avatardisplay_general
DISITU
26 Sep 2018

Gunakan Sistem Canggih, Pemerintah Terapkan E-TLE

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201809/180926/E tilang.jpg

Gunakan Sistem Canggih, Pemerintah Terapkan E-TLE

Uji coba dan sosialisasi dari sistem electronic traffic law enforcement (E-TLE) akan mulai dilakukan pada awal bulan Oktober mendatang. Uji coba ini akan dilakukan di Jalan Jendral Sudirman dan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta. Penggunaan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dalam berlalu lintas, dimana para pelanggar lalu lintas dapat dikenali dan tercatat dalam sistem yang berlaku.

Peraturan

E-TLE merupakan suatu sistem yang dikembangkan dari sistem E-Tilang yang telah diterapkan sejak 2016 lalu. Sistem ini diharapkan jauh lebih efisien dari pada sistem E-tilang karena tidak hanya mencatat pembayaran denda secara online, sistem ini dapat mencatat pelanggaran yang terjadi secara lengkap dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, yaitu kamera pengawas berupa closed circuit television (CCTV).

Pelanggaran Yang Berlaku

Pelanggaran-pelanggaran yang akan dikenai denda antara lain adalah pelanggaran rambu lalu lintas, pelanggaran batas marka, pengunaan jalur khusus, kelebihan daya angkut dan dimensi, tidak menggunakan sabuk keselamatan bagi pengendara mobil ataupun helm bagi pengendara motor, pelanggaran peraturan plat ganjil genap, mengemudi dengan tidak terkendali dan sambil menggunakan ponsel, pelanggar yang melawan arus lalu lintas, pelanggaran kecepatan, hingga pelanggar parkir liar termasuk pengeteman.

Kamera CCTV

Sistem ini menggunakan kamera CCTV yang telah dihubungkan dengan TMC Polda Metro Jaya yang tidak hanya digunakan untuk merekam, tetapi juga secara otomatis memotret wajah dan ciri-ciri fisik pelanggar beserta nomor plat kendaraan pelanggar. Data yang terekam oleh CCTV akan dikirimkan ke server yang diawasi petugas di ruang kontrol.

Proses Verifikasi

Selanjutnya, polisi akan melakukan mengecek identitas kendaraan, dan mencocokkan pelat nomor kendaraan dengan pemilik kendaraan di database Samsat.  Setelah itu polisi akan memverifikasi dugaan pelanggaran yang dilakukan. Jika termasuk kategori melanggar, maka pengendara akan ditilang.

Pengiriman Surat Tilang

Pemberitahuan mengenai pelanggaran akan dikirim melalui pesan singkat ke ponsel atau alamat email yang nomornya sudah terdaftar. Data-data ini akan didapatkan dari data yang tertera pada database yang ada.

Pembayaran Denda

Setelah surat bukti pelanggaran elektronik beserta foto bukti pelanggaran dikirim kepada pemilik kendaraan, pelanggar wajib membayar denda sesuai ketentuan yang tercantum. Pembayaran denda ini dilakukan dengan cara mengirimkan sejumlah uang melalui akun virtual Dirlantas melalui Bank BRI paling lambat 14 hari setelah notifikasi pelanggaran diterima.

Surat Blokir Kendaraan

Jika pengendara tidak melakukan pembayaran dalam dua pekan, Dirlantas akan mengirimkan surat blokir kendraan dan denda akan ditambahkan pada saat pelanggar melakukan perpanjangan STNK.