putra pertama pendiri Grup Kawan Lama Sejahtera. Pada 2014, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, ia menduduki peringkat ke-20.

Kuncoro Wibowo dilahirkan pada tahun 1956, ia adalah anak pertama dari sembilan bersaudara. Ayahnya bernama Wong Jin membuka toko perkakas berukuran 3x3 meter di kawasan Glodok, sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga. Mereka menikah pada saat Won Jin berumur 45 tahun, sedangkan ibunya masih berusia 20 tahunan.

Masa kecilnya sering dihabiskan di toko ayahnya, sepulang sekolah ia sudah dilatih untuk membantu ayahnya berjualan di toko. Kegiatannya ini sering diselingi dengan les bahasa Inggris dan Mandarin, ia baru pulang ke rumah setelah toko tutup, pukul 5 sore. Ketika remaja, ia sudah sering berkeliling ke luar negeri, berinteraksi dengan para pemasok barang-barang perkakas tokonya dari luar negeri. Ia juga sering berkunjung ke berbagai pameran perkakas.

Meskipun tidak sempat melanjutkan pendidikan formal karena peristiwa Gestapu 1966, ia tetap mendapatkan pendidikan dengan menggundang guru dan belajar di rumahnya. Berbeda dengan Adik-adiknya yang setelah peristiwa Gestapu, melanjutkan sekolah di luar negeri, ia tetap di Indonesia dan meneruskan bisnis ayahnya. Hal ini berlanjut hingga ayahnya meninggal dunia pada tahun 1981.

Bisnis perkakas ini berlanjut dengan didirikan PT Kawan Lama Sejahtera pada tahun 1980. Dalam kurun waktu yang tidak lama, mereka membuka kantor pusat di gedung baru, empat lantai di kawasan Glodok Jaya.

Dibantu oleh lima saudaranya, ia mulai berekspansi dengan mendirikan PT. Ace Hardware Indonesia, Tbk pada tahun 1995. PT. Ace Hardware Indonesia, Tbk. adalah pemegang lisensi tunggal ACE Hardware, sebuah perusahaan retail perabot rumah tangga dan perkakas dari Amerika Serikat. Di Indonesia perusahaan ini menjual berbagai produk perkakas rumah tangga dan industri, perkakas kantor, mainan, furnitur, dan barang-barang lainnya[3]. Ace Hardware Indonesia, pertama kali membuka tokonya di Supermal Karawaci, Tangerang, pada tahun 1995.

Tahun 1997, dengan pesatnya perkembangan perusahaan dan kebutuhan, PT Kawan Lama Sejahtera akhirnya berpindah kantor pusat ke gedung baru berlantai 9 di kawasan Meruya-Kembangan, Jakarta Barat. Di tempat tersebut, mereka juga membuka showroom untuk displai produk seluas 2.000 m2. Showroom tersebut dilengkapi dengan sistem katalog yang terkomputerisasi sehingga sangat memudahkan visualisasi produk ke calon pembeli dan memungkinkan simulasi dan testing produk bagi calon pembeli yang ingin menjajal produknya.

Ekspansi bisnis Grup Kawan Lama berlanjut, pada tahun 2011, melalui PT Retail Estate Solution, mereka membangun Living World, Alam Sutera dengan luas ACE Hardware: 15.000 m2. Living World, Alam Sutera ini mendapat tiga rekor MURI yaitu sebagai Pusat Perlengkapan Rumah Tangga dan Gaya Hidup Modern Terbesar di Indonesia, seluas 15.000 m2 dengan 75.000 jenis barang; Informa Furnishings sebagai Pusat Furniture dan Aksesoris Pelengkap Hunian dan Bisnis Terbesar di Indonesia, seluas 25.000 m2 dengan 25.000 jenis barang; dan Toys Kingdom sebagai Toko Mainan Terbesar di Indonesia, seluas 3.000 m2 dengan 15.000 jenis barang. Selain itu, ACE Hardware Living World dianugerahi juga sebagai store ACE Hardware terbesar di dunia.

Melalui Kawan lama Sejahtera ini, Kuncoro Wibowo dengan total kekayaan 1.6 miliar US$ dinobatkan sebagai orang terkaya no. 20 oleh Majalah Forbes tahun 2014

  1. Husodo Angkosubroto

Dengan Kekayaan: US$ 1,55miliar. Salah satu karya keluarga Angkosubroto yang paling terkenal adalah buah-buahan mulus dengan merek Sunpride dan Sunfresh. Dikutip dari situs web resmi Sunpride, pisang Sunpride yang mulus disebabkan oleh proses penanaman yang khusus. Satu tandan pisang Sunpride selalu dibungkus menyeluruh agar terhindar dari serangan hama. Selain itu, bibit pisang yang digunakan adalah bibit unggul hasil riset dan pengembangan Sunpride sendiri.

Pisang Sunpride dihasilkan oleh Gunung Sewu Kencana, sebuah perusahaan yang juga beroperasi di bidang asuransi, real estate, dan sumber daya (pertambangan) dengan jumlah tenaga kerja sekitar 30.000 orang. Gunung Sewu Kencana dibangun pertama kali pada tahun 1953 oleh Om Go Soei Kie (Dasuki Angkosubroto). Saat itu, Ia hanya berfokus pada perdagangan komoditas pokok. Beberapa waktu berselang, Ia mulai merambah bisnis produsen dan distributor makanan. Dasuki Angkosubroto merupakan sosok yang sangat dihormati karena memiliki integritas kewiraswastaan dan kerendahan hati.

Di tahun 2009, Dasuki Angkosubroto harus berpulang. Bisnis yang Ia bangun kemudian diwariskan sepenuhnya pada keempat anaknya, salah satunya adalah Husodo Angkosubroto yang menjadi komisaris utama Gunung Sewu Holding Company. Gunung Sewu kemudian terus berkembang menjadi perusahaan holding yang bermain di tiga sektor utama: properti, pertanian, dan asuransi jiwa.

Di bidang property, keluarga Angkosubroto menjalankan PT Duta Anggada Realty Tbk yang memiliki aset gedung-gedung mewah di Jakarta. Beberapa asetnya adalah Chase Plaza, Bapindo Plaza, dan PT Farpoint Prima yang sedang tumbuh di Jakarta dan Bali. Mereka juga berfokus pada properti kantor, komersial, dan hunian berkualitas tinggi, terutama yang berlokasi di Jakarta.

Di bidang pertanian, bendera PT Great Giant Pineapple yang juga merupakan usaha keluarga Angkosubroto sudah lama tertancap di dunia internasional. Perusahaan yang bergerak di bidang pengalengan nanas itu bahkan menjadi perusahaan terbesar ketiga di dunia di bidangnya, dan telah mengeskpor semua produksinya ke lebih dari 50 negara.

Anak perusahaan Gunung Sewu lain, PT Sewu Segar Nusantara juga menjual dua macam jenis buah: 100% buah nusantara dan buah mancanegara. Buah nusantara, khususnya untuk Pisang Cavendish didapatkan dari PT Nusantara Tropical Farm (NTF), yang kemudian didistribusikan oleh PT Nusantara Tropical Farm. Buah nusantara lainnya terdiri dari Nanas Honi, Guava Crystal, Pepaya California, dan Buah Naga. Untuk Honey Melon, Golden Melon, Rock Melon, dan Jeruk Baby, PT Sewu Segar Nusantara mengambilnya dari petani lokal Jawa Tengah. Sedangkan buah mancanegara terdiri dari apel, kiwi, dan pear. Sewu Segar Nusantara juga bermitra dengan Zespri untuk berbagai merek buah internasional.

Secara konsisten, PT. Sewu Segar Nusantara dan PT. Nusantara Tropical Farm menjunjung tinggi praktek budidaya yang berkesinambungan, ramah lingkungan, dan terjaga. Bahkan, NTF telah mendapatkan sertifikasi Global GAP yang menunjukkan standar sistem pertanian yang mengadopsi praktek budidaya yang berkelanjutan sehingga tidak merusak lingkungan.

Di bidang asuransi, Gunung Sewu Holding mengelola SequisLife, salah satu perusahaan asuransi jiwa swasta terbesar di Indonesia. SequisLife juga menangani banyak investasi, mulai dari manufaktur hingga ekuitas swasta. Berbicara mengenai asuransi, kabar heboh sempat datang dari keluarga Angkosubroto. Mereka pernah mengambil keputusan untuk menjual 20% saham bisnis asuransinya kepada Nippon Life Insurance pada Oktober 2014. Nama Angkosubroto juga menjadi cukup dikenal setelah kejadian itu.

Sebenarnya, Husodo Angkosubroto telah bergabung pada grup ini pada tahun 1977. Dari tahun itu, Ia selalu memainkan peran penting dalam mengembangkan Gunung Sewu menjadi perusahaan terdepan di Indonesia. Ia juga menjadi chairman dari anak perusahaan Gunung Sewu, Gunung Sewu Kencana dan Endeavour Indonesia, sebuah jaringan bisnis yang bertujuan untuk menciptakan wirasuhawan-wirausahawan muda. Husodo Angkosubroto adalah lulusan University of Southern California dan mengambil jurusan administrasi bisnis.

  1. Low Tuck Kwong

Dengan Kekayaan: US$ 1,53miliar. Low Tuck Kwong adalah seorang pengusaha dari Indonesia. Ia adalah pendiri dari Bayan Resources, salah satu perusahaan yang bergerak di sektor tambang batu bara. Pada 2014, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, ia menduduki peringkat ke-30.

Low Tuck Kwong dilahirkan di Singapura, tetapi pada tahun 1972, ia mengadu nasib dan pindah ke Indonesia. Saat masih di Singapura, ia sempat bekerja di perusahaan konstruksi milik ayahnya, David Low Yi Ngo[4]. Pada tahun 1992, ia berganti kewarganegaraan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Tahun 1997, ia membeli tambang batubaranya yang pertamanya melalui PT. Gunungbayan Pratamacoal. Tahun 1998,melalui PT Dermaga Perkasapratama, Ia juga mengoperasikan Terminal Batubara di Balikpapan, Kalimantan. Di sektor pertambangan Batubara dengan perusahaan Bayan Resources inilah yang mengantarkan ia menjadi orang terkaya no. 30 (versi majalah Forbes).

  1. Hary Tanoesoedibjo

Dengan Kekayaan: US$ 1,05miliar.Hary Tanoesoedibjo B.Com. MBA atau Hary Tanoe (lahir di Surabaya, 26 September 1965; umur 52 tahun) adalah seorang pengusaha dan tokoh politik asal Indonesia. Hary adalah pemilik dari MNC Group. Di bidang politik, dia merupakan pendiri dan Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Partai Perindo). Ia pernah bergabung dalam Partai NasDem dan Partai Hanura.

Pada tanggal 23 Juni 2017, Kepolisian Negara Republik Indonesia menetapkan Hary Tanoesoedibjo sebagai tersangka terkait melakukan ancaman melalui media elektronik kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

  1. Djoko Susanto

Dengan Kekayaan: US$ 1,47miliar. Djoko Susanto (lahir Kwok Kwie Fo, 1950, Jakarta, Indonesia) adalah seorang pengusaha asal Indonesia. Ia adalah pemilik grup Alfamart, bisnis ritel dengan mini-mart konsep. Pada 2014, Forbes menempatkan ia pada urutan 27 dari 50 orang terkaya di Indonesia.

  1. Ciputra

Dengan Kekayaan: US$ 1,45miliar. Ir. Ciputra atau Tjie Tjin Hoan (Bahasa Tionghoa: ???; Hanyu Pinyin: Xú Qinghuá; lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931; umur 86 tahun) adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses, antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra.Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Ir. Ciputra menduduki peringkat ke-27 dengan total kekayaan US$ 950 juta.

  1. Ciliandra Fangiono

Dengan Kekayaan: US$ 1,42 miliar. Ciliandra Fangiono adalah seorang pengusaha dari Indonesia. Ia adalah generasi kedua dari First Resources, salah satu perusahaan yang bergerak di sektor kelapa sawit dan mengelola bisnis kimia oleo. Ia dan keluarganya, termasuk saudara laki-lakinya Cik Sigih Fangiono, yang menjabat wakil kepala eksekutif, memiliki 85 persen saham perusahaan pengelola kebun kelapa sawit itu. Sedaangkan Ayahnya, Martias, adalah pendiri perusahaan itu. Selain itu ia juga mendirikan PT Ciliandra Perkasa, perusahaan ini berkaitan dengan penanaman kelapa sawit, pengilangan dan pengelolahan buah menjadi minyak sawit mentah serta inti sawit untuk penjualan lokal dan ekspor.

Pada 2014, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, ia menduduki peringkat ke-22. Berdasarkan daftar tersebut, ia adalah orang kaya termuda yang masuk di dalam daftar sejak 2012

  1. Garibaldi Thohir

Dengan Kekayaan: US$ 1,41miliar. Garibaldi Thohir (lahir di Jakarta, Indonesia, 1 Mei 1965; umur 52 tahun) atau biasa dikenal dengan Boy Thohir adalah seorang pengusaha dan investor yang berasal dari Indonesia. Ia dikenal sebagai pengusaha tambang batu bara dengan grup perusahaan di bawah bendera Adaro Energy. Adaro Energy dikembangkan bersama Edwin Soeryadjaya dan Theodore Permadi Rachmat. Di Adaro Energy, ia menduduki jabatan sebagai Presiden Direktur. Pada 2014, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, ia menduduki peringkat ke-37.

  1. Martua Sitorus

Dengan Kekayaan: US$ 1,4miliar. Martua Sitorus atau dikenal juga dengan Thio Seeng Haap (???) adalah seorang pengusaha Indonesia. Ia bersama dengan Kuok Khoon Hong mendirikan perusahaan Wilmar International yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolah minyak sawit mentah (CPO) serta produsen gula. Pada 2013, majalah Forbes menempatkan Martua Sitorus sebagai orang terkaya no. 15 di Indonesia. Wilmar juga bekerja sama dengan perusahaan AS, Kellogg untuk menjual makanan di China dan mengakuisisi perusahaan tambang batu bara di Australia yakni Whitehaven Coal Ltd. Awalnya Martua Sitorus yang dilahirkan di Pematangsiantar, Sumatera Utara ini, berdagang udang waktu masih muda.

  1. Soegiarto Adikoesoemo

Dengan Kekayaan: US$ 1,35miliar. Soegiarto Adikoesoemo dikenal dengan nama Pak Gik, nama tersebut biasa digunakan oleh sahabat dekatnya untuk memanggil beliau. Untuk saat ini, Soegiarto Adikoesoemo sudah dikaruniai 3 orang anak dan juga istri yang benar-benar sayang kepada beliau. Sekarang beliau sudah menggapai usia 73 tahun, walaupun begitu, Soegiarto Adikoesoemo masih sangat rajin dan bersemangat pada saat mengurus semua perusahaannya tanpa kenal lelah. Beliau juga membangun perusahaan yang bernama AKR Corporindo di tahun 1960 an serta mengangkat anaknya yang bernama Haryanto sebagai presiden untuk perusahaan tersebut. Beliau benar-benar mencintai keluarganya.

Semua kekayaan serta kesuksesan yang berhasil beliau gapai tentu tidak akan bisa seperti sekarang apabila tidak mendapat dukungan penuh dari keluarganya, terutama istri dan anak-anaknya juga. Tidak langsung sukses, ternyata Soegiarto Adikoesoemo sama-sama pernah mengalami yang namanya penderitaan, tetapi karena pengalaman pahit yang disebabkan oleh penderitaan tersebut, akhirnya beliau bersemangat bekerja dan berhasil memperoleh kesuksesan seperti sekarang ini. Bahkan perusahaan bahan kimia yang mereka bangun juga ada maju mundurnya, dan harus menghadapi berbagai rintangan juga.

  1. Eddy Kusnadi Sariaatmadja

Dengan Kekayaan: US$ 1,3miliar Eddy Kusnadi Sariaatmadja (lahir di Jakarta, 11 Desember 1963; umur 54 tahun) adalah pengusaha asal Indonesia. Awalnya, pada tahun 80-an, beliau mendirikan perusahaan dengan nama PT Elang Mahkota Teknologi, Tbk yang bergerak di bidang teknologi serta mendapat hak eksklusif sebagai disributor komputer Compaq di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, Group Emtek berhasil meraih kejayaan sebagai perusahaan raksasa di Indonesia.

Kemampuan bisnis yang dimiliki Eddy, menyumbangkan kejayaan bagi Emtek Group. Biografi Eddy Kusnadi Sariatmadja memuat mengenai perjalanan karier beliau. Pergerakan yang signifikan terjadi dengan manuver yang dilakukan oleh Eddy. Emtek Group adalah pemilik saham yang besar dari stasiun TV swasta SCTV.

Biografi Eddy Kusnadi Sariaatmadja - Raja Media Terkaya di IndonesiaOleh sebab itu, tahun 2006 lalu, aset yang dimiliki PT Surya Citra Media Tbk yang menaungi SCTV mampu meraih keuntungan hingga senilai Rp 1,82 triliun. Penjualan bersihnya mencapai Rp 1,2triliun. Keluarga Eddy Kusnadi mampu menguasai saham SCTV sebesar 78.69%.

Tahun 2005, Eddy membeli saham SCTV sebanyak 473 unit dan mayoritas kepemilikan PT Surya Citra Media berada di tangan Eddy. Selain itu, Eddy Kusnadi membeli saham dari PT Citrabumi Sacna milik Henry Pribadi serta PT Indika Multimedia milik Agus Lasmono, putra salah satu pendiri SCTV. Kontrol media pertelevisian SCTV berada di bawah kendali Emtek Group.

Gerakan bisnis yang dikelola Eddy merupakan keberhasilan gemilang. Kabar terbaru datang dari Emtek Group, di mana perusahaan tersebut mengakuisisi stasiun televisi Indosiar, salah satu anggota dari the big four dalam bisnis media pertelevisian di Indonesia. Sistem manajemen yang diterapkan dalam bisnisnya, merupakan kemampuan yang baik.

Pendidikan terkait teknologi dan bakat bisnisnya, menjadikan Eddy Kusnadi sebagai tokoh bisnis yang cerdas melihat peluang dan mengeksekusinya dengan langkah tepat sasaran. Karakter bisnis dari seorang Eddy Kusnadi dapat terlihat dari uraian biografi Eddy Kusnadi Sariatmadja.

Menurut majalah Forbes tahun 2015, Kekayaan bersih Eddy Kusnadi mencapai 1,58 miliar USD (2016) dan masuk dalam jajaran daftar orang terkaya di Indonesia. Ide-ide dan terobosan baru dalam dunia usaha pertelevisian sangat mengagumkan. Beliau mampu mencermati perubahan pasar dan melakukan gebrakan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

  1.  Alexander Tedja

Dengan Kekayaan: US$ 1,25miliar Alexander Tedja (lahir di Medan, 22 September 1945; umur 72 tahun) adalah seorang pengusaha yang berasal dari Indonesia. Ia dikenal sebagai raja properti dan mal dari Surabaya dengan grup perusahaan di bawah bendera Pakuwon Group. Pada 2014, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, ia menduduki peringkat ke-34.

Awalnya Alexander Tedja memiliki latar belakang sebagai pengusaha di bidang perfilman dan perbioskopan, antara lain melalui perusahaannya PT ISAE FILM sejak tahun 1972, PT Pan Asiatic Film sejak tahun 1991 dan PT Menara Mitra Cinema Corp. sejak tahun 1977. Namun sejak 1982, ia mulai berekspansi ke bidang properti dan mal, melalui PT Pakuwon Jati Tbk. Ia membeli sebidang tanah di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya dan memulai proyek Plaza Tunjungan I yang mulai beroperasi 1986. Proyek ini terus berlanjut dengan dibangunnya Plaza Tunjungan II & III, Sheraton Surabaya Hotel & Tower, Menara Mandiri, Kondominium Regensi hingga Plaza Tunjungan IV yang beroperasi tahun 2002. Secara bertahap proyek ini menjadi superblok pertama di kota Surabaya, superblok Tunjungan City. Pada 9 Oktober 1989, PT Pakuwon Jati Tbk atau PWON tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tahun 1994, ia memulai mengembangkan kawasan hunian di Surabaya, Pakuwon City.

Tidak berhenti di Surabaya, pada tahun 2007, ia mulai meluaskan bisnis ‘’property’’-nya ke Jakarta dengan mengakuisisi 83,3 persen saham PT Artisan Wahyu, pengembang superblok Gandaria City, Jakarta. Selanjutnya Pakuwon Group juga membangun Kota Kasablanka yang berada di daerah perluasan Rasuna Said, Kuningan, yang juga termasuk central business district (CBD) Jakarta dan membangun properti multifungsi di atas lahan seluas 4,2 hektar di koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Selain itu melalui anak perusahaan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Pakuwon Permai, juga memiliki dan mengembangkan superblok Supermal Pakuwon Indah, pusat belanja Royal Plaza (keduanya di Surabaya), pusat belanja Blok M Plaza, dan apartemen servis Somerset Berlian (keduanya di Jakarta).

Melalui Pakuwon Group, pada 2014, Alexander Tedja dinobatkan sebagai orang terkaya no. 34 oleh majalah Forbes dengan kekayaan 935 juta US$

cari-kredit-DISITU-pilihanmu