avatardisplay_general
DISITU
25 Jun 2018

Syarat Untuk Gadai Mobil Resmi Sebelum Mobil Lunas

https://disituapi.azureedge.net/A/Img/1806/180625/Hal Hal Yang Terjadi Jika Gadai Mobil Resmi Menerima Mobil Belum Lunas.jpg

Seringkali, kita menemukan mitra gadai menawarkan program gadai mobil dalam proses kredit. Mitra gadai tersebut berkata mereka bersedia menerima mobil yang belum lunas. Hal tersebut mungkin saja dilakukan. Akan tetapi banyak risiko yang mengintai, entah itu bagi nasabah atau mitra gadai sendiri. Masalahnya, program gadai mobil dalam kredit ini bukan hanya ditawarkan mitra gadai non-resmi. Banyak mitra gadai mobil resmi yang juga menawarkannya.

Dibanding non-resmi, mitra gadai mobil yang resmi menduduki posisi yang lebih berbahaya. Jika program gadai mobil dalam kredit ini terus dilakukan, maka akan timbul dampak-dampak yang tidak diinginkan. Berikut ini dijelaskan hal-hal yang terjadi jika suatu pegadaian mobil resmi menerima kendaraan dalam proses kredit. Ditinjau dari sudut pandang nasabah.

Dampak Bagi Nasabah Bila Gadai Mobil Resmi Menerima Mobil Kredit

Bukannya tidak boleh. Melakukan gadai mobil kredit atau tidak, tergantung dari kebutuhan Anda sebagai nasabah. Kami hanya memberikan awareness supaya Anda lebih hati-hati. Karena jika gadai mobil resmi menerima mobil kredit, ini dampaknya bagi nasabah.

1. Biaya Tebus Lebih Tinggi

Jika Anda menggadaikan mobil yang masih dikredit, maka Anda akan membayar dua kali lipat lebih tinggi. Di satu sisi, Anda harus membayar biaya kredit di leasing tempat Anda membeli mobil. Di sisi lain, Anda akan diminta membayar tambahan biaya seperti asuransi dan “biaya parkir” saat penebusan. Dan seringkali, biaya penebusan atas mobil kredit tersebut lebih tinggi dibanding biaya leasingnya.

2. Risiko Gagal Kredit Mobil

Apa yang Anda alami, jika dalam satu bulan, Anda harus membayar 2 bunga sekaligus? Yaitu bunga gadai dan bunga leasing. Bukannya meringankan, hal ini malah meningkatkan pengeluaran Anda secara sia-sia (Ingat, bunga tidak menguntungkan Anda. Tapi pihak yang menerima bunga). Jika pengeluaran Anda untuk bunga terbilang tinggi, maka biaya bulanan Anda juga meningkat. Dan risiko gagal membayar mungkin Anda alami.

3. Anda Membangun “Penjara Dari Dua Sisi”

Tidak salah jika gadai mobil yang dilakukan bersamaan dengan kredit leasing, berarti membangun “penjara dari dua sisi”. Dilihat dari sisi gadai maupun leasing, Anda sama-sama terancam perdata bila menyalahi kesepakatan mencicil per bulannya. Peluang gagal likuidasi Anda meningkat 2 kali lipat. Jika tidak masuk penjaranya mitra gadai, maka Anda akan masuk penjara leasing.

4. Risiko Mengalami Blacklist

Lagi-lagi kita membicarakan 2 kali lipat. Jika menyalahi perjanjian di salah satunya, maka Anda akan didaftarkan sebagai nama blacklist. Di Bank Indonesia (BI) dan juga di dalam data Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). BI maupun APPI tidak akan peduli Anda harus membayar 2 cicilan mobil tiap bulannya. Yang mereka tahu, Anda telah menyatakan sanggup membayar di atas kontrak. 

5. Rentan Terjadi Penipuan

Gadai mobil yang menerima gelar “resmi” tidak serta-merta bersih dalam melaksanakan transaksi. Jika Anda di tengah proses kredit, tiba-tiba mobil yang Anda gadaikan ludes diambil oknum gadai. Anda tidak bisa menuntut, karena kepemilikan BPKB pun belum di tangan. Sementara leasing juga tidak mau tahu. Anda harus tetap membayar cicilan, tidak peduli mobil yang Anda beli masih di tangan atau tidak.

6. Potensi Dilaporkan ke Pihak Berwajib

Lebih ekstrim dibandingkan black list BI atau APPI, Anda bisa saja dilaporkan ke kantor polisi. Bagi pihak gadai maupun leasing bisa melakukan ini jika Anda dianggap menyalahi perjanjian fidusia. Jika sudah demikian, bukan hanya Anda tidak dapat mengajukan gadai selama-lamanya. Integritas Anda akan langsung ternoda di mata masyarakat. Maka dari itu, lebih baik Anda memilih salah satu. Menyelesaikan kredit lebih dulu, baru mengajukan gadai.

cari-kredit-DISITU-pilihanmu