avatardisplay_general
DISITU
04 Dec 2017

Gak Takut Pinjam Uang,Kalau Tau tentang Debt Collector

61.Pinjam uang ga takut lagi kalau tau tentang debt cllector

Debt collector bukanlah istilah yang asing di telinga kita. Umumnya, kita mendengar stereotip buruk tentang seseorang yang bekerja sebagai debt collector. Bahkan, kebanyakan film dan sinetron di televisi menggambarkan debt collector sebagai sosok beringas yang menakutkan. Misalnya, sering meneror dan melakukan kekerasan terhadap orang-orang yang menunggak hutang. Kita pun mengiyakan penggambaran tersebut. Imbasnya, kita sering diliputi rasa takut ketika hendak mencari pinjaman uang. Sebenarnya, khusus penagihan kartu kredit, terdapat hukum tertulis yang diterbitkan Bank Indonesia untuk mengatur etika debt collector perbankan. Beberapa etika tersebut kami paparkan pada poin 3-6 dalam artikel ini. Daripada penasaran, sebaiknya kenali 7 fakta debt collector yang jarang diketahui berikut ini.

1. Terdapat 2 Jenis Debt Collector

Umumnya, terdapat 2 jenis debt collector yang bekerja di sebuah bank atau lembaga pinjaman uang. Pertama, desk collector yang bertugas menagih lewat telepon dan umumnya adalah perempuan. Kedua, field collector yang bertugas menagih di lapangan. Field collector inilah yang selama ini kita kenal sebagai debt collector.

2. Debt Collector Bukanlah Pihak Kepolisian

Jika kita mendengar ada seorang penagih hutang yang mengaku sebagai pihak kepolisian, maka hal itu adalah penipuan. Sebab, polisi dilarang menjadi penagih piutang atau menjadi pelindung orang yang berhutang. Kasus mengenai kredit bermasalah termasuk pada ranah hukum perdata, sehingga polisi dilarang ikut campur.

3. Debt Collector Harus Memakai Tanda Pengenal Resmi

Dalam menjalankan tugasnya, seorang debt collector harus memakai tanda pengenal resmi yang dibuat perusahaan. Jadi, kita harus waspada jika menemukan penagih hutang yang tidak membawa tanda pengenal.

4. Debt Collector Dilarang Melakukan Kekerasan Kepada Nasabah

Atas alasan apapun, debt collector dilarang melakukan kekerasan terhadap nasabah, baik kekerasan fisik maupun verbal. Jadi, debt collector dilarang membentak, mempermalukan, apalagi sampai  memukul dan menggunakan senjata tajam untuk menagih hutang.

5. Debt Collector Dilarang Menagih di Luar Aturan Waktu dan Tempat yang Berlaku

Penagihan yang dilakukan debt collector hanya boleh dilakukan pada pukul 08.00-22.00 waktu setempat. Selain itu, penagihan hanya dapat dilakukan di alamat tempat tinggal debitur.

6. Debt Collector Hanya Diperbolehkan Menyita Apabila Kredit Macet (Bukan Terlambat)

Di sini, perlu dipahami perbedaan kredit macet dengan cicilan kredit yang terlambat. Kredit macet dinyatakan setelah debitur tidak bisa membayar cicilan lagi. Sedangkan jika debitur hanya terlambat membayar cicilan atau melebihi jatuh tempo yang ditentukan, debt collector tidak diperkenankan menyita agunan.

7. Debt Collector Bukan Preman, Mereka Manusia Biasa yang Bekerja

Debt collector hanyalah pekerja yang melakukan pekerjaannya di bawah perintah bank atau perusahaan. Jika kita mengira mereka adalah preman yang bertindak sewenang-wenang, itu adalah pemikiran keliru. Sebab, para debt collector juga dimarahi atasannya jika tidak berhasil menangani debitur yang bermasalah dengan pinjaman uang.

 

Tujuh fakta debt collector di atas cenderung memutar balik stereotip debt collector yang selama ini kita dengar. Namun, sebaiknya kita mencegah diri untuk berurusan dengan debt collector. Tentu tidak menyenangkan jika kita selalu ditagih siang malam akibat melakukan pinjaman uang di bank maupun pinjaman pribadi non bank. Untuk itu, kita harus memilih lembaga penyedia pinjaman uang yang tepat agar tidak terlilit cicilan kredit yang membebani.