21 May 2018 00:00

Gadai AJB Tanah di Bank BRI, Ini Dia Ulasan Lengkapnya!

DISITU

Artikel%20Mei/Artikel%20180521/843 Gadai AJB Tanah di Bank BRI Ini Dia Ulasan Lengkapnya.jpg

BRI adalah salah satu bank dengan prospek terbaik di Indonesia. Sejak berdiri, bank pertama di Indonesia ini telah menjadi bank nomor satu yang diminati masyarakat. Pasalnya, BRI menawarkan berbagai kemudahan melalui layanan kredit. Jenis layanan kredit yang dibukanya antara lain Kredit Usaha Rakyat (KUR), Pinjaman Mikro (Kupedes), dan Kredit Tanpa Agunan (KTA) BRI. Siapapun dapat memanfaatkan layanan tersebut. Asal memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Di internet, syarat ini dapat Anda akses di mana-mana. Tapi ada satu syarat yang hingga kini menimbulkan kontroversi: AJB tanah. Padahal sudah jelas. BRI tidak menerima kredit dengan AJB tanah sebagai jaminan. Sehingga gadai AJB tanah di Bank BRI tidak mungkin dapat dilakukan. Ini dia alasannya.

Alasan Bank BRI Tidak Menerima Gadai AJB Tanah

Ada banyak alasan mengapa Anda tidak dapat melakukan gadai AJB tanah di Bank BRI. Meski termasuk dokumen otentik, Akta Jual Beli (AJB) posisinya lebih lemah dibandingkan dengan Sertifikat Hak Milik (SHM). Ini yang mengakibatkan BRI akan lebih mempertimbangkan gadai SHM dibanding AJB. Lebih lengkap alasannya sebagai berikut.

1. Fungsi Dan Sifat AJB

Gaya-Hidup

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 1998 pasal 2, AJB adalah tanda peralihan hak atas tanah dari satu pihak ke pihak lainnya. Ini berarti, fungsi AJB sekadar sebagai penanda bahwa hak kepemilikan tanah telah berpindah ke orang lain. Supaya lebih legal, AJB ini perlu didaftarkan ke kantor pertanahan, untuk dialih bentuk menjadi SHM. Jadi, sifat AJB hanyalah sementara.

2. BRI Adalah BUMN

Gaya-Hidup

Membicarakan BUMN berarti membicarakan soal uang rakyat. Dikarenakan BRI adalah BUMN, berarti kredit yang disalurkan oleh BRI juga berasal dari uang rakyat. Maka dari itu, BRI tidak bisa menerima ajuan kredit hanya dengan AJB sebagai jaminan. Sifat AJB yang tidak permanen membuat menggadaikan AJB tanah di bank BRI sangat berisiko. Tidak mungkin BRI mau mengorbankan uang rakyat dengan menerima jaminan yang mudah bermasalah.

3. Kekuatan Hukum AJB Lebih Lemah

Gaya-Hidup

Dari tadi, mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa AJB disebut riskan? Mudah bermasalah? Dibandingkan SHM, kekuatan hukum AJB memang rentan mengalami kecacatan. Pasalnya, SHM merupakan dokumen hak milik dengan tingkat tertinggi. Seseorang yang memiliki SHM atas sepetak tanah berarti benar-benar “pemilik” dari tanah tersebut. AJB memang otentik. Namun keberadaannya dapat dengan mudah dipindahtangankan. Siapapun yang memegang AJB dapat mengajukan SHM atas dirinya. Meski nama dalam AJB bukanlah namanya. 

4. AJB Bisa Dimiliki Siapa Saja

Gaya-Hidup

Berkaitan dengan poin di atas, AJB dapat diakui kepemilikannya oleh siapapun. Misalnya jika Anda menjaminkan AJB tanah ke suatu pihak. Kemudian Anda tidak mampu menebus AJB yang telah dijaminkan. Pihak yang memegang AJB Anda tidak perlu repot-repot mengurus balik nama dan sebagainya. Karena anggapannya, siapa yang memegang AJB maka dialah yang berhak atas tanah yang tercantum di dalamnya. Fungsi AJB mirip seperti “kuitansi”. Ini salah satu alasan kuat kenapa gadai AJB tanah di bank BRI tidak mungkin diterima. BRI jelas tidak mau bertanggungjawab jika suatu saat ada masalah. Misalkan nasabah A menjaminkan AJB-nya ke BRI. Setelah dana diberikan, ternyata ada pihak lain yang menuntut hak milik atas AJB nasabah A.

5. Prosedur Kredit Dengan AJB Lebih Rumit

Gaya-Hidup

Dikarenakan kerentanan AJB secara hukum, maka proses pengaturannya juga lebih rumit. Prosedur kredit yang perlu dilakukan jadi lebih panjang. Jika dengan SHM Anda hanya perlu menyerahkannya ke bank sebagai jaminan, lain halnya dengan AJB. Selain mengurus administrasi internalnya, bank yang menerima AJB juga perlu mengatur perjanjian fidusia dengan nasabah. Dalam perjanjian ini, ada pihak ketiga yang bersedia menjamin bahwa nasabah A akan memenuhi kesepakatannya dengan bank. Keberadaan pihak ketiga ini memperpanjang birokrasi. Sehingga akhirnya internal bank memilih tidak menerima penggadaian AJB tanah.

 

cari-kredit-DISITU-pilihanmu