avatardisplay_general
DISITU
14 Jul 2018

Hukum Gadai Mobil Dalam Islam yang wajib kamu tahu

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201807/180714/46 Hukum%20Gadai%20Mobil%20Dalam%20Islam%20yang%20wajib%20kamu%20tahu.jpg

Gadai mobil menurut hukum islam adalah hal yang diperbolehkan karena pada dasarnya gadai sama dengan utang piutang. Namun yang membedakan antara gadai dan hutang yakni adanya jaminan saat melakukan transaksi. Saat ini banyak orang yang bertanya mengenai hukum gadai mobil dalam islam, apakah diperbolehkan apa tidak. Dalam Islam sendiri melakukan hutang diperbolehkan selama tidak mengandung unsur-undur pemerasan, penindasan dan memberatkan pihak peminjam.

Agar lebih paham mengenai hukum gadai mobil dalam Islam, berikut ini beberapa penjelasan mengenai dasar hukum gadai dan syarat gadai menurut pandangan Islam.

Dasar Hukum Gadai Menurut Islam

Hukum gadai dalam Islam telah dijelaskan dalam Alqur’an, HAdits Ijma dan juga Fatwa Dewan Nasional. Berikut penjelasan mengenai masing-masing hukum tersebut

1. Hukum Gadai Menurut Al-Qur’an

Dalam Firman Allah di Al-Qur’an QS Al-Baqarah ayat 283:

Gadai Mobil

Meskipun tidak dijelaskan secara langsung dalam ayat tersebut dijelaskan adanya barang tanggungan yang dipegang(oleh yang berpiutang). Namun barang tersebut jika dimasukan ke dunia financial saat ini jelas adalah barang jaminan.

Agar tidak terjadi hal yang merugikan salah satu pihak, dalam melakukan hutang piutang dapat dilakukan selama ada pencatatan atau dengan menggunakan jaminan barang sebagai tanggungan. Berhutang dengan memberikan jaminan ini yang dikenal dengan nama gadai. Sebagai pihak pemegang barang jaminan, diwajibkan untuk menjaga dan merawat barang yang menjadi jaminan dengan sebaik-baiknya.

2. Hadits Nabi Muhammad SAW

Yang menjadi landasan hukum gadai dalam Islam selain Al-qur’an adalah Hadits Rasulullah SAW. Berikut beberapa Hadits shahih yang menjelaskan tentang Gadai (Rahn).

Gadai Mobil

Dari ketiga hadits tersebut menggambarkan jika praktik gadai telah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Dari hadits- hadits tersebut juga dijelaskan mengenai hak dan kewajiban bagi seseorang yang terlibat dalam akad gadai.

3. Ijma

Gadai Mobil

Berdasarkan atas dasar hukum dari Al-Qu’an dan Hadits para ulama membuat kesepakatan yang dikenal dengan nama Ijma dengan jalan Ijtihad mengenai Gadai (Rahn). Dalam kesepakatannya, para ulama tidak melarang adanya gadai atau Rahn. Mereka mengatakan jika gadai atau Rahn dapat dilakukan ketika masih berada dalam perjalanan atau berada di tempat selama barang yang dijaminkan dapat langsung dipegang oleh pemberi pinjaman.

Jika kita berbicara mengenai gadai BPKB mobil dalam hukum Islam dapat dilakukan dengan status mobil sebagai barang jaminan (al-marhum) dan BPKB tersebut sebagai barang yang menjadi pegangan pemberi pinjaman (al-qabd). 

4. Fatwa Dewan Syariah Nasional

Gadai Mobil

Gadai atau Rahn juga telah ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional melalui Fatwa Dewan Syariah Nomor : 25/DSN-MUI/III/2002. Dala, fatwa tesebut dijelaskan bahwa pinjaman dengan memberikan jaminan diperbolehkan dengan ketentuan

  1. Penerima Barang (Murtahin) berhak untuk menahan barang sampai semua hutang dilunasi

  2. Barang yang dijaminkan (marhun) tetap menjadi milik pihak yang menyerahkan barang (rahin). Penerima barang tidak berhak menggunakan barang jaminan tanpa seizin dari pemilik barang tersebut tanpa mengurangi nilai barang jaminan.

  3. Penerima barang jaminan wajib menyimpan barang jamnan dengan baik dan biaya pemeliharaan tetap menjadi tanggung jawab pemilik barang.

  4. Besar biaya pemeliharaan barang jaminan tidak dapat ditentukan atas jumlah pinjaman

  5. Apabila telah jatuh tempo, penerima jaminan wajib memberitahu pemilik barang untuk melunasi hutang.

  6. Jika pemilik barang tidak dapat melunasi hutang, maka barang jaminan dapat dijual atau dilelang sesuai dengan Syariah Islam.

  7. Jika ada kelebihan dari harga barang jaminan akan menjadi milik pemilik barang dan jika ada kekurangan, pemilik barang wajib melunasi.

Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa hukum gadai mobil dalam Islam adalah diperbolehkan selama sesuai dengan syariat. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk menggadaikan mobil ada baiknya untuk memilih Lembaga keuangan yang sesuai dengan Syariah Islam.