avatardisplay_general
DISITU
31 Aug 2018

Jawaban mengenai Hukum Gadai BKPB Motor Dalam Islam

https://disituapi.azureedge.net/A/Img/1808/180831/Ingin Tahu Hukum Gadai BKPB Motor Dalam Islam Ini Dia Jawabannya.jpg

Gadai BPKB motor merupakan langkah meminjam uang dengan lebih praktis. Selain dapat memberikan nilai pinjaman yang tinggi, motor dari jaminan BPKB dapat Anda kendarai dengan bebas. Dalam menggadaikan BPKB motor, terdapat hukum agama tersendiri yang mengatur diperbolehkan atau tidaknya melakukan hal tersebut. Bagi umat Islam, hukum gadai BPKB motor dalam Islam sangatlah penting untuk diketahui.

Dalam Islam, terdapat hukum sendiri yang menentukan tentang jual beli berupa gadai barang. Hukum gadai dalam Islam merujuk pada ijtihad para ulama mengenai perihal jual beli, agar selaras dengan nilai-nilai Islam dan tuntunan Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan kesepakatan para ulama, hukum gadai BPKB motor dalam Islam yakni halal. Hal ini mengacu pada beberapa ketentuan diperbolehkannya gadai barang dalam hukum Islam

Ketentuan Diperbolehkannya Gadai BPKB Motor Dalam Islam

Terdapat beberapa ketentuan agar gadai BPKB motor dapat diperbolehkan dalam hukum Islam. Bagi umat Islam, menjalankan hukum/syari’at Islam adalah wajib untuk dilakukan. Berikut adalah ketentuan-ketentuan agar gadai BPKB motor bersifat halal dalam Islam, yakni :

1. Sifat Barang Gadai Adalah Penegas Uang Yang Dipinjam

Dikatakan penegas, karena barang gadai adalah jaminan bahwa seseorang pasti akan mengembalikan uang yang dipinjam pada kurun waktu tertentu. Dalam Islam sangat menjunjung tinggi kesetaraan keuntungan antara penjual dan pembeli. Dengan menggunakan barang gadai, maka negosiasi akan impas, karena pihak gadai akan memberikan hukuman berupa pencabutan kepemilikan dari barang gadai yang telah melewati batas waktu tempo membayar.

2. Barang Gadai Tetap Menjadi Milik Orang Yang Berhutang Selama Masa Pelunasan Uang Pinjaman

Walaupun BPKB motor telah Anda gadaikan, kepemilikannya tidaklah berubah. Dan tetap menjadi hak milik Anda. Di dalam aturan Islam, mengambil alih sedikit saja kepemilikan barang gadai dari pihak yang berhutang selama masa pelunasan adalah haram untuk dilakukan. Maka dari itu, pihak pemberi pinjaman sangat tidak diperbolehkan mengklaim bahwa barang gadai adalah miliknya selama dalam masa pelunasan.

3. Pihak Pemberi Pinjaman Tidak Memanfaatkan Barang Gadai Untuk Mendapatkan Keuntungan

Barang gadai yang sudah ada di kantor gadai tidak boleh dimanfaatkan sedikitpun oleh pihak pemberi pinjaman. Karena hal ini termasuk ke dalam sistem riba. Allah SWT memerintahkan hambanya untuk membolehkan jual beli dan menjauhi riba. Maka, selama pihak gadai tidak menggunakan sistem riba dalam jual beli barang sedikitpun, maka gadai barang dikatakan halal.

4. Hak Pemberi Pinjaman Dan Pihak Yang Berhutang Adalah Sama

Kedua belah pihak memiliki hak yang sama/setara dalam sistem jual beli gadai. Islam sangat menjunjung toleransi dalam hal jual beli barang, apalagi bila pihak yang berhutang adalah dari kalangan keluarga miskin. Dalam hal ini, pihak yang berhutang boleh menggunakan haknya untuk meminta memperpanjang waktu untuk pelunasan pinjaman. Demikian pihak pemberi pinjaman juga perlu ikhlas untuk memenuhinya, serta juga memiliki hak untuk tetap meminta pihak yang berhutang melunasinya tepat waktu. Dalam hal ini terjadi keseimbangan antara hak-hak kedua belah pihak.

5. Bila Barang Gadai Berhasil Dilelang, Maka Pihak Gadai Tidak Memperoleh Laba Apapun Dari Hasil Lelang

Hukum Islam sangat mempedulikan hak-hak pihak peminjam. Bila barang gadai telah melewati tempo akhir masa pelunasan dan pihak yang berhutang tidak mampu membayarnya, maka barang gadai boleh dilelang. Namun setelah berhasil dilelang, laba yang diperoleh harus diserahkan seluruhnya kepada pemilik barang gadai yang baru. Hal ini sesuai dengan aturan hukum Islam bahwa penjual tidak boleh mengambil keuntungan sedikitpun dari transaksi utang-piutang sebelumnya.

Seperti itulah hukum Islam mengatur sistem jual beli dalam bentuk gadai barang. Hukum gadai BPKB motor dalam Islam adalah halal berdasarkan ketentuan-ketentuan yang memperbolehkannya, agar sesuai dengan perintah Allah SWT dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Jika Anda ingin melakukan pinjaman online, Anda dapat mengunjungi situs disitu.com. Di situs ini, Anda akan diberi layanan kredit multiguna untuk mempermudah pinjaman dana kepada Anda.