avatardisplay_general
DISITU
23 May 2018

6 Tips Mengumpulkannya Dana Untuk Naik Haji

https://disituapi.azureedge.net/artikel/Artikel%20Mei/Artikel%20180523/858 Dana Naik Haji Ini 6 Tips Mengumpulkannya Agar Mimpi Anda Terwujud.jpg

Labbaik Allahumma Labbaik… Siapa yang tidak tersentuh mendengar kalimat itu dikumandangkan. Setiap umat Islam pasti memiliki mimpi untuk mengucapkannya sendiri. Langsung di depan Ka’bah. Bersama dengan muslim lain dari segala penjuru dunia. Namun untuk mewujudkan mimpi itu, jalannya tidak mudah. Terutama bagi kita yang dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Berdasarkan data terbaru Kemenag, pemerintah menetapkan dana naik haji reguler 2018 adalah sekitar 35,2 juta per jamaah. Angka tersebut tidaklah sedikit. Belum lagi dengan lamanya antri keberangkatan. Daftar tunggu untuk haji jalur khusus adalah 7 tahun, sementara reguler 26 tahun. Benar-benar perjuangan, bukan? Tips-tips di bawah barangkali dapat membantu.

6 Tips Yang Layak Dicoba Untuk Mengumpulkan Dana Naik Haji

Gaya-Hidup

Banyak orang berpikir, naik haji hanya dapat dilakukan orang-orang kalangan atas. Orang-orang yang memiliki uang lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Nyatanya tidak demikian. Tidak peduli berapa penghasilan Anda, naik haji bukanlah mimpi yang mustahil diraih. Tapi Anda perlu berusaha mengumpulkan dana naik haji, dengan mencoba tips-tips berikut :

1. Mengalokasikan Hasil Kerja Secara Rutin

Apakah Anda pernah mengeluh seperti ini, “Bagaimana bisa berangkat haji, penghasilan saja pas-pasan?”. Jika ya, Anda perlu mengatur ulang mindset Anda. Jika tidak dikelola dengan baik, penghasilan akan selalu pas-pasan. Berapapun nominalnya. dana untuk naik haji tidaklah sedikit. Tapi tidak mungkin tidak terkumpul bila Anda menabung. Jadi berapapun penghasilan Anda, alokasikan sebagian kecilnya tiap hari untuk naik haji. Cepat atau lambat, dana Anda pasti terkumpul.

2. Membuka Tabungan Deposito

Cara ini juga layak dicoba. Jika Anda baru mendapat rejeki dana dengan jumlah cukup besar, Anda dapat langsung mendepositkannya. Bunga yang didapat dari deposito terbilang tinggi. Jika Anda mendepositkan dana untuk lima tahun saja, Anda dapat menerima bunga 5-7 persen. Tergantung bank tempat Anda menyimpan. Tapi kekurangannya, Anda tidak dapat mencairkan deposit Anda dengan mudah.

3. Memperbanyak Simpanan di Koperasi

Jika Anda kurang sreg bekerjasama dengan bank, Anda dapat memilih koperasi. Caranya juga simpel. Cukup dengan mendaftar sebagai anggota, lalu membayarkan simpanan pokok dan simpanan wajib. Tiap tahunnya, Anda akan mendapat semacam “dividen” yang disebut Sisa Hasil Usaha (SHU). Semakin banyak simpanan yang Anda investasikan ke koperasi, semakin banyak SHU yang Anda dapat. Tapi pilihlah koperasi dengan hati-hati. Jangan sampai tertipu koperasi bodong atau rentenir berkedok koperasi. Jalan amannya, pilih koperasi yang telah terpercaya OJK.

4. Melakukan Usaha dengan Sistem Syariah

Kalau secara sistem, bank dan koperasi memiliki kelemahan dan kekuatan masing-masing. Semua tergantung pada pilihan “idealis” Anda. Jika Anda masih tidak cocok dengan kedua sistem itu, Anda dapat memilih sistem perbankan syariah. Sistem perbankan syariah adalah sistem transaksi perbankan berdasarkan prinsip Islam. Adapun jenis transaksi yang paling populer adalah musyarokah dan mudarobah. Beberapa orang berpendapat dana untuk naik haji yang diperoleh secara syariah lebih “barokah” karena bebas bunga.

5. Melakukan Pembayaran Haji Secara Kredit

Jika Anda tidak suka mengumpulkan dana sedikit demi sedikit sebelum naik haji, maka Anda dapat menggunakan cara ini. Saat ini, ada banyak travel menawarkan naik haji terlebih dahulu, baru melunasi biayanya di kemudian hari. Cara seperti ini sebenarnya riskan. Anda biasanya akan diminta membayar bunga yang potensi nilainya tinggi.

6. Berhaji Melalui Negara Lain

Meski aneh, banyak orang telah melakukan ini. Di Indonesia, seseorang mengantri haji bisa menghabiskan waktu belasan tahun. Sering terjadi, seseorang meninggal terlebih dulu sebelum bisa menginjakkan kaki di Baitullah. Mengantisipasi hal ini, banyak orang, terutama TKI di luar negeri, tidak berangkat naik haji dari Indonesia. Melainkan dari negara tempat mereka bekerja. Hal ini juga sering terjadi pada TKI kita yang berada di Arab. Mereka berangkat untuk bekerja. Lalu di musim haji, mereka mengikuti haji. Dengan ini, dana haji yang akan mereka keluarkan telah terkumpul lebih dulu.

Wirausaha-Sukses